
Hari sudah berganti malam.Bian dan keluarganya tengah menikmati makan malam yang dimasak oleh Kia,Mommy serta Key juga ikut membantu meski hanya sedikit.Malam ini,Tuan David dan Nyonya Sofia juga Key akan menginap di rumah baru Bian.
"Kenapa tuh muka?Asem bener,"ucap Key.
"Nggak dapet jatah palingan,"timpal Tuan David dengan santainya.
Bian melotot tajam ke Daddy-nya.'Kok tahu',pikirnya.Kia mulai melayani suaminya makan, begitupula Nyonya Sofia juga mengambilkan nasi beserta sayur juga lauknya untuk sang suami.Sedangkan Key melayani dirinya sendiri.
"Jagoan Aunty,sini biar Aunty yang suapi,"Key mengambil keponakan tampannya dari pangkuan papanya.
Mereka pun makan malam dengan diselingi candaan.Kehangatan keluarga tercipta di meja makan itu.Beruntungnya Tuan David dan Nyonya Sofia bisa merasakannya.Selama ini,mereka hanya makan berdua karena Key yang sibuk dengan pekerjaannya.
Setelah makan malam,semuanya pun masuk ke kamar masing-masing yang sudah Bian siapkan.Rumah itu memang memiliki lima kamar.Sedangkan untuk art,Bian memintanya untuk datang pagi dan pulang sore.Tidak diperbolehkan untuk menginap.
Begitupula pak Ali dan pak Beno,mereka juga sudah memiliki keluarga.Jadi,seperti pertama mereka menjaga Kia,mereka juga akan berganti shift sampai pukul dua belas malam dengan penjaga lain yang Bian siapkan dan akan kembali lagi pukul setengah enam pagi.
Bian menggendong putranya yang sudah tertidur.Tadi,mereka sempat berbincang dulu di ruang keluarga sambil menonton dan bermain.Diletakannya Biyan di bagian tengah tempat tidur.
Putranya ini memang sangat mirip dengannya,bahkan tidurnya pun sama.Keduanya kalau tidur lebih menyukai posisi tengkurap.Kia keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian dengan baju tidur.
Sekarang gantian Bian yang masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih.Usai berganti pakaian,Bian keluar dari walk in closet dan tak menjumpai istrinya di atas tempat tidur.
Bian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya.Pintu ke arah balkon sedikit terbuka dan menerbangkan gordennya pelan,Kia pasti ada di sana.
Perlahan Bian mendekat dan melingkarkan tangannya di leher Kia seraya mengecup pelipisnya.Balkon adalah salah satu tempat favorit untuk Kia.Dan Bian juga meletakkan ayunan rotan dipojok nya.
"Kamu suka sekali berada di balkon seperti ini,"ucap Bian menaruh dagunya di bahu Kia.
"Pemandangannya enak dilihat dari sini."
"Sudah malam,dingin di luar seperti ini."
Kia membalik tubuhnya dan memeluk pinggang suaminya.
"Masih dingin?"tanya Kia mendongak.
__ADS_1
Bibir Bian melengkung membentuk senyuman,Bian menangkup pipi Kia dan menggesekkan hidungnya di hidung istrinya.Kening keduanya saling menempel.
"Sudah lebih hangat.Tapi ... akan lebih hangat kalau lebih dari sekedar berpelukan,"bisik Bian sensual.
Kia melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Bian pelan.Kenapa suaminya ini mesum sekali?Sudah tahu hasratnya terhalang palang merah,masih saja mau yang lebih.
Tapi,melihat begitu maraknya pelakor tidak tahu malu berkeliaran,Kia jadi was-was sendiri.Dia takut suaminya akan tergoda karena merasa tidak dilayani dengan baik di rumah,dan berakhir dengan jajan diluar.Pria kan terkadang ada saja alasannya untuk melakukan hal itu.
Tidak ingin suaminya tergoda sasimo diluar sana,Kia menekan rasa malunya untuk menggoda suaminya yang semakin bertambahnya usia semakin bertambah pula tingkat daya tariknya.
Baru saja Bian akan membuka mulutnya untuk protes karena didorong,Kia lebih dulu membungkamnya dengan bibirnya.Dengan pengalamannya menjadi seorang istri,Kia mengeksplor mulut Bian dengan lidahnya.
Bian membulatkan matanya dengan aksi nakal istrinya itu.Sudah mulai berani,pikir Bian.Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan,Bian membalas ciuman Kia tak kalah panas.
