
"Halo,Pak Rama!Apa Mas Bian sudah makan siang?"
"Iya,Nona!Kebetulan sekarang kita sedang makan.Apa Nona mau bicara dengan Tuan."
"Tidak usah!Kirimkan saja fotonya,kalau kalian sedang makan sekarang!"
"Baik,Nona!"
Rama kembali ke meja dan mengambil gambar Tuannya saat Bian sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.Saat ini,mereka sedang berada di sebuah restoran untuk makan siang.Bian menatap curiga pada Rama dan merebut ponsel Rama.Bian menghentikan makannya melihat pesan antara Rama dan istrinya.
"Kalian saling bertukar pesan?"tanyanya dengan nada kesal.
"Maaf,Tuan!Nona Kia cuma ingin memantau kondisi Tuan saja."
"Kenapa harus bertanya padamu?"
Baru Rama akan menjawab,Bian menghentikannya dengan mengangkat kelima jarinya karena ponselnya sudah terhubung dengan Kia.
"Halo,Mas!"
"Kenapa harus menanyakan keadaanku pada Rama?Kenapa tidak langsung menghubungiku?"
"Apa kalau aku menghubungi Mas,Mas akan menjawabnya?Pesanku saja nggak Mas baca."
"Aku lagi sibuk!"
"Sibuk boleh,tapi jangan mengabaikan kesehatan.Kalau sakit,kan Mas sendiri yang rasa dan membuat orang lain jadi khawatir. Sudah berapa cangkir,hari ini Mas minum kopi?Jawab yang jujur!"
"Nggak banyak,kok."
"Iya,berapa?"
__ADS_1
"Nggak tahu,Mas nggak ngitung."
"Alasan,nanti aku tanya Pak Rama-"
"Jangan!Jangan terlalu sering berkirim pesan dengannya apalagi menghubunginya,kalau ada apa-apa yang mau kamu tahu,langsung tanyakan padaku!"
"Ckk,tadi aku tanya,Masnya nggak tahu.Lagian kalau aku ngirim pesan,apa Mas akan balas?Dibaca aja nggak juga.Apalagi kalau nelpon,apa Mas jawab.Aku kan nggak penting untuk Mas."
"Iya,maaf!Mas nggak akan ulangi lagi."
"Ya,sudah!Lanjutin makannya!Makan yang pelan,nggak usah terburu-buru.Jangan terlalu sering minum kopi,minum air putih juga.Nanti pulangnya juga jangan terlalu larut!Ingat apa yang dokter katakan.Saat ini memang baru gejala,tapi kalau dibiarkan,nanti akan jadi kronis."
"Iya,terima kasih sudah mengkhawatirkan ku."
"Sudah kewajibanku sebagai istri kamu,kalau Mas lupa."
Bian menutup sambungan teleponnya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.Betapa senangnya diperhatikan seperti ini.Bian terlihat seperti pria yang haus akan kasih sayang.Bian melanjutkan lagi makannya dengan benar,tanpa harus terburu-buru seperti apa yang Kia bilang tadi.
"Habis telponan sama siapa,Beb?"tanya Tio mengagetkan Kia.
"Hey!Hari ini kita ke resto yang waktu itu,yuk!Kan aku belum sempat nyobain makanannya."
"Siapa suruh buru-buru pergi?Habis itu ngilang lagi beberapa hari,"ujar Fira sambil membereskan buku-bukunya karena jam pelajaran sudah habis.
"Emang kamu ke mana beberapa hari ini?"tanya Tio kepo.
"Ada deh,mau tahu aja!"jawab Kia.
"Gimana?Jadi pergi kan?"tanya Kia melirik Fira.
"Maaf sekali Beb!Hari ini,kita nggak bisa. Karena hari ini,kita lagi ada urusan berdua,"jawab Tio.
__ADS_1
"Urusan apa?"
"Ada deh,mau tahu aja!"balas Tio.
"Kalian mencurigakan!"seru Kia melihat kedua sahabatnya yang tiba-tiba salah tingkah.
"Bebeb nggak usah cemburu gitu!Hari ini,Abang sama istri pertama dulu.Besok baru waktu Abang untuk istri kedua seutuhnya,"canda Tio.
Tio mengatakannya memang dengan nada bercanda,tapi kok entah mengapa sakitnya berasa di hati Kia.Seperti ada yang mengganjal,gitu.Fira menepuk lengan Tio kuat melihat raut wajah Kia.
"ya,sudah!Kita pergi dulu ya,Beb!"Tio langsung menarik tangan Fira melihat perubahan raut wajah Kia.
"Hem,hati-hati!"sahut Kia.
Setelah kepergian Tio dan Fira,Kia pun beranjak pergi keluar kelas untuk pulang.Saat akan keluar,Kia tak sengaja menabrak seseorang sehingga buku-buku yang dibawa seseorang itu jatuh.
"Maaf-maaf,saya nggak sengaja!"Kia mengambil buku-buku yang berserakan di lantai.
"Nggak apa-apa!Ini juga salah saya yang kurang hati-hati,"jawab pak dosen.
Kia mendongak,"Maaf sekali lagi,Pak!"
"Iya,nggak apa-apa.Kamu Azkia,kan?"
"Iya,Pak!"
"Kenapa masih di kelas?Jam pelajaran sudah bubar,kan?"
"Iya,Pak!Ini juga baru mau pulang."
"Oh,ya sudah.Hati-hati di jalan!"
__ADS_1
Kia mengangguk sopan dan segera pergi meninggalkan Pak dosen yang masih setia menatap punggung Kia yang lama-lama menghilang dari pandangannya.
"Cantik!"gumamnya seraya tersenyum.