
"Papa ke kantor dulu sebentar!Setelah itu,Papa akan mengajak jagoan Papa ini pergi jalan-jalan,oke!"ucap Bian menggendong putranya.
"Sebenarnya aku ingin mengajak kalian ikut,tapi kamunya nggak mau,"lanjut Bian cemberut.
Tadinya Bian memang mengajak istri juga putranya untuk ikut ke kantor.Tapi,Kia menolaknya mentah-mentah.Dia tidak ingin jadi perhatian semua orang,mengingat suaminya adalah pemilik perusahaan.
Dia juga tahu berita yang tersebar di masyarakat dua tahun lalu tentang simpanan dari seorang Abian Abraham yang meninggal dengan sadis di dalam mobil yang terbakar bersama dengan seorang pria.
Banyak orang yang menyimpulkan sendiri ceritanya sampai berkembang begitu menyedihkan.Bahkan mereka terus menyalahkan dan menyumpahinya.
Mungkin itu juga salah satu pertimbangan Kia untuk terus bersembunyi dari publik.Netizen sangat suka menyudutkan orang lain yang mereka anggap salah tanpa tahu apa kebenarannya.
"Aku cuma tidak ingin jadi perhatian orang-orang,"ujar Kia.
"Kamu harus membiasakan diri dong,kamu kan istriku."
"Sudah,kamu berangkat sana!Kasihan Pak Rama nunggu,"ucap Kia.
"Kasihan ya sama Rama?"cibir Bian.
Kia menghela nafasnya menghadapi suami 'Pak Tua'nya ini.Masa' iya dengan asisten pribadinya juga dicemburui.
"Dasar berlebihan,"gumam Kia.
Sementara Rama yang menunggu di dekat mobilnya, mengernyit heran melihat Key yang menatapnya dengan tatapan tajam.Key berjalan menuju mobilnya yang terparkir di dekat mobil Rama.
"Apa Lo lihat-lihat?"Key melotot tajam.
"Gue cantik,iya?"
"Kenapa?Lo suka sama gue?"
Rama semakin bingung dengan kelakuan adik dari Tuannya itu.Key mendekat pada Rama dan mengibaskan rambutnya yang terurai panjang sampai mengenai mata Rama.
"Aduh!"refleks Rama mengedipkan matanya.
"Kenapa?Kena mata ya?Maaf-maaf,"panik Key.
Padahal tadi,Key cuma mau sok cantik dihadapan Rama.Eh,malah jadi begini.Key jadi merasa bersalah,melihat mata Rama yang memerah dan mengeluarkan air.Hidungnya bahkan ikut memerah.
"Sini biar gue lihat!"
__ADS_1
"Nggak usah,Nona.Nggak apa-apa,Kok!"ucap Rama masih menutup sebelah matanya.
"Ihh ... sini gue lihat!"paksa Key menarik tangan Rama.
Pelan-pelan Rama membuka matanya yang terasa perih.Key jadi tambah merasa bersalah.Ditiupnya mata Rama secara perlahan.Rama mengerjapkan matanya merasakan hembusan angin yang keluar dari bibir menggoda milik Key.
Entah mengapa,waktu seakan berhenti berputar diantara keduanya.Mata mereka saling beradu pandang dengan jarak yang cukup dekat.Jantung Key berdegup kencang seperti habis berlari.Begitu juga Rama.
"Hey,apa kalian sedang syuting film India?"tanya seseorang menyadarkan Key dan Rama.
Lagi-lagi Bian harus merusak suasana romantis yang tercipta diantara Rama dan adiknya itu.Key menatap kesal pada wajah kakaknya yang dari tadi terlihat begitu cerah.Mungkin efek dari vitamin yang didapatnya dari istrinya semalam.
"Kok malah pada bengong.Ayo berangkat!"sela Bian.
"Baik,Tuan."
Bian memutar kepala Key dan mendorongnya ke mobilnya sendiri.Key mendengus dan seperti biasa,Bian tak peduli.Mobil mereka pun melaju beriringan keluar gerbang kediaman keluarga Tuan David.
Di dalam rumah,Nyonya Sofia menghampiri menantunya yang menemani cucunya menonton TV.
"Wah,cucu Oma asik sekali nontonnya."