"Kamu menggodaku?"tanya Bian dengan nafas tersengal.
"Apa kamu tergoda?"Kia bertanya balik.
"Apa perlu diperjelas?Kamu sudah membangunkannya!"ucap Bian menempel pada Kia.
"Aku akan bertanggung jawab!"bisik Kia mengedipkan matanya.
* * *
Pagi hari ...
Seperti biasa,Kia bangun dan melakukan aktifitasnya.Begitupula dengan yang lainnya.Bian dan kedua orang tuanya sedang berolahraga joging di taman komplek.Key pun sudah bangun dan membantu Kia menyiapkan sarapan.Cuma putra mahkota yang masih terlelap di bawah selimut.
Selesai berolahraga,Bian masuk ke kamarnya dan mencium kening istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan memasaknya.
Lalu Bian menghampiri putranya yang baru saja membuka matanya sambil menguap lebar.Diusapnya puncak kepala Biyan yang baru bangun.Biyan berdiri dan duduk di pangkuan papanya, menyandarkan kepalanya di dada Bian.
"Jagoan Papa.Masih ngantuk,hum?"
"Ndak,"ucap Biyan membuka matanya lebar-lebar.
__ADS_1
Bian mencium pipi tembam jagoannya dengan gemas.Sebentar lagi,putranya ini akan genap berusia dua tahun.Dan mereka berdua lahir di bulan yang sama,cuma beda beberapa hari.Itu artinya,mereka akan sama-sama berulang tahun.
Usia Bian kini sudah hampir tiga puluh lima tahun.Dan dia baru memiliki seorang anak yang baru berumur hampir dua tahun.Bian bersyukur untuk itu,meski rekan bisnisnya yang seusia dengannya sudah memiliki anak yang sudah sekolah dan lebih dari satu.
"Kok malah tiduran lagi?Mandi sana,sudah siang ini!"omel Kia melihat suami dan putranya malah kembali berbaring.
"Kita mandi bareng!"seru Bian mengangkat tubuh Biyan di bahunya.
Kia menggeleng kecil dan tersenyum melihat keceriaan ayah dan anak itu.Kia pergi ke kamar sebelahnya melalui connecting door untuk mengambil baju anaknya dan kembali lagi ke kamarnya untuk menyiapkan baju kerja suaminya.
Lama dua pria beda generasi itu di dalam kamar mandi.Entah apa yang mereka lakukan di sana.Suara tawa keduanya terdengar di telinga Kia.
Usai mempercantik dirinya,Kia mengetuk pintu kamar mandi agar suaminya itu tidak mengajak putra mereka terus bermain.
Mendapat peringatan dari sang ratu, kedua pria itu bergegas menyelesaikan mandinya dan keluar.Di depan pintu,Kia sudah berdiri dengan tangan yang dilipat di depan dada.
"Ckk ... susah banget dibilangin!"sebal Kia.
"Sorry,"bujuk Bian.
Kia mengangkat Biyan ke atas tempat tidur dan memakaikannya minyak telon,baru memakaikannya baju.Sedangkan Bian langsung masuk ke walk in closet dan memakai baju yang sudah disiapkan oleh istrinya.
Setelah selesai,Bian menggendong putranya dan menggandeng tangan istrinya turun ke ruang makan.Di sana,kedua orang tuanya juga adiknya sudah menunggu kehadiran si pemilik rumah.Sarapan pun telah disajikan oleh art yang sudah datang.
Hari ini,Bian harus bekerja karena sudah tiga hari mengambil cuti.Rama pun sudah standby di teras rumahnya ditemani oleh pak Ali dan pak Beno.
"Papa berangkat ya!"pamit Bian mengecup pipi putranya.
Kia mencium punggung tangan suaminya dan dibalas Bian dengan mencium keningnya.
Aunty juga pergi dulu ya,nanti kita main lagi!"Key pun mencium pipi keponakannya,gemas.
"Hati-hati!"ucap Kia.
Kedua kakak beradik itu mengangguk dan pergi menuju mobilnya masing-masing.Sampai di dekat mobilnya,Key melirik ke arah Rama yang membukakan pintu untuk Bian.Rama mengangguk kecil seperti biasanya pada Key.
__ADS_1
"Hufth ...,"Key masuk dan menutup pintu mobilnya dengan keras.
Entah ada apa dengan dirinya.Kenapa dia kesal melihat Rama yang seolah tidak peduli dengannya.