
Di basemen sebuah tempat perbelanjaan,Bian memakaikan masker pada Kia.Kia menjauhkan wajahnya dari Bian,tidak cukupkah hanya dia yang memakai masker?kenapa dirinya juga harus menyembunyikan wajahnya dari orang lain?
"Kenapa aku juga harus pakai masker,sih?"kesal Kia.
"Biar nggak dilirik oleh pria-pria di luar sana.Atau kamu malah seneng jadi pusat perhatian,iya?"tuduh Bian.
"Ckk... apaan sih kamu tuh,Mas?Negatif thinking terus deh perasaan."
"Ya habisnya kamu,selalu saja membantah."
"Ya,udah sih!Malah ngajak ribut.Ini tuh kencan pertama kita,malah bikin badmood gini,"cemberut Kia.
Bian menghela nafasnya dan meraih tangan istrinya."Maaf!Mas cuma nggak rela aja wajah istri Mas yang sangat cantik ini juga dinikmati oleh pria lain."
Kia menggigit bibir bawahnya merasa malu,pipinya pun bersemu merah mendengar gombalan dari 'Pak Tua' nya ini.Bian mengecup tangan dan juga bibir Kia.
"Jangan digigit,biar Mas aja yang menggigitnya,"ucap Bian mengusap bibir Kia.
Kia menepuk dada Bian pelan karena suaminya ini tak henti menggodanya.Bian kembali mendekatkan wajahnya pada wajah istri kecilnya itu.Tapi,belum sampai bibir itu menempel,Kia menghentikannya dengan menangkup wajah Bian.
"Kita mau kencan bukan berbuat mesum di dalam mobil.Nanti kita digerebek satpam,terus dipaksa untuk menikah,lagi."
Bian tertawa dan mengacak-acak rambut Kia.Istrinya ini selalu bisa membuatnya bahagia.Entah bagaimana hidupnya kalau tidak bertemu dengan Kia.Walaupun Bian menikahinya dengan cara memaksanya,Bian tidak menyesal sedikitpun.
"Aku tidak masalah menikah berkali-kali asal itu denganmu,Azkia Putri,"ucap Bian serius.
"Sudah,deh!Kamu tuh hari ini kenapa,sih?Gombal terus dari tadi."
Kia membuka pintu mobil dan keluar tanpa menunggu Bian yang membukakan pintu.Bian pun melakukan hal yang sama.Mereka berjalan dengan tangan Bian yang terus menggandeng bahu istri kecilnya itu.Hari ini,Pak Ali dan Pak Beno dibebas tugaskan dari menjaga istri dari Bosnya.
Kia mengajak Bian berkeliling tanpa membeli apapun.Bian sampai pusing sendiri mengikuti langkah Kia,tapi Dia tidak bisa protes.Bian bernafas lega saat Kia akhirnya berhenti.Namun bibirnya kembali cemberut saat Kia mengajaknya ke pusat permainan yang ada di mall tersebut.
Setelah puas menikmati semua permainan yang ada di sana,Kia mengajak Bian untuk makan di salah satu gerai makanan seafood. Bian dengan semangat empat limanya menarik tangan Kia masuk dan mencari tempat private agar lebih leluasa.Di dalam ruangan yang sudah tersaji beberapa makanan yang mereka pesan,Bian melepaskan masker dan topinya.Begitu pula dengan Kia.Mereka makan dengan lahapnya setelah tenaganya yang sudah habis untuk berkeliling dan bermain tadi.
"Setelah ini,mau ke mana lagi?"tanya Bian di sela makannya.
"Emmm......nonton?"
__ADS_1
"Everything you want,wifey!"ucap Bian mengelap sisa saus di pinggir bibir Kia.
"Sa e,lu!Upss........"Kia menutup mulutnya melihat Bian melotot.
Bian menjepit bibir Kia dengan cangkang kerang yang tadi disantapnya sampai Kia memelas minta ampun.Setelah beristirahat sejenak,Bian dan Kia pergi untuk melanjutkan rencana mereka.
"Mau nonton apa?Horor atau romantic?"tanya Kia.
Tanpa menunggu persetujuan Kia,Bian sudah membeli tiket untuk film yang akan mereka tonton.Bian mengajak Kia untuk masuk ke bioskop karena film akan segera diputar.
"Film apa,Mas?"
"Kamu tonton aja dulu!"smirk Bian.
"Tapi kok tempat duduk kita jauh banget?"
