Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Akan Membahagiakannya


__ADS_3

Sampai di mansion tuan David,Rama dan Key masuk dengan tangan yang saling bertaut.Wajah keduanya terlihat sangat bahagia.Namun,saat tuan David muncul dari arah belakang,Rama segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Key.


"Tuan,"Rama menyalami tuan David.


"Hey ... kok cepat sekali pulangnya?Key pasti ngerepotin kamu,kan?Kamu nggak tahan,kan dengerin ocehannya?"tanya tuan David beruntun.


Key menatap sinis ayahnya yang menjelek-jelekkan dirinya.Lama-lama ayahnya juga ketularan virus menjengkelkan dari kakaknya.Tinggal ibunya yang belum menunjukkan tanda-tanda.


"Nggak,Tuan.Nona Key tidak merepotkan sama sekali,"ucap Rama membela pujaan hatinya.


Aaaa ... rasanya ingin terbang tinggi ke angkasa deh, dapat pembelaan dari calon suami.Key jadi senyum-senyum sendiri dengan pipinya yang merona.Nyonya Sofia yang baru keluar dari kamar,menatap aneh pada putrinya.


"Kamu sehat,Key?"


Nyonya Sofia meletakkan telapak tangannya di dahi sang putri semata wayang."Pipi kamu merah gitu!Kamu nggak lagi demam,kan?"


Sontak Key memegang kedua pipinya karena tuan David dan Rama juga memperhatikan wajahnya dengan intens.


"Enggak kok,Mom.Key biasa aja!"ucap Key menggelengkan kepalanya cepat.


Semuanya bernafas lega mendengarnya.Apalagi Rama,dia akan merasa sangat bersalah kalau sampai Key sakit karena dia yang mengajak Key jalan keluar.Restu dari kedua orang tuanya akan lebih sulit didapatkan nanti kalau sampai itu terjadi.


Tak lama Rama dan Key pulang,keluarga kecil Bian pun pulang juga.Biyan yang seharian tidak bermain dengan opanya, langsung berlari kepangkuannya.Tuan David pun menyambutnya dengan gembira.


Rama yang hendak pulang harus mengurungkan niatnya karena nyonya Sofia memaksanya untuk ikut makan malam bersama.Sebelum mereka makan malam bersama,Bian mengajak Rama ke ruang kerjanya untuk membahas sesuatu.


"Bagaimana perkembangan kasusnya?"tanya Bian serius.


"Robby dan Sania sudah ditetapkan sebagai tersangka,Tuan.Melihat bukti-bukti yang telah kita kumpulkan,saya yakin mereka akan mendapatkan hukuman yang berat,"jawab Rama.


"Good!"


"Tuan ...,"


"Ya?"


Keraguan tiba-tiba muncul di hati Rama.Dia takut jadi orang yang tidak tahu diri kalau berniat ingin mempersunting adik dari tuannya ini.Ketakutan akan mengecewakan tuannya selalu bercokol di pikirannya.

__ADS_1


Bian yang seolah mengerti kegundahan hati Rama,berdiri menghampirinya.Rama menundukkan wajahnya,merasa malu karena telah berani mencintai putri kesayangan dari keluarga terhormat yang merupakan majikannya.


"Katakan dihadapan orang tuanya langsung.Jangan jadi pria yang rendah diri!Kau tidak seburuk itu,kan?"Bian menepuk pundak Rama dan keluar dari ruangan kerjanya