
Setelah hampir tiga puluh menit Bian meninggalkan Kia di kamarnya,Bian membuka matanya dan kembali menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Bian akan menanyakan alasan Kia meminum pil itu tanpa meminta izin darinya.Bian tidak mau masalah ini sampai berlarut-larut dan akan berpengaruh pada pernikahannya.Dia sangat berharap pernikahannya dengan Kia menjadi pernikahan terakhir untuknya.
Bian bangun dan bergegas menuju kamarnya. Dibukanya pintu kamarnya perlahan dan Kia menatapnya dengan pandangan sayu dan muka yang memerah karena habis menangis.Bian mendekat dan duduk bersila dihadapan Kia.Bian melipat tangannya di dada dengan wajah datarnya.Pasangan beda usia itu saling menyelami perasaan masing-masing lewat tatapan mereka.
"Jelaskan!"ucap Bian singkat dengan wajah yang dingin.
Kia memainkan jarinya dan menundukkan kepalanya.Kia merasa bersalah karena tidak meminta pendapat Bian terlebih dahulu untuk memutuskan hal itu.
"Kia.....!"gertak Bian.
"Maaf.....,"lirih Kia.
"Penjelasan,bukan kata maaf yang aku inginkan,"ujar Bian.
"Aku hanya takut,Mas akan meninggalkan aku dan mengambil anakku kalau aku melahirkan nanti,"jelas Kia dengan air mata yang menetes di pipinya.
Bian memijit pelipisnya,susah sekali meyakinkan Kia,bahwa Bian serius dengan pernikahan ini.Sudah berulang kali Bian menjelaskan kepada Kia kalau Dia tidak akan mempermainkan pernikahan mereka hanya untuk sebagai pelunasan hutang almarhum ayahnya.
__ADS_1
"Apa kita punya perjanjian untuk itu?"tanya Bian dan Kia menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa kamu berpikiran seperti itu?Apa kamu pikir,aku akan tega memisahkan seorang anak dari Ibunya?Kenapa sih,sulit banget membuat kamu percaya pada Mas?"Bian mengusap wajahnya.
Kia hanya bisa diam mendengar pertanyaan yang Bian lontarkan.Bian menangkup wajah Kia dan menghapus air matanya.
"Mas harus bagaimana agar kamu percaya kalau Mas tidak menganggap pernikahan kita ini main-main?"
Kia menggigit bibir bawahnya menahan isakannya.Bian menggeser tangannya ke belakang tengkuk Kia dan mencium bibir ranum itu,menyalurkan perasaannya agar Kia mengerti bahwa Dia bersungguh-sungguh.Kia perlahan mengalungkan tangannya di leher Bian dan membalas ciumannya,meski masih belum begitu bisa mengimbangi.Ciuman mereka kali ini,begitu lembut tidak menggebu-gebu.Sampai Kia susah untuk bernafas,Bian melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Kia dengan jempolnya.
"Jangan meragukan ku lagi!Ini perintah bukan permohonan,"ucap Bian mengangkat dagu Kia.
"Kalau kamu serius,kenapa tidak membawaku ke orang tua kamu untuk memperkenalkan aku sebagai seorang istri?Aku merasa seperti istri simpanan,tahu!"
Bian tidak bisa menjawab pertanyaan dari Kia.Bian tidak tahu apakah keluarganya akan menyetujui pernikahan mereka atau tidak.Bian bukannya tidak ingin memperkenalkan Kia kepada keluarganya, Bian hanya menunggu waktu yang tepat.Saat ini,Seline sedang berada di luar negeri untuk acara fashion show yang diadakan oleh temannya.Dan Seline juga ikut serta dalam acara tersebut.
"Hey,Pak Tua!"Kia mengibaskan tangannya di depan wajah Bian.
__ADS_1
Bian menangkap tangan Kia dan menggigitnya pelan.Bian mendengar panggilan itu lagi keluar dari bibir yang membuatnya candu itu.
"Aww.....makanya,jangan melamun!Tapi dari mana kamu tahu kalau itu pil KB?"Kia melirik Bian bingung.
"Oh...itu...em....temanku pernah menunjukkan pil yang sama saat dimintai tolong oleh istrinya,iya..itu....,"jawab Bian agak terbata.
"Oh....,"Kia membulatkan mulutnya.
"Jangan diminum lagi!Bahaya juga kalau diminum dalam jangka panjang,"jelas Bian.
Sebenarnya,Bian mengetahui itu karena Seline sering meminumnya.Saat itu,masih awal-awal pernikahan mereka.Seline mengaku belum ingin memiliki anak karena masih meniti karir dan tidak mau direpotkan untuk mengurus anak.Bian menyetujuinya karena tidak ingin berdebat dengannya.Dan pada akhirnya,Seline memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi lain setelah dokter menjelaskan akan dampak yang akan terjadi apabila meminum pil KB untuk waktu yang lama.Dan Bian juga menggunakan alat pengaman saat mereka menuntaskan hasrat mereka selama ini.
"Hem..!"Kia mengangguk dan berbaring kembali.
Kia mengantuk setelah lama menangis tadi.Bian menahan tangan Kia dan membangunkan tubuhnya menjadi duduk.Kia mendengus tak suka.
"Jangan tidur dulu sebelum mendapatkan hukuman dari suamimu ini!"Bian menangkup wajah Kia gemas.
__ADS_1
"Aku capek,bisa nggak hukumannya di skip dulu?"pinta Kia dengan puppy eyes-nya.
Bian menghela nafas dan memanyunkan bibirnya,"Enggak!"ucapnya dengan lantang dan Kia hanya bisa pasrah menikmati hukumannya.