"Biar lebih enak aja nanti."
Meski dengan dahi yang mengerut,Kia tetap mengikuti Bian.Saat film diputar,awalnya tidak ada keanehan di film itu.Tapi,mendekati ke pertengahan,adegan delapan belas plus pun mulai muncul.Kia melongo dengan mulut terbuka,antara mau menutup mata tapi penasaran atau tetap melihat tapi kok malu karena menontonnya bareng dengan yang lain.Bian menahan tawanya melihat Kia yang menutup matanya dengan tangan yang jarinya terbuka.
Tangan Bian mulai menggoda dengan terus mengelus paha Kia.
Tanpa menghiraukan pelototan Kia,Bian malah mencium bibir istrinya.Keadaan bioskop yang gelap semakin memacu Bian untuk memperdalam ciumannya dengan tangan yang terus menggoda tubuh Kia.
Karena takut Bian kebablasan,Kia mendorong dada Bian cepat dan segera berdiri untuk pergi.Bian memegang tangan Kia untuk menghentikannya.
"Filmnya belum selesai,"bisik Bian.
"Kamu tonton aja sendiri kalau mau sampai selesai,"kesal Kia.
Bian pun tak bisa lagi menahannya.Kia melangkahkan kakinya cepat sampai Bian tidak sadar telah ditinggalkan.Bian mencari Kia yang dengan sekejap telah hilang dari pandangannya.Tanpa menunggu,Bian bergegas keluar.Baru sampai pada lorong menuju pintu,Kia muncul di hadapannya secara tiba-tiba.
"Baaaa......."Kia muncul dari barisan kursi.
"Astaga!!!!"kaget Bian.
Kia tertawa keras dan berhasil mengalihkan atensi semua orang untuk melihat ke sumber suara.Untung lampu masih dalam keadaan mati,jadi orang-orang tidak bisa melihat wajahnya dan Bian segera menariknya keluar.
__ADS_1
"Nggak lucu!"sewot Bian yang melihat istrinya itu masih mentertawakannya.
"Oke....oke.....maaf!"
"Kamu tunggu di sini dulu,aku mau ke toilet!"
Saat keluar dari toilet,Bian yang akan memasang maskernya dipanggil oleh seorang wanita yang sangat dia hafal suaranya.
"Bian.....kamu Bian,kan?"Sania menghampiri Bian.
"Tumben kamu pake pakaian casual seperti ini.Jadi tambah ganteng aja kamu!Habis nonton?"
"Sorry,saya buru-buru."
Bian memasang lagi maskernya dan pergi dari sana tanpa menjawab apapun.Setelah agak jauh,Bian kembali menoleh ke belakang, memastikan bahwa Sania tidak mengikutinya. Bian menghela nafas lega karena tidak ada siapapun di belakangnya.Bian segera menghampiri Kia.Dari jauh,Bian melihat Kia sedang mengobrol dengan seorang pria yang terlihat tidak begitu jauh umurnya darinya. Dengan tangan yang mengepal,Bian segera menghampiri istri kecilnya itu.
"Kamu yakin nggak mau gabung sama kita?"tanya Pak Dani,dosen Kia.
"Nggak usah,Pak!Terima kasih.Saya juga lagi nunggu seseorang di sini!"
"Ya,sudah!Kita duluan,ya!"pamit Pak Dani.
Setelah Pak Dani pergi,Bian sudah menunggu di belakang Kia dengan tatapan tajam setajam silet membuat bulu kuduk Kia tiba-tiba merinding disko.Dan saat berbalik,Kia sangat shock melihat tatapan itu.
"Siapa?"
"Siapa?"tanya Kia bingung.
Bian menunjuk dengan bibirnya.
"Oh,itu.Pak Dani."
"Dosen kamu itu?"
"Kok,Mas tahu?"
"Jangan terlalu sering berkomunikasi dengan dia!"ucap Bian tanpa menjawab pertanyaan Kia
__ADS_1
Bian merangkul bahu Kia dan pergi dari sana.Pak Dani yang melihat Kia dirangkul oleh seorang pria tiba-tiba hatinya sedikit berdenyut.Tapi Dia tetap ingin berpikir positif.Mungkin saja itu keluarganya atau hanya sekedar temannya.Tanpa Bian sadari, ternyata Sania melihatnya dari balik dinding dan memotretnya bersama dengan seorang gadis yang wajahnya tertutup oleh masker.