
Beberapa hari dirawat di rumah sakit,Key merasa benar-benar bosan.Orang tuanya pun melarangnya untuk memegang ponsel.Dia diharuskan untuk istirahat total di atas tempat tidur.
Sudah empat hari ini,Key selalu merengek agar Mommy dan Daddy nya meminta dokter untuk mengizinkannya pulang dan dirawat di rumah saja.
Setidaknya kalau dia di rumah,Key akan beristirahat di kamarnya sendiri.Itu jauh lebih baik daripada harus melihat ruangan serba putih,belum lagi aroma obat yang sangat mengganggu indera penciumannya.
Bukannya cepat sembuh,Key merasa lebih parah kalau harus lebih lama lagi berada di sana.Dan akhirnya, keinginannya dikabulkan juga.
Sore ini,Key sudah diperbolehkan pulang.Semua barang-barang yang dibawa dari rumah,sudah dibereskan oleh Kia.Mereka tinggal menunggu Bian mengurus administrasinya baru mereka akan pulang.
Setelah semuanya beres, mereka pun pulang dengan dua mobil dan mobil lainnya menjaga mereka dari depan dan belakang.
Semenjak kejadian yang menimpa Key,tuan David meminta Bian serta keluarga kecilnya untuk tinggal di mansion dulu sampai pelaku penyerangan tertangkap.
Sesampainya di mansion,Key langsung dibawa ke kamarnya dengan digendong oleh kakaknya.
"Kamu berat juga ya,ternyata!"kata Bian pura-pura.
"Huh ... siapa juga yang minta digendong.Orang kakiku baik-baik aja,"sebal Key.
"Gitu aja ngambek!"
Kia yang berjalan di belakang kakak adik itu menggeleng kecil.Sedangkan tuan David dan nyonya Sofia dipaksa oleh Bian untuk beristirahat karena saat di rumah sakit,mereka tidak bisa tidur.
Mereka sering terbangun kala mendengar Key yang meringis karena lukanya tak sengaja tersenggol.Telinga mereka jadi lebih sensitif dan peka terhadap suara maupun gerakan.
Nyonya Sofia segera mendekat dan mengusap kepala putrinya sampai Key kembali tidur.Bian pun ikut terbangun.Tapi,dia membiarkan sang ibu menyalurkan perhatiannya yang membuat Key merasa lebih nyaman.
Sampai di depan pintu kamar,Kia membukakan pintu dan masuk lebih dulu untuk menyiapkan tempat tidur untuk adik iparnya itu.
Si kecil Biyan pun ikut naik ke atas ranjang saat papanya meletakkan Key dengan hati-hati.Luka di punggungnya sudah lumayan kering dan tidak terlalu perih kalau dia tidur terlentang.
"Nyaman?"tanya Kia memastikan.
"Hem.Thank's,"angguk Key.
"Istirahatlah!"ucap Bian mengambil putranya.
__ADS_1
Bian menggamit tangan istrinya, mengajaknya keluar ke kamar mereka sendiri.Mereka juga butuh mengistirahatkan tubuhnya sejenak.Beberapa hari terakhir merupakan hari yang melelahkan bagi mereka semua.
* * *
Di satu tempat berbeda,Sania sedang kesal dengan partnernya,Robby.Dia selalu menginginkan tubuhnya,tapi tidak ada pergerakan untuk melakukan kesepakatan yang mereka buat.
"Tenang,Baby!Kita cari waktu yang tepat untuk melancarkan aksi kita selanjutnya,"ujar Robby merayu.
"Awas,ya!Gue nggak mau kalo rencana kali ini sampai gagal kayak kemarin,"gertak Sania.
Meski Sania juga senang dengan apa yang didapat oleh Key.Setidaknya dendamnya pada adik dari pria incarannya itu sedikit terbalaskan.Dari awal,Sania sudah sangat geram dengan Key yang selalu nyinyir kepadanya.
"Rencana kali ini,adalah balasan utama yang gue siapkan untuk Bian tersayang,"ujar Sania tersenyum Joker.
* * *
Dua jam,waktu yang cukup untuk nyonya Sofia beristirahat.Dia menaiki tangga menuju lantai atas ke kamar Key.Nyonya Sofia masuk setelah mengetuk pintu dan mendapat sahutan dari putrinya.
