Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Bekal dari Istri Kakak???


__ADS_3

Di dalam kamarnya,Nyonya Sofia sedang makan siang dengan disuapi oleh menantu kesayangannya,Seline.Sudah sejak pagi tadi Seline berada di kediaman keluarga Abraham.


"Mommy,satu suap lagi ya!"


"Mom sudah kenyang,sayang."


"Heuh....ya udah deh."Seline menyerah.


Seline meletakkan mangkuk sup bekas Mommy makan tadi ke atas nakas dan mengambil obat yang sudah disiapkan oleh ART.Mommy meminum obat yang Seline berikan dengan patuh.Key yang melihat Mommynya begitu patuh pada Seline menyenggol lengan Bian dengan bahunya.


"Menantu idaman Mommy!"tunjuk Key dengan bibirnya.


Bian menatap malas pada adiknya itu.Nyonya Sofia mengalihkan pandangannya ke pintu.Bian menghampiri Mommynya yang masih kelihatan sedikit pucat lalu mencium keningnya.Seline berdiri agar Bian bisa duduk di samping Mommy Sofia.


"Kok bisa sakit seperti ini?"tanya Bian lembut.


"Mommy sudah sehat,kan menantu Mom yang jagain.Kamu lihat sendiri kan tadi?"Nyonya Sofia berusaha meyakinkan putranya.


"Mom,please!Hargai keputusanku kali ini."


"Sayang,kalian bisa memperbaiki apa yang salah dalam pernikahan kalian.Mom yakin masih ada harapan untuk pernikahan kalian."


"Lebih baik Mom istirahat!Aku juga harus kembali ke kantor."


"Makan dulu ya,biar Seline yang akan menyiapkannya!"bujuk Nyonya Sofia.


"Nggak usah,Mom!Bian pergi dulu!"Bian mencium kening Mommynya dan pergi dari kamar.


"Mommy,Seline kejar Bian sebentar!"


Mommy mengangguk dan Seline pun pergi ke luar kamar,mengejar Bian.Seline memanggil Bian yang sudah berjalan turun.


"Kenapa?"tanya Bian singkat.


"Bisa bicara sebentar?"


Bian mengangguk dan mengajak Seline ke luar,tepatnya ke kolam renang di dekat taman belakang.Bian mempersilahkan Seline duduk. Bian duduk berhadapan dengan Seline seraya menyandarkan punggungnya,menunggu Seline berbicara.


"Apa kita harus melakukan ini semua?"Seline bertanya takut-takut.


"Ya.Rama sudah mengurusnya dan mungkin besok,surat gugatan akan dikirim ke kamu."


"Hah?Secepat itu?"Seline menatap Bian.


"Lebih cepat lebih baik!"


"Tapi,kita belum pernah membahasnya sebelum ini.Seharusnya,kamu kasih aku waktu untuk berpikir."

__ADS_1


"Aku sudah membicarakan hal ini waktu kamu di negara S dan aku kasih kamu waktu selama kamu berada di sana.Apa masih kurang?"tanya Bian dengan wajah yang datar.


"Aku di sana untuk bekerja bukan untuk memikirkan perceraian."


"Apapun itu!"


"Kamu nggak bisa dong seenaknya begini!"


"Bukankah selama ini kita selalu begitu? Melakukan hal seenaknya kita saja tanpa peduli satu sama lain."


"Tapi,Papa-"


"Aku sudah membicarakannya dengan Papamu.Mereka mengizinkan ataupun tidak,itu bukan urusan kita.Ini pernikahan kita,mereka tidak berhak ikut campur didalamnya."


"Apa ada orang lain?"lirih Seline.


"Bukankah sejak awal memang sudah ada orang lain?"


Seline mendongakkan wajahnya menatap wajah dingin itu.Apa selama ini,Bian tahu tentang Dia dan Ken?Seline jadi was-was menatap netra tajam yang lelaki di depannya ini miliki.


