
"Tuan,saya izin ingin membawa nona Key pergi keluar!"ucap Rama.
Ini adalah weekend,itulah kenapa Rama mengajak Key untuk ikut bersamanya.Sebelum pergi,tentu saja dia harus meminta izin kepada tuan David dan nyonya Sofia selaku orang tuanya.
"Mau kemana?"tanya Bian ikut nimbrung bersama putranya yang digendongnya di bahu.
Rama diam,tempat yang akan mereka tuju masih dirahasiakan olehnya.Key turun setelah mempersiapkan dirinya.Hampir dua jam dia membongkar pakaiannya untuk dipakai.
Belum lagi ketika mandi,entah apa yang dilakukannya di dalam kamar mandi sampai menghabiskan waktu sampai satu jam lebih.Kia yang membantunya bersiap,sampai pusing sendiri melihatnya.Baru diajak jalan,belum diajak ke pelaminan,Key sudah bersemangat seperti ini.
Kia tidak tahu kalau Key lah yang sudah mengajak Rama menikah lebih dulu.Emansipasi wanita,mungkin yang ada dibenaknya.
"Tuh,Key nya sudah siap,"ucap nyonya Sofia melihat putrinya turun dari tangga.
Rama mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh nyonya Sofia.Kecantikan yang Key punya tanpa harus berdandan heboh berhasil membuat Rama terpanah.
"Mingkem,Ram!"iseng tuan David.
Sontak Rama menutup mulutnya dan menunduk malu.Nyonya Sofia menyenggol lengan suaminya dengan tatapan tajam.
"Iseng banget sih,"ucap nyonya Sofia.
"Kuy!"seru Key penuh semangat.
"Semangat banget,emangnya Daddy kasih izin?"tanya Bian.
Dengan puppy eyes nya,Key mendekati ayahnya dan duduk di sampingnya.Rayuan pulau kelapa pun keluar dari bibir merah muda Key.
"Memangnya kamu sudah benar-benar sehat?"tanya tuan David.
"Daddy nggak lihat,putri Daddy sudah sangat bersemangat seperti ini? Semangatnya bahkan mengalahkan Biyan,"ucap Bian.
__ADS_1
"Ya sudah,kalian boleh pergi.Tapi,jaga putriku dengan baik.Dia mungkin akan merepotkan mu nanti,"ucap tuan David membuat Key memberengut.
Tawa pun terdengar dari mulut Bian dan ayahnya.Biyan pun ikut tertawa walau tidak mengerti apa yang dia tertawakan.Tidak ingin melihat Key terus digoda oleh kakak serta ayahnya,Rama segera pamit pergi.
Tak lama setelah Rama dan Key pergi,Bian pun memutuskan untuk pergi juga bersama anak dan istrinya.Tuan David dan nyonya Sofia tidak bisa ikut karena harus memenuhi undangan reuni teman kuliahnya.
Tapi,sebelum pergi jalan-jalan,Bian mengajak Kia dan putranya untuk menjenguk pak Ali yang belum diperbolehkan pulang.Bian sudah menceritakan pada keluarganya tentang Robby dan Sania.Marah,sudah pasti.Tuan David dan nyonya Sofia hanya bisa menyerahkan sepenuhnya pada hukum yang berlaku di negara ini.
* * *
Sampai di tempat yang di tuju,Rama membukakan pintu mobil untuk Key.Key menatap bangunan dua lantai yang terlihat begitu asri karena banyak tanaman di pekarangan rumahnya.
Key mengerutkan keningnya,menatap penuh tanya pada Rama.Senyum yang begitu manis Rama tampilkan,sampai membuat jantung Key berdegup tak beraturan.Ini kali pertama Key melihat senyum diwajah tampan Rama.
"Manis banget sih!"Key mencubit pipi Rama tanpa sadar.
Beberapa detik kemudian,Key tersadar dan langsung menarik tangannya.Pipinya jadi merah merona karena malu.Rama yang melihat itu jadi gemas sendiri.Tangannya perlahan terangkat dan mengusap pucuk kepala Key.
Apalagi dibelakang sang putra ada seorang gadis yang berjalan mengiringinya.Rama membawa Key ke hadapan sang ibu dan mencium punggung tangan yang sudah mulai berkeriput itu.
