Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Menunggu


__ADS_3

Pukul setengah sepuluh malam,Bian baru pulang.Setelah mengobati luka di pelipisnya karena lemparan pecahan botol oleh Robby tadi.Bian pulang diantar oleh Rama,sedangkan pak Ali terpaksa harus dirawat untuk sementara waktu ditemani oleh pak Beno.


Arya telah membawa Robby serta Sania ke rumah sakit dengan penjagaan yang ketat.Perawat yang telah membantu Robby kabur pun telah diamankan.Semuanya akan mendapatkan balasan untuk perbuatan mereka sendiri.


Kia terus melihat jam dinding di ruang keluarga.Dia ditemani oleh Key,menunggu sembari menonton drama Korea kesukaan mereka berdua.Tadinya,Kia memang akan pergi ke pasar tradisional dan Bian pun telah mengizinkan.


Namun,saat akan pergi,pak Ali menyuruhnya untuk menunggu di mobil ayah mertuanya.Karena pak Ali akan mengantar temannya sesama bodyguard pergi lebih dulu.Setelah menunggu lama,pak Ali malah meminta maaf karena tidak bisa mengantarnya.Pak Ali meminta sopir ayah mertuanya untuk menggantikannya.


Sekarang,Kia malah khawatir dengan suaminya yang belum pulang dan susah untuk dihubungi.Rama pun sama saja.


"Sudah,santai aja!Kak Bian emang suka begitu.Dia itu,kalau sudah bekerja,kadang suka lupa waktu,lupa istri,lupa keluarga,lu-"


Ucapan Key terhenti saat sebuah tangan besar membungkam mulutnya dari belakang.Key memukul-mukul tangan yang sudah pasti tangan kakaknya.


"Hmmm ...."


"Jangan menghasut pikiran istriku!"ucap Bian mendongakkan kepala sang adik.


Bian melepaskan tangannya dan menghampiri istrinya tercinta.Kia langsung melotot melihat pelipis suaminya yang diplester.Kia hendak membuka suara,namun Bian segera membungkam mulutnya dengan bibirnya dihadapan dua jomblo,Key dan Rama.


"Wei ... sadar tempat dong!"teriak Key dengan mata yang membola.


Bian tidak peduli dengan teriakan adiknya itu,dia malah memperdalam ciumannya.Kia mendorong dada Bian sampai mau tak mau Bian melepaskan ciumannya.


"Kenapa belum tidur,hum?"Bian mengusap bibir istrinya yang terlihat lebih bervolume karena ulahnya.


"Dia nungguin Lo,pake nanya!"seru Key kesal.


"Kamu sendiri,kenapa belum tidur?Kamu masih harus banyak istirahat.Jangan ulangi kebiasaan begadang kamu itu!"omel Bian.


Key mendengus,dia sudah satu mingguan ini selalu disuruh istirahat.Apa itu kurang?Untung saja butiknya bisa berjalan walau dia harus bekerja dari rumah.


"Capek gue,istirahat terus,"keluhnya.


"Sudah sana istirahat!"perintah Bian.


"Nanti deh,Kak.Tanggung ini,sebentar lagi ending,"rengek Key.


Televisi besar itu seketika mati.Kakaknya ini memang perusak kesenangan.Bian melotot tajam pada Key dan memanggil Rama yang berdiri tak jauh darinya.Bian memang menyuruh Rama untuk menunggunya untuk mengambil berkas yang sudah diperiksanya di ruang kerja,agar bisa dibawa pulang oleh Rama.

__ADS_1


"Ram,angkut gadis pembangkang itu dan lempar ke ranjangnya!"suruh Bian.


"Ya,Tuan?"tanya Rama takut salah dengar.


Key menatap kakaknya yang sembarangan berbicara.Enak aja mengatakan kalau dia gadis pembangkang.Rama pun jadi bingung dengan perintah dari atasannya itu.


"Kamu mendengarnya Rama,"jawab Bian.


"Nggak perlu,gue bisa jalan sendiri!"kesal Key.


"No ... no ... no ...,Rama!"


Mau tak mau,Rama mendekati Key dan bersiap menggendong Key menuju kamarnya.Baru akan mengangkat tubuh Key ala bridal,Key menghentikannya dengan melotot tajam.