"Lakukan saja apa yang aku inginkan,maka semuanya akan baik-baik saja!"Bian memberikan sedikit ancaman.


Bian berdiri dan pergi dari sana.Seline hanya menatap punggung Bian sampai menghilang dibalik gorden pintu kaca.Tuan David yang tak sengaja melintas,mendengar sedikit pembicaraan antara putra dengan menantunya itu.


"Tidak akan berubah pikiran?"tanyanya menghentikan langkah Bian.


"Seorang pria tidak boleh plin-plan dalam mengambil keputusan.Apapun hasilnya,itu adalah resiko yang harus diambilnya.Itu yang seseorang ajarkan padaku."Bian melanjutkan langkahnya meninggalkan Daddy-nya yang terpaku ditempatnya.


"Kita kembali ke kantor!"


"Baik,Tuan."


"Kak Bian......tunggu!"teriak Key.


Key berlari menyusul kakaknya yang tidak menghentikan langkahnya sejengkal pun.Nafasnya ngos-ngosan begitu masuk ke dalam mobil yang Rama kendarai.


"Pulangnya bareng,masa perginya ninggalin!"kesal Key.


"Jalan!"


Rama melajukan kendaraannya tanpa banyak kata seperti biasa.Key semakin kesal karena diabaikan oleh duo kanebo kering di depannya.


"Kak,kita makan dulu,ya?Aku belum sempat makan tadi!"rengek Key.


Mendengar kata makan,Bian jadi teringat bekal yang Ia bawa tadi pagi dan pesan yang Kia kirim.Bian mengambil ponselnya di dalam saku jasnya dan melihatnya.Tidak ada pesan lagi dari istrinya itu.Perhatiannya pendek sekali,cuma lima pesan spam tanpa panggilan telepon apalagi video.Bian merasa miris sekali.


"Kalau kalian mau makan,makan aja di cafe dekat kantor!"

__ADS_1


"Loh,Kakak belum makan juga kan?"


"Kakak bawa bekal,Kakak akan makan di ruangan Kakak aja!"


"Sejak kapan Kak Bian bawa bekal makan siang?Memangnya Kak Bian bisa masak sendiri?"


"Kalau ada istri,ngapain melakukannya sendiri!"


"Hah????"Key bingung dengan apa yang Kakaknya ucapkan.


Bian keluar dari mobil saat sudah sampai di depan kantornya dan buru-buru melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Sementara Key masih dibuat bingung dengan ucapan Bian yang sedikit ambigu.


"Nona!Mau makan di cafe depan atau saya antar langsung ke butik?"Rama menyadarkan Key.


"Lu ngusir gua?"


"Saya akan mengantar Nona!"


"Nggak usah.Lu pesenin gue makanan aja,terus Lo bawa ke ruang kerja Kak Bian!"


"Baik,Nona."


"Baik,Nona."Key mengulang perkataan Rama dengan bibir yang memble lalu keluar dari mobil.


"Wah!Kelihatannya enak itu."


Seperti biasa,Key selalu masuk ke ruangan Bian tanpa harus mengetuk pintu dulu.Melihat bekal makanan yang Bian nikmati,rasanya air liur Key akan segera menetes.Mulutnya menganga lebar minta disuapi.


"Aaaa.....!"rengek Key.


"Kamu pesan sendiri aja sana,di kantin kantor atau di cafe depan!"


"Nggak mau,maunya yang itu!"tunjuk Key pada makanan Bian.


"Aaaaaaaa!"ulangnya lagi.


Meski dengan berat hati,Bian menyodorkan seujung sendok masakan Kia.Key mengunyahnya perlahan-lahan dan menikmati rasanya.Key mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa?"


"Dikit banget sih,ngasihnya,"protes Key.


"Untung dikasih,"balas Bian tak mau kalah.


"Kak!"


"Hem?"

__ADS_1


"Jawab yang jujur ya!Ini bekal dari siapa?"


"Dari istri Kakak!"jawab Bian enteng.


__ADS_2