"Siapa ini?Cantik sekali!"senyum ibunya Rama menatap wanita cantik yang digandeng putranya.
"Saya Key,Tante!"ucap Key mencium tangan ibu Sukma seperti yang Rama lakukan tadi.
"Eh,kok Tante.Panggil Ibu dong,seperti Rama,hum!Kamu kan,pacarnya Rama,"ujar Bu Sukma berkesimpulan sendiri.
Key menatap Rama seraya menggaruk belakang kepalanya.Dia bingung harus mengangguk atau tidak.Rama semakin gemas saja melihat wajah bingung gadis yang sudah disukainya sejak lama.
Sudah sejak pertama kali Rama bertemu dengan Key saat Bian mengajaknya ke mansion,Rama menyukai Key.Saat itu,Key masih duduk di bangku menengah atas.Rama mengagumi Key dalam sikap cueknya.
"Bukan pacar,Bu."
__ADS_1
Wajah Key seketika berubah murung saat Rama mengatakan bahwa ucapan sang ibu salah.Namun,ketika Rama melanjutkan ucapannya,Key langsung mengangkat wajahnya dengan senyum yang mengembang.
"Tapi calon istri,kalau Dianya mau menerima anak Ibu ini,"ujar Rama.
"Tuh,Nak Key mau nggak sama anak ibu?"tanya Bu Sukma.
Key menundukkan wajahnya kembali mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung dari ibu si pria tampan yang sudah dilamarnya semalam.Ingin langsung menjawab mau,takut dianggap gimana ... gitu.
Bu Sukma mengajak Key masuk ke dalam rumahnya yang sederhana kalau dibandingkan dengan rumah Key.Di dalam,semua ruangan tertata dengan rapi dan bersih.
Ada beberapa foto terpajang di dinding.Rama adalah anak kedua dari tiga bersaudara.Kakaknya perempuan dan sudah menikah,begitupula adiknya.Tapi,adiknya juga sang suami tetap tinggal di rumah itu karena tidak tega kalau harus meninggalkan sang ibu seorang diri.Ayah mereka sudah lama tiada.
"Bang!"sapa adik iparnya yang baru turun dari lantai dua.
"Hai,Dinda nya mana?"tanya Rama yang belum melihat adik bungsunya.
Belum sempat adik iparnya menjawab,Dinda sudah berlari memeluk kakaknya yang sudah lama tak pulang ke rumah.Sejak adiknya menikah beberapa bulan yang lalu,Rama memang belum pernah datang kembali.Karena saat itu,Kia belum ditemukan dan Bian tidak bisa untuk ditinggal sendirian.
"Kangen!!!Eh,ini siapa,Bang?"
"Ini Key,calon menantu perempuan Ibu,"jawab Bu Sukma merangkul lengan Key.
Bu Sukma membawa Key duduk di sofa disampingnya.Dinda yang tidak pernah melihat Rama membawa seorang wanita ke rumah,jadi ingin menginterogasinya.Dia pasti sangat istimewa di hati sang kakak kalau sudah berani dibawa pulang ke rumah.
Mereka pun mengobrol,mencari tahu siapa Key sebenarnya.Bu Sukma memandang putranya saat dia tahu kalau Key ternyata adik dari bosnya.Dia khawatir kalau mereka tidak ditakdirkan untuk berjodoh.Status mereka sangatlah jauh berbeda.
Key yang melihat raut khawatir diwajah Bu Sukma mengerti apa yang dia cemaskan.Dibawanya tangan Bu Sukma dalam genggamannya.
"Kita semua sama,Bu.Kalian makan nasi,saya dan keluarga juga makan nasi,kok.Enggak makan beling,"canda Key mengurangi kekhawatiran Bu Sukma.
"Kalian cocok.Bang Rama yang super kaku dapet Key yang comel,"ucap Dinda yang lebih tua lima tahun darinya.
__ADS_1
Suami Dinda pun mengangguk setuju.Dia saja sampai mules-mules saat akan melamar Dinda pada Rama,saking gugupnya melihat wajah Rama yang dingin tanpa senyum.Tapi, setelah mengenal lebih jauh,ternyata kakak iparnya itu orangnya baik.