Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Pernikahan


__ADS_3

Pagi ini, beberapa pekerja salon dan spa datang ke apartemen Bian untuk mempersiapkan Kia agar lebih cantik dan fresh.Berbagai treatment pun mereka berikan.Mereka harus melakukannya dengan baik dan benar kalau tidak mau pekerjaannya lenyap dalam sekejap mata.


Kia pun tak punya pilihan selain menerima apapun yang mereka lakukan pada dirinya.Lumayan juga sih,bisa merilekskan pikirannya yang tegang selama beberapa hari ini dengan pijatan- pijatan lembut dari mereka.


Setelah mandi,kini giliran wajahnya yang dipercantik dengan riasan yang sederhana namun tetap memperlihatkan pesona yang Kia miliki.Kebaya putih membalut tubuh ramping Kia dengan sangat apik.Pak tua itu benar-benar mempersiapkan semuanya, walaupun pernikahannya hanya akan dilaksanakan secara sederhana tanpa tamu undangan.


Orang-orang yang membantu Kia pun sudah tanda tangan hitam di atas putih agar tidak ada yang membocorkan pernikahan ini, kalau tidak mau mendapatkan hukuman yang mengerikan.


Sebenarnya,Kia sempat meminta bantuan untuk melarikan diri kepada wanita-wanita itu.Namun, mereka tidak ada yang mau karena takut akan konsekuensi yang akan mereka terima nantinya.


* * *


Pernikahan baru saja dilaksanakan dengan wajah suram yang Kia tampilkan.Bian tidak peduli itu, yang Bian pikirkan malah malam pertama yang akan mereka lalui malam ini.Bian tersenyum mesum memikirkannya.


"Kau harus mempersiapkan dirimu malam ini ! Kita akan melewati malam yang panjang,"ucap Bian menggoda.


Saat ini,Bian,Kia dan Rama sedang berkumpul di ruang keluarga di apartemen.

__ADS_1


"Maaf sekali, tuan ! Tidak akan ada malam pengantin malam ini,"balas Kia merasa sangat lega.


"Apa maksudmu ? jangan coba-coba untuk bermain-main denganku !"geram Bian mencengkram pipi Kia.


Kia tersenyum,mengejek Bian yang semakin emosi dengan memperkuat cengkraman tangannya.


"Tuan....!"Rama mencoba menenangkan Bian agar melepaskan cengkeramannya.


"Tadi,nona Kia meminta seorang pekerja salon untuk membeli pembalut.Nona Kia sedang dalam masa period nya,tuan."Rama sudah mendapatkan laporan tentang hal itu dari anak buahnya yang bertugas menjaga Kia.


"Aarghhh......sial......sial......"Bian mengusap wajahnya kasar.Bian menatap wajah Kia yang tersenyum senang melihat kekesalannya.


"Kau tenang saja,kau akan menikmati hukuman itu nanti."Bian berbisik dan menggigit kecil telinga Kia.Kia terkejut dengan apa yang dilakukan Bian dan refleks langsung menjauh dari Bian.


"Kita pergi !"perintah Bian pada Rama.


"Terus awasi istri kecilku yang pembangkang itu !"Bian mengingatkan bodyguard yang selalu berjaga di depan pintu apartemennya.

__ADS_1


"Lebih baik nona tidak terus memancing emosi tuan Bian, turuti saja apapun yang diinginkannya !"pinta Rama sebelum menyusul tuannya yang sudah pergi lebih dulu.


Kia menjatuhkan tubuhnya ke sofa.Kia menatap kosong lampu cantik yang tergantung di langit-langit apartemen.


"Enak sekali orang itu berucap.Coba saja dia yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak dikenalnya cuma untuk melunasi hutang.Apa dia masih bisa berkata seperti itu,"gumam Kia kesal.


Kia bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar yang ditempatinya sejak kemarin.Kia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Ingin berendam,tapi itu tidak mungkin.Ini baru hari pertama masa period nya.Selepas itu,Kia mengistirahatkan tubuh lelahnya di kasur empuk itu dengan nyaman dan berharap Bian tidak akan kembali untuk menemuinya lagi.


"Kita akan ke mana,tuan ?"tanya Rama saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Pulang,"jawab Bian singkat dengan wajah yang dingin.


Mereka pun pergi meninggalkan area apartemen menuju ke kediaman seorang Abian Abraham.


* * *


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, akhirnya mobil yang dikendarai Rama pun sampai.Bian turun dari mobil sementara Rama melanjutkan perjalanannya menuju apartemennya.

__ADS_1


"Sayang ! kamu sudah pulang !"sambut seorang wanita cantik memeluk Bian yang baru masuk ke dalam rumah.


__ADS_2