
"Kia....!"
Sontak Putri yang terkejut menutup kembali pintu rumahnya sampai jari tamu yang datang sedikit terluka karena terjepit.
"Ahhh......"teriaknya.
"Aduh,maaf.....maaf.....!Saya nggak sengaja,Pak.Bapak sih,bikin saya kaget!"ujar Putri langsung membuka pintu.
"Seharusnya saya dong yang kaget,melihat kamu masih menapakkan kaki kamu di atas tanah.Semua orang sudah menganggap kamu tiada.Ya.......kecuali suami kamu itu sih,"kata Pak Dani.
"Suami siapa yang Bapak ini maksud?"tanya Salwa menatap Putri.
"Ya suami Dia lah,"Pak Dani menunjuk Putri.
"Jadi,suami kamu masih hidup.Aku pikir,kamu seorang janda kembang yang masih sangat muda.Tapi,Pak!Bapak siapanya putri?"tanya Salwa.
"Putri siapa?"tanya Pak Dani mengernyit bingung.
Salwa menepuk keningnya sendiri,"Wanita dihadapan Bapak ini,memangnya siapa lagi?"
"Hey....wanita ini bernama Kia,bukan Putri.Dan satu lagi,saya belum setua itu sampai kamu panggil saya Bapak atau Pak begitu,"sewot Pak Dani.
"Ya...ya.....baiklah Bu,"balas Salwa.
"Kau...."kesal Pak Dani.
"Kalian berdua ini so sweet banget sih!"lerai Kia membuat kedua orang itu melongok.
"Kamu belum jawab pertanyaan Kakak,kamu itu Kia atau Putri?"tanya Salwa.
"Dua-duanya!Namaku Azkia Putri,mau manggil Kia ataupun Putri itu sama saja,"jelas Kia.
"Bener juga sih.Tapi Ibu ini siapanya kamu?"Salwa masih bingung.
"Sekali lagi kamu panggil saya Ibu atau Bapak,saya nikahin kamu sekarang juga!"ancam Pak Dani.
"Yah,jangan sekarang deh,Pak!Waktunya nggak tepat,"jawab Kia yang membuat Salwa membulatkan matanya.
"Tapi ini jari saya gimana?Ajak masuk kek,kasih minum terus makan juga gitu!"ucap Pak Dani ngelunjak.
"Cih,dasar tamu tak tahu diri!"ucap Salwa masuk kedalam melihat Biyan yang sudah tertidur di depan TV.
Tadi Biyan memang sudah terlihat mengantuk saat bermain bersama dengan ibunya.Makanya,Salwa membiarkannya menonton kartun kesukaannya sebelum mengikuti Kia membuka pintu.
* * *
Satu Minggu sudah,Bian menunggu laporan dari anak buahnya untuk mencari tahu tentang kalung dengan liontin berlian milik istrinya yang sudah berpindah tangan.
__ADS_1
Ternyata,kalung itu tidak dijual langsung ke toko perhiasan.Melainkan sudah melewati beberapa tangan.Makanya,mereka mengalami sedikit kesulitan untuk menemukan siapa orang pertama yang menjualnya.
Tapi,itu tak menjadi masalah untuk Bian.Dia sudah sangat berharap akan bertemu dengan istrinya lagi.Key juga Rama pun selalu ada di belakangnya sebagai support system untuknya.
"Kak!Dimakan,jangan diaduk-aduk gitu makanannya!"pinta Key.
"Nggak laper,"kata Bian acuh.
"Ya dipaksa dong!Kakak pernah ngaca nggak sih?"tanyanya sudah mulai jengkel.
"Kenapa?"Bian menatap Key datar.
"Kalau Kia sudah ketemu,jangan-jangan Dia bukannya seneng lihat Lo,malah ketakutan lagi."
"Nggak mungkin!"balas Bian ngotot.
"Nggak mungkin apanya?Coba deh Lo ngaca,zombie aja lebih enak dipandang mata daripada lo!"ejek Key.
"Memangnya kamu pernah melihat zombie?"cibir Bian.
"Ya elah,zombie doang.Lihat aja di TV,banyak tuh zombie berkeliaran,"ujar Key enteng.