"Terima kasih sudah memaafkan kami,"ucap Nyonya Sofia menggenggam tangan Kia.
"Terima kasih juga sudah mau menerima kami menjadi bagian dari keluarga ini,"balas Kia.
Keduanya saling berpelukan.Coba dari dulu,mereka saling menerima,mungkin sudah lama mereka akan bahagia.Tapi,ya sudahlah.Yang lalu biarlah berlalu,jadikan masa lalu sebagai pembelajaran untuk lebih baik lagi di masa depan.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan?Mungkin kalian akan bosan kalau harus menunggu Bian pulang bekerja,"ajak nyonya Sofia.
"Apa Mommy sudah benar-benar sehat? Lebih baik Mommy istirahat!Kia nggak enak,kalau terjadi apa-apa sama Mommy,"ucap Kia tak enak hati.
"Ish ... kalian ini terlalu berlebihan.Mommy sudah segar bugar seperti ini,kok!Ayolah!!!Mommy ingin sekali mengajak cucu Mommy jalan-jalan dan membelikannya sesuatu.Yah ... yah ...!"bujuk Nyonya Sofia mengedipkan matanya.
Kia menggaruk-garuk kepalanya.Lucu juga ibu mertuanya ini kalau sedang ada maunya.
"Kia izin Mas Bian dulu ya,Mom!"ucap Kia pada akhirnya.
"Biar Mommy aja yang ngomong."
* * *
__ADS_1
Di kantor,setelah perdebatan panjang antara putra dan ibunya, akhirnya keputusan akhir dimenangkan oleh sang ibu.Sementara sang anak tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tapi awas ya,Mom!Jagain istriku baik-baik!Jangan sampai ada mata lelaki yang memandangnya!Aku nggak rela kalau istriku ditatap oleh orang lain,apalagi laki-laki.Lagian kenapa baru sekarang sih izinnya?Kenapa nggak pas aku masih di rumah tadi?Kan aku bisa ikut tadi."
Nyonya Sofia memutar bola matanya jengah.Anaknya ternyata lebih cerewet dari pada suaminya.Dari tadi putranya itu selalu mengomel.
Setelah puas memberikan protes nya pada Mommynya,Bian menghubungi istrinya via video untuk melanjutkan omelannya.Kia dengan terpaksa mendengarkan sembari menyiapkan putranya dan juga dirinya sendiri agar terlihat lebih pantas berjalan dengan mertuanya.
"Jangan pake baju yang itu!"
"Nggak usah dandan!"
"Pake sepatu yang biasa aja!"
"Kalau ada yang ngajak ngobrol, abaikan saja!"
"Jangan tebar pesona!"
Larangan yang Bian keluarkan dari mulutnya membuat Kia pusing kepala.Akhirnya,Kia bisa bernafas lega saat suaminya itu mengakhiri panggilan videonya karena sudah dipanggil untuk rapat.
"Sudah siap?"tanya Tuan David yang juga ingin ikut.
Tuan David tidak ingin melepaskan momen kebersamaannya dengan cucu dan menantunya yang baru saja ditemukan.Biyan pun beralih ke dalam gendongan opanya.
Sampai di depan rumah,seorang bodyguard menyapa mereka.Ternyata,Bian sudah menyuruh beberapa orang bodyguard untuk menjaga mereka.
"Tuan Bian meminta kami untuk menjaga kalian,"beritahu salah satu orang suruhan Bian.
"Anak itu,memangnya Daddy nggak bisa jaga kalian apa,"dengus Tuan David.
"Sudahlah,Dad.Biarin aja.Mungkin Bian trauma dengan kejadian yang lalu,makanya dia jadi lebih protektif,"jelas nyonya Sofia.
"Maaf ya,Mom,Dad!"ucap Kia merasa tak enak.
"Nggak apa-apa.Kita pergi?"tanya Nyonya Sofia.
"Let's go!"teriak Tuan David menatap Biyan.
"Yeah ...,"teriak Biyan juga dengan tawanya.
Semuanya memasuki mobil yang sudah dipersiapkan oleh sopir tuan David.Mobil itu cukup besar,sehingga Biyan bisa bermain di dalamnya.
__ADS_1