Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Penangkapan


__ADS_3

Masih asik mengarungi dunia mimpi,Robby terpaksa membuka matanya saat ponselnya terus berdering memekakkan telinga.Wanita yang juga masih tidur di sampingnya pun harus menutup telinganya dengan selimut karena merasa terganggu.


"Apa kau harus mengganggu gue sepagi ini,hah?"teriak Robby pada seseorang di seberang sana.


"Sorry,Bos.Ini urgent."


"Katakan!"


"Bos ... polisi sedang menggeledah club' kita,"panik anak buahnya.


Robby menghela nafas,menahan geram.Ini bukanlah perkara yang mengharuskan dia terganggu dengan berita yang tidak penting ini.


Clubnya memang sering diperiksa oleh pihak kepolisian.Apa yang harus ditakutkan?Dia sudah menyimpan rapi barang-barang haramnya.Robby juga sudah melenyapkan bukti-bukti transaksi yang dia lakukan.


Kalaupun ada sedikit keteledoran darinya atau anak buahnya,dia tidak akan ditangkap karena ada seseorang di lembaga kepolisian yang akan melindunginya.Itulah alasan,tempat hiburan miliknya tetap bisa beroperasi meski melakukan pelanggaran.


"Itu yang lo sebut urgent?Pagi gue terganggu cuma karena masalah itu?"tanya Robby datar.


"Tapi,Bos.Yang menggeledah bukan orang-orang yang biasanya.Mereka bahkan memeriksa sampai ke daerah terlarang.Mereka terus memaksa masuk,"ujar anak buah Robby diseberang sana.


"Apa mereka menunjukkan surat izin penggeledahan?"Robby sudah mulai terpengaruh.


"Iya,Bos."


"Tahan terus sampai gue dateng!"


Robby segera turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.Tidak butuh waktu yang lama untuknya mandi.Dia langsung memakai pakaiannya dengan mulut yang terus mengumpat tiada henti.


"Brengsek!!!Siapa orang to**l yang berani mengusik gue?Awas aja,gue nggak akan segan menghancurkan tuh orang sampe lenyap dari muka bumi ini,"geramnya sembari memakai pakaiannya.


Belum selesai memakai pakaiannya dengan lengkap,ponsel Robby kembali berdering.Anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga club' miliknya di kota lain yang menghubungi.Apalagi sekarang???


"APA???"jeritnya saat bawahannya mengabarkan bahwa clubnya yang lain juga digeledah oleh polisi.


"Damn it !"umpat Robby.

__ADS_1


Robby tergesa keluar dari kamarnya,meninggalkan wanita yang sudah menghangatkan ranjangnya semalam.Baru kakinya melangkah keluar dari pintu,beberapa polisi memperlihatkan surat penangkapan tepat di depan wajahnya.


"Saudara Robby,Anda harus ikut kami ke kantor!"ucap pak polisi.


"Pak,ada apa ini sebenarnya?Apa salah saya?"berontak Robby tak ingin diborgol.


Robby terus memberontak sampai polisi menjatuhkannya dan menekan punggungnya dengan lututnya.Nafas Robby memburu karena lelah memberontak dengan wajah yang masih menempel pada lantai,sampai akhirnya dia pingsan.


"Nih cowok,lemah banget!"ucap pak polisi.


"Sudah,angkut!Kita bawa ke rumah sakit dulu!Siapa tahu dia sekarat,"ujar pak polisi yang lainnya.


Mereka pun menggotong Robby sampai ke parkiran dan memasukkannya ke dalam mobil polisi menuju rumah sakit.


* * *


Pagi yang cerah kembali hadir di kediaman keluarga tuan David.Luka yang Key alami perlahan pulih,baik fisik maupun psikis nya.Di dalam kamarnya,Bian terus memandang istri kecilnya yang sudah terlihat lebih dewasa.


Dia jadi khawatir,istrinya semakin matang dengan bertambahnya usia.Jarak usia yang begitu jauh,membuatnya takut kalau Kia bisa saja mencari pria lain yang lebih muda darinya.


"Nggak usah berpikir yang macam-macam!"ucap Kia seakan tahu apa yang menjadi kerisauan suaminya.


Kia jadi kesulitan memasangkan dasi pada Bian karena terlalu menempel padanya.Suaminya ini memang suka sekali membuatnya kesal.