"Terserah kamu saja lah!"Bian berdiri dan meninggalkan Key sendirian di meja makan.
* * *
Sang Pangeran kecil sudah tertidur nyenyak di kamar setelah di timang-timang oleh ibunya tadi.Pak Dani memberikan cangkir berisi coklat panas pada dua perempuan itu dan ikut duduk menikmati malam yang dipenuhi bintang.
"Jangan menginterogasi saya lagi,Pak!Saya mohon!"harap Kia.
"Oke....oke....Kamu selamat dan sehat saja sudah membuat saya bersyukur.Apalagi ada Biyan yang menjadi penyemangat kamu.Tapi kasihan juga suami kamu itu,Dia terus mencari kalian,"ujar Pak Dani.
"Suami kamu berhak mengetahui kalau istri dan anaknya masih hidup,Kia!"imbuh Salwa.
"Kakak benar,tapi nggak sekarang.Aku akan mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengannya lagi,"lirih Kia.
"Ya,sudah.Senyamannya kamu aja!"ucap Salwa tak ingin memaksa.
"Oh,iya!Pak Dani sudah menikah?"tanya Kia menutup pembicaraannya tentang suaminya.
"Belum,kenapa?Kamu mau menikah dengan saya?"tanya Pak Dani.
"Saya istri orang Pak!Gimana kalau sama Kak Salwa aja!"bujuk Kia bak Mak comblang.
Salwa melototi Kia tajam,"Kenapa Kakak yang kamu tumbal kan?"
"Nggak apa-apa kok,kalau Salwa nya mau,"cengir Pak Dani.
__ADS_1
"Tapi saya janda,Pak Dani masih tetap nggak apa-apa?"sinis Salwa.
"Nggak apa-apa,saya juga sudah nggak perjaka lagi,"ucap Pak Dani kelewat jujur.
Byur.....
Cokelat panas yang baru Kia seruput menyembur dari mulutnya mendengar pengakuan mantan dosennya itu.Harus banget mengumbar aib sendiri?pikir Kia.
"Maaf....maaf....panas!"Kia menjulurkan lidahnya.
Untung saja mereka bertiga tidak duduk berhadapan.Akan ada korban kalau salah satu dari mereka duduk di kursi depan Kia.
"Tapi saya masih perawan!"jelas Salwa memberitahu.
Uhhuuukkkk..... uhhuuukkkk......
Kini,Pak Dani lah yang tersedak saliva nya sendiri.Pengakuan yang super sekali.
"Kok bisa,katanya sudah jadi janda?"tanya Pak Dani terkejut.
"Ya bisalah,suami saya meninggal setelah akad dilangsungkan,"ujar Salwa sedikit sedih mengenang pernikahannya.
Salwa dan suaminya memang menikah karena dijodohkan.Jadi,saat suami yang baru lima belas menit menikahinya meninggal dunia,Salwa tidak begitu merasa kehilangan.Cuma sedih karena menjadi bahan omongan orang yang menganggap bahwa dirinya pembawa sial.Padahal,suaminya meninggal karena sakit yang sudah lama dideritanya.
* * *
Bian duduk di tepi pantai,menunggu adiknya yang pergi membeli kelapa muda ditemani oleh Rama.Sudah selama ini,kabar keberadaan istrinya belum juga sampai di telinganya.
Hari inipun sama,sudah dari pagi mereka bertiga mencari tapi tak jua kunjung bertemu. Entah dimana Kia nya bersembunyi.
"Tuan....!"teriak Rama dari jauh.
"Kak Bian....!"teriak Key juga.
"Kak...huf....huf...."
"Tuan,Nona Kia sudah ditemukan!"seru Rama.
Deg
Jantung Bian berpacu dengan sangat cepat.Benarkah apa yang didengarnya?Atau dia salah dengar?Bian mengguncangkan tubuh Asisten pribadinya itu dengan semangat.
"Kamu yakin itu benar-benar Kia ku?"Bian memastikan pendengarannya.
"Iya,Kak!Akhirnya keyakinan Kakak berbuah manis.Kia masih hidup!"ucap Key terharu melihat semangat kakaknya yang tak pernah padam.
"Tunggu apa lagi,bawa aku pada istriku!"
__ADS_1