Mata tua itu melihat anak gadisnya duduk bersandar pada kepala ranjang dengan buku di tangannya.Key tidak merasa mengantuk,jadi dia putuskan untuk membaca novel saja.Karena ponselnya juga belum dikembalikan kepadanya.
"Mom,"sapa Key.
"Sudah dulu bacanya!Sudah saatnya bersih-bersih."
Maid yang dipanggil oleh nyonya Sofia untuk membantu segera menyiapkan baskom berisi air hangat juga waslap untuk mengelap tubuh Key.Dengan telaten,nyonya Sofia membersihkan tubuh putri kesayangannya.
"Terima kasih,Mom.Maaf sudah membuat Mommy dan yang lainnya khawatir,"ucap Key.
"Iya.Jangan ulangi lagi!"jawab nyonya Sofia tak ingin banyak komentar.
Dia yakin,kalau berbicara lebih banyak lagi,air matanya pasti akan menetes lagi.Usai mengelap tubuh Key,nyonya Sofia mengambil pakaian dan membantu Key untuk memakainya.
Sementara di dapur,Kia tengah memasak untuk makan malam di bantu para maid.Kia tadinya pergi ke kamar Key untuk mengecek kondisinya.Ketika akan mengetuk pintu,Key bertemu dengan salah satu maid yang akan masuk juga.
Maid itu bilang kalau dia dipanggil oleh nyonya Sofia.Kia tak ingin mengganggu ibu dan anak itu,jadi dia pergi ke dapur saja untuk menyiapkan makan malam.
Setelah siap,mereka pun makan malam tanpa suara.Semuanya makan dengan pikiran masing-masing entah kemana.Bian menghentikan makannya saat Rama datang dan mereka pun pamit duluan untuk membahas sesuatu.
__ADS_1
Di ruang kerja.
"Bagaimana?"tanya Bian to the point.
"Beres,Tuan.Tinggal eksekusi,"
"Lakukan besok!"seru Bian dengan tatapan datarnya.
"Baik, Tuan."
Setelah membahas beberapa pekerjaan,mereka pun keluar dari ruang kerja.Rama meminta izin pada kedua orang tua Bian yang sedang bermain dengan cucunya untuk menjenguk Key di kamarnya.
Tuan David dan nyonya Sofia mengangguk,memperbolehkan.Rama bergegas menuju ke kamar Key dan mengetuk pintu setelah sampai di depan kamarnya.
"Masuk!"ucap Key dari dalam.
"Nona,"panggil Rama seperti biasa.
Key yang sedang sibuk dengan ponselnya yang baru dikembalikan oleh Mommynya menaikkan pandangannya ke arah Rama yang berada tak jauh dari tempat tidurnya.
"Pak Rama!"gugup Key menyimpan ponselnya.
"Syukurlah,anda sudah lebih baik."
"Terima kasih sudah menolong gue.Kalo nggak ada Pak Rama,entah apa yang akan terjadi.Gue berhutang kehidupan sama Pak Rama,"ujar Key.
"Itu sudah jadi tanggung jawab saya,Nona."
* * *
Keesokan harinya,Robby yang masih bergelung di bawah selimut dengan entah wanita yang mana lagi yang ada di ranjangnya tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada bisnisnya.
Barang bukti CCTV di sekitar jalan yang Key lewati malam itu,memang sudah dimanipulasi olehnya.Tapi,yang namanya kejahatan pasti akan meninggalkan jejaknya walau hanya setitik.
Dia lupa kalau butik sekelas milik Key pasti dilengkapi dengan fasilitas keamanan.Dalam kamera pengawas yang terpasang di depan butik,menangkap mobil yang mencurigakan yang melaju setelah mobil Key keluar dari parkiran.
Dan setelah diselidiki dan ditelusuri,dapat dipastikan bahwa mobil itu milik orang-orang suruhan Robby,pemilik tempat hiburan malam di beberapa wilayah di negara ini.
__ADS_1
Robby sudah salah memilih lawan.Bian memang pebisnis yang disegani.Namun,tak banyak yang tahu kalau Bian juga memiliki jiwa monster kalau orang-orang yang disayanginya diperlakukan buruk oleh orang lain.Robby dan Sania tinggal menunggu waktu untuk kehancuran mereka.