Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Pak Tua Mesum


__ADS_3

Di sebuah warung tenda, seorang gadis sedang bercengkrama bersama teman prianya.Mereka terlihat asik bercanda tawa.Namun tiba-tiba,si gadis merasa aura gelap menyelimuti sekelilingnya.


Kia mengusap tengkuknya yang merinding disko.Seolah di belakang tubuhnya,berdiri sosok yang menyeramkan.Kia menolehkan kepalanya ke belakang.


"Astaga....."teriaknya tertahan dengan tangan yang terus mengelus dadanya.


"Sudah puas ngobrolnya?"tanya seorang pria bertopi hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya.


Kia sangat hafal dengan suara pria ini.Bian 'si pak tua' ini pasti.Bian mencekal tangan Kia, menyeretnya keluar dari warung tenda pinggir jalan menuju ke mobilnya diparkirkan.Teman Kia menghentikan Bian yang memaksa menarik tangan Kia.


"Jangan memaksa dong,Tuan!"ucapnya menarik tangan Kia yang dicekal Bian.


Bian melepaskan tangan pria itu dengan kasar dan segera mengangkat Kia di bahunya dan pergi.Rama menghentikan teman Kia saat dia akan menghalangi Bian.


"Dia suaminya!"beritahu Rama.


* * *


"Turunkan aku!"Kia memberontak minta diturunkan.


Bian tak mempedulikan permohonan Kia.Dia sedang kesal,baru pulang sudah mendapatkan laporan, istrinya sedang berduaan dengan pria lain.Sebenarnya Kia tidak berduaan,kan masih ada pengunjung lain di sana yang sedang makan juga.Bahkan Pak Ali dan Pak Beno juga ada di sana.Dasar Bian saja yang terlalu berlebihan.

__ADS_1


"Cepat turunkan aku!Malu dilihatin orang."


Bian menurunkan Kia dan membuka pintu mobilnya.Bian menatap Kia dingin,"Masuk."


Kia menghentakkan kakinya kesal dan masuk ke dalam mobil disusul Bian.Rama pun masuk dan segera menjalankan mobilnya menuju apartemen.Sepanjang perjalanan,mobil terasa sunyi seperti sedang ujian.Kia sesekali melirik Bian yang memasang wajah seramnya.Bian sudah melepas atribut penyamarannya.Saat Bian menoleh,Kia langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Sesampainya di apartemen,Bian tidak melepaskan tangan Kia dan langsung membawa Kia masuk ke dalam.Bian melempar Kia hingga jatuh ke sofa.


"Sudah aku bilang,jangan macam-macam di belakangku!"Bian menarik dagu Kia dan menciumnya dengan kasar.


Kia berusaha mendorong dada Bian agar melepaskan ciumannya.Bian memegang kedua tangan Kia dan menyembunyikannya di belakang tubuh Kia.Bian menggigit kecil bibir Kia agar dia bisa memasukkan lidahnya.Kia melotot mendapat serangan seperti itu.


Bian melepaskan ciumannya dan kembali menggendong Kia di bahunya menuju kamarnya.Kia masih saja memberontak dan memohon untuk di turunkan.Bian menghempaskan Kia ke kasur empuk itu dan kembali mengunci pergerakan Kia.Kia tambah ketakutan saat Bian membuka kancing kemejanya sendiri.Raut mukanya sudah berbeda dari Bian yang biasanya.Wajahnya memerah seperti menahan sesuatu.


Bian menutupi tubuh polos keduanya dengan selimut.Ditatapnya wajah dengan sisa-sisa jejak air mata itu dengan senyum kecil.Bian adalah yang pertama untuk Kia dan Bian bangga akan hal itu.Kia masih tertidur pulas karena kelelahan,mungkin.Bian mengecup seluruh wajah Kia,gemas.Kia merasa terusik tapi tidak membuka matanya.Bian membawa Kia ke dalam pelukannya dan menyusul Kia ke alam mimpi.


* * *


Di lain tempat.


Di sebuah Villa mewah,sepasang kekasih juga sedang memadu kasih mereguk manisnya surga dunia.Seline yang sedang berlibur dengan temannya,ternyata juga membawa kekasihnya yang selama ini selalu mengisi kekosongan hatinya karena Bian yang selalu sibuk dengan dunianya sendiri.

__ADS_1


"I love you,Honey!"ucap kekasihnya saat mereka sudah mencapai pelepasannya.


"Love you too,"balas Seline mencium bibir kekasihnya itu.


"Kapan kalian akan bercerai?Aku sudah tidak sabar ingin menikah denganmu."Ken memeluk tubuh polos Seline.


Seline duduk dengan selimut yang menutupi tubuhnya,"Nanti!Perusahaan Papa masih membutuhkan Bian untuk kembali normal."


Ken juga seorang pengusaha,namun perusahaannya masih di bawah perusahaan Bian.Bian adalah pesaing bisnis yang sangat susah ditaklukkan.Setiap tahun ABR Company selalu mengalami peningkatan.Jadi sangat sulit untuk dikejar.


"Kamu masih tetap setia menungguku,kan?"


"Always,Honey!"


* * *


Kia terus menyamankan tidurnya di dada telanjang Bian.Kia meraba gulingnya,"Kenapa ada detaknya?"


Kia membuka matanya perlahan dan menjauhkan tubuhnya.Bian memicingkan matanya sebelah karena sentakan Kia."Kenapa harus selalu rusuh sih,Kia?"


Bian kembali menutup matanya dengan tidur telentang.Kia melihat tubuhnya yang masih polos dan teringat kejadian itu.Kia buru-buru turun dari tempat tidur dan tanpa sengaja menginjak paha Bian.Bian langsung duduk dan meringis mengelus pahanya."Kia............"

__ADS_1


Kia langsung masuk kamar mandi dan mengunci pintunya.Untung paha yang diinjak,coba kalau perut,wah bisa keluar api dari mulut Bian.Kia melihat tubuhnya di cermin yang terpasang di atas wastafel dan menutup mulutnya dengan tangan.Banyak sekali tanda merah menghiasi leher dan dadanya.Kia terduduk lesu dan kembali menangis."Dasar Pak Tua Mesum........"


__ADS_2