
"Dasar pak tua menyebalkan.......!"teriak Kia menendang-nendang pintu dan membanting tasnya di lantai sampai Kia merasa lelah sendiri dan kembali menuju ke ruang tengah.Dilemparnya tasnya ke atas sofa dan menjatuhkan tubuhnya juga di sofa empuk itu.
Kia meletakkan kepalanya di atas bantal sofa sembari memikirkan bagaimana caranya dia bisa keluar dari sana.Ponselnya hilang,mungkin lebih tepatnya sengaja dihilangkan oleh pak tua gaje itu.Mau menelpon pake telepon rumah juga nggak bisa karena sambungannya sengaja diputus.Mau teriak cari bantuan kayaknya nggak mungkin juga.Bisa saja kan apartemennya kedap suara sehingga orang yang ada di luar tidak akan bisa mendengar atau sengaja tidak ingin mendengar, entahlah.
Kia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.Saat ini,Kia cuma bisa pasrah.Mungkin memang beginilah akhir dari hidupnya.Sendirian di apartemen yang mewah tanpa makan.Kia jadi berpikir yang tidak-tidak karena kelaparan.Padahal belum ada satu hari Kia tidak makan.Kia akhirnya memutuskan untuk menonton saja dan lama-kelamaan Kia jadi mengantuk dan tertidur tak lama kemudian.
Ting.......
Pintu terbuka setelah tiga jam lebih Kia tertidur karena kelaparan.Kia mendengus sinis melihat Rama yang datang.Rama menghampiri Kia dan memberikan paper bag yang berisi beberapa makanan dari Resto ternama di kota itu.
"Apa tuanmu itu masih punya hati nurani untuk memberi makan anak yatim-piatu ini?"sarkas Kia melihat Rama yang sedang menyiapkan makanan untuknya.
"Apa dia tidak ingat kalau belum memberiku makan sejak siang tadi ?"Kia masih mengomel dengan mulut yang terisi penuh.
Rama membiarkan Kia mengomel melampiaskan kekesalannya dengan mengarahkan ponselnya ke arah Kia.Ternyata Rama sedang melakukan panggilan video dengan Bian.
__ADS_1
Diseberang sana,Bian tertawa geli melihat Kia yang mengomel dengan pipi yang menggelembung karena kebanyakan isi.Hah.. belum sehari tapi dia sudah ingin bertemu lagi.Apa dia sudah mulai merindukan istri kecilnya itu, mungkin saja.
Setelah selesai makan,Kia juga berhenti mengomel.Kia kenyang makan sementara Rama dan Bian kenyang mendengar omelan Kia.Kia melihat sisa makanannya yang ada di atas meja, banyak juga makanan yang masuk ke dalam perutnya.Kok nggak berasa ya ?
Rama menyerahkan ponselnya kepada Kia.Kia mengerutkan dahinya dan mengambilnya.Ah.. ternyata pak tua menyebalkan.
"Sudah kenyang, istri kecilku ?"Kia menatap ke arah lain,tak mempedulikan Bian.Dia masih kesal dengan pak tua itu.
"Hei, tatap aku kalau aku sedang bicara denganmu !"kesal Bian dengan tingkah Kia.
"Saya tidak menyangka,selain pak tua yang pelit, ternyata anda juga pak tua yang sangat tega.Anda memaksaku menikah tapi tidak memberiku makan, punya kulkas sebesar itu tapi tidak ada isinya.Ponselku juga anda ambil,kan ? terus anda pergi tanpa memberitahu password apartemen ini.Apa anda ingin membunuhku pelan-pelan di apartemen ini ?"Kia kembali mengomel.
Selama ini, tidak ada yang berani melakukan hal itu padanya.Ternyata seperti ini rasanya diomelin istri.
"Hei,pak tua ! apa anda masih mendengarkan saya ?"Kia mengibaskan tangannya di depan ponsel.Bian mendengus mendengar Kia memanggilnya pak tua.Pak tua, saya,anda, kesal sekali rasanya Bian mendengarnya.
__ADS_1
Rama geleng-geleng kepala mendengar percakapan pasangan suami-istri baru itu sambil membereskan sisa-sisa makanan di atas meja dan membawanya ke dapur untuk dibuang ke tempat sampah.Kia yang makan,tapi Rama yang membersihkan sampahnya.Memang tadi Bian lupa kalau tidak ada makanan di apartemen.Karena kesal juga tidak bisa menikmati malam pertama dengan istri barunya,Bian jadi tidak bisa berpikir.Dasar pak tua mesum.Karena Bian masih harus mengerjakan pekerjaannya yang tertunda,jadi Rama lah yang di tugaskannya untuk pergi ke apartemen.
"Apa aku terlihat setua itu ? kenapa selalu menyebut ku pak tua ? dan kenapa juga berbicara dengan suamimu sendiri kaku begitu.Asal kau tahu, umurku baru tiga puluh tiga tahun.Jadi, belum terlalu tua juga, paham ?"Bian jadi mengomel juga.
Tiga puluh tiga tahun bagiku sudah tua,apa tuan lupa kalau umurku baru sembilan belas tahun ?"cibir Kia.
"Itu bukan tua,tapi dewasa,"jelas Bian tak mau kalah.
"Dan satu lagi, jangan panggil aku tuan ! aku suamimu bukan majikanmu.Panggil suamimu dengan panggilan yang mesra.Panggil sayang kek,honey atau mas juga nggak apa-apa,"Kia mencebikkan bibirnya membuat Bian ingin sekali mencumbunya.
"Password nya juga sudah di ganti dengan tanggal pernikahan kita,"lanjut Bian.
"Berapa ?"tanya Kia mikir.
"Baru tadi kita menikah, bahkan ini belum berganti hari dan kau sudah melupakannya ?"geram Bian.
__ADS_1
Kia segera mematikan sambungan video call nya dengan Bian dan melempar ponsel Rama ke pojok sofa melihat wajah Bian yang mulai kesal.
Bian tambah kesal saat panggilan video nya dimatikan Kia.Tapi sesaat kemudian,Bian mengembangkan senyumnya karena mereka sudah berbicara layaknya seperti suami-istri pada umumnya tanpa adanya bentakan dan tangisan.Mungkin Kia berani karena Bian tidak ada dihadapannya.