"Pengen banget Lo,huh?Balik badan!"seru Key.


walaupun sedikit bingung dengan kelakuan kakak beradik itu,Rama tetap menuruti kemauan mereka.Rama membalik badannya memunggungi Key.Ketika hendak menoleh,menunggu perintah selanjutnya,Key sudah nemplok bak Spider-Man di punggung Rama.


"Jalan!"


Kia yang melihat tingkah adik iparnya itu,menggelengkan kepalanya.Dia pikir,Key akan berlari ke kamarnya karena tidak mau diangkut oleh Rama seperti yang suaminya mau.Tapi,ternyata oh ternyata ... kakak sama adik, kelakuannya sama saja.Kasihan sekali Rama!!!


"Oh,iya!Itu kenapa?Kok bisa luka?"tanya Kia menginterogasi.


"Hem.Dia tidur sama Oma, Opanya."


Sontak,Bian menghentikan langkahnya yang akan menuju ke kamar.


"Lagi?Dia anaknya siapa sih?Anak kita atau anak tuan dan nyonya David?Kok,lebih lengketnya ke mereka,"sewot Bian.


Daddy dan Mommynya memang selalu merebut perhatian Biyan.Mereka selalu mengajaknya jalan-jalan karena mereka mempunyai waktu luang untuk itu.


"Kamu sudah makan?"


Kia bosan meladeni keluhan suaminya tentang mertuanya yang lengket dengan cucunya sendiri.Baginya,selama itu masih dalam batas yang wajar,Kia tidak akan mempermasalahkannya.Bian menggeleng karena memang ia belum makan malam.


Dia sudah kenyang.Kenyang menghajar orang yang sudah membangunkan jiwa monsternya.Bian bahkan lupa kalau dia mempunyai masalah dengan lambungnya.


"Ya sudah,kamu mandi dulu!Nanti aku siapin makanannya,"ujar Kia menggandeng tangan suaminya.

__ADS_1


"Mandiin!"ucap Bian iseng.


"Kuy!"jawab Kia tak terduga.


Mendapat lampu hijau,Bian segera membawa Kia di bahunya.Kesempatan tidak boleh disia-siakan.Hem ... ada bagusnya juga, putranya tidur bersama orang tuanya.


* * *


"Pak Rama ... nikah yuk!"ajak Key.


Rama yang hendak menurunkan Key dengan pelan,jadi melepaskannya begitu saja karena terkejut dengan ajakan adik dari tuannya itu.Tubuh Key jadi terhempas ke atas ranjang.Rama melakukan apa yang Bian suruh tanpa sengaja.


"Wah ...!!!Kalo nggak mau,biasa aja dong nolaknya,"sewot Key.


Sudah ditolak,dijatuhkan pula.Kan,kesel jadinya.Rama menatap mata Key dengan raut wajah serius,membuat Key jadi salah tingkah.


"Ya udah sih,kalo Lo nggak mau.Nggak usah melotot ke gue kek gitu dong!"ucap Key menutupi kegugupannya.


"Nona mau ikut saya,besok?"


"Kemana?"bingung Key.


"Mau atau nggak?"


Melihat Rama mode serius begini,membuat Key sedikit takut.Tapi,juga suka dalam waktu yang bersamaan.Anak tuan David memang terkadang suka aneh.Tidak mendapatkan jawaban,Rama membalik tubuhnya dan melangkah menuju pintu.


"Mau,"jawab Key lantang.


Rama tersenyum tipis dan kembali melangkahkan kakinya.


"Saya jemput jam sepuluh!"ucapnya tanpa menoleh dan berlalu keluar.


Rama kembali ke ruang keluarga,menunggu Bian memberikan berkas yang harus dibawanya.Sampai dua jam Rama menunggu,tuannya itu tidak juga keluar menghampirinya.


Dia tidak tahu,kalau Bian tengah mengarungi lautan surga dunia bersama sang istri.Karena lama menunggu,Rama yang sudah lelah fisiknya akhirnya tertidur di sofa.Sedangkan Bian yang baru selesai mandi plus-plus bersama Kia,merasa sangat lapar.


Bian menggamit tangan istrinya, membawanya ke dapur untuk menemaninya makan.Saat turun dari tangga,Bian melihat Rama yang tertidur di sofa ruang keluarga dengan tangan yang terlipat di dadanya.


"Ya,ampun!"Bian menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku lupa ngasih berkas ke Rama.Tuh,Dia sampai ketiduran nungguin!"


__ADS_2