"Lepas ih!Susah ini masangnya,"sebal Kia melepaskan diri.


Cup ...


Bian malah mengecup bibir Kia yang sudah maju beberapa senti.Kia semakin membulatkan matanya.Hari sudah beranjak siang,tapi Bian malah bermain-main seperti ini.


"Sudah ya,Mas!Ini sudah siang,nggak baik seorang petinggi perusahaan malah telat masuk kantor,"ucap Kia berusaha tidak kesal.


"Iya-iya ... tapi kiss dulu!"pinta Bian memajukan bibirnya.


Mau tak mau Kia pun menurut, memberikan apa yang suaminya inginkan.Hampir empat menit Bian ******* bibir manis istrinya,Kia segera mendorong dada Bian agar tidak kebablasan.

__ADS_1


Usai drama memasang dasi,Bian dan Kia turun ke bawah ke ruang keluarga.Karena semua anggota keluarga sudah sarapan tadi,mereka melanjutkannya dengan mengobrol di sana sambil menonton TV.


Tuan David dan yang lain fokus dengan berita yang menayangkan penggeledahan beberapa club' malam milik seseorang berinisial RS.Biyan yang pusing mendengar pemberitaan yang tidak dimengerti olehnya lebih memilih untuk bermain Lego saja.


"Dasar jahat!Bisa-bisanya Dia menjual manusia seperti itu.Mana bisnisnya bisnis barang haram lagi.Tuh ... tuh ... coba lihat!Manusia kok dikurung ditempat pengap seperti itu.Banyak banget lagi orangnya,"kesal nyonya Sofia.


Biasalah ya,emak-emak kalau nonton berita suka terbawa emosi.Apalagi kalau berita gosip,beh ... kalau nggak komentar,seperti ada yang mengganjal gitu diujung lidahnya.


"Biasa aja kali,Mom!Sampe emosi gitu,"ucap Key yang juga merasa geram.


"Nggak bisalah,biasa aja.Mereka tuh harus dihukum seberat-beratnya.Mentang-mentang mereka butuh biaya,terus seenaknya saja gitu tuh penjahat memperlakukan mereka seperti itu.Big No,Key!!!"seru nyonya Sofia menggebu-gebu.


Key jadi garuk-garuk kepala mendengar orasi dari Mommynya.Bian yang baru bergabung menatap datar pada pemberitaan yang ada di televisi.Itu belum seberapa,lihat saja nanti.Siapa yang bersalah,dia harus mendapatkan ganjaran yang setimpal.


"Kak?"


Bian menoleh ke arah adiknya."Apa?"


"Kenapa tatapan Lo,kek horor banget gitu?"tanya Key merinding sendiri.


"Kenapa?Apa kamu takut ... Hua ha ... ha ... ha ...,"tawa Bian dibuat-buat layaknya raksasa mengejar timun mas.


Bughhh ...


Kepala Bian dipukul dengan bantal sofa oleh nyonya Sofia.Dia lagi seru-serunya menyaksikan berita,putranya yang duduk tepat di sampingnya malah tertawa seperti orang kerasukan.Membuatnya kaget saja.


"Ha ... ha ... ha ... rasain!"ejek Key.


"Papa,napa?"tanya Biyan menghampiri papanya.


"Papa kamu bikin Oma kaget,"ucap Nyonya Sofia membantu Biyan naik ke sofa.


"Oooo ...,"ucap Biyan tak ambil pusing.


Lebih baik acara televisinya diganti kartun sajalah.Pusing juga lama-lama melihat berita.Bikin darah tinggi yang ada.

__ADS_1


Tuan David menatap putranya penuh curiga.Apa ada campur tangan darinya untuk berita-berita yang tengah happening saat ini?Cuma orang yang punya kekuasaan yang bisa melakukan itu.Acara penggeledahan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap tempat hiburan malam langsung disiarkan secara live.Para pencari berita tidak mungkin langsung tahu kalau tidak ada yang memberi bocoran.


Pemeriksaan pun sampai kepada hal-hal yang pasti sudah disembunyikan rapat-rapat oleh pemiliknya.Ini jelas-jelas disengaja.Pasti ada hal buruk yang dilakukan pemiliknya sampai membuat Bian bertindak sejauh ini.Tuan David melirik ke arah putrinya yang kepala serta hidungnya masih diperban.Apa ini ada hubungannya dengan musibah yang menimpa Key?


__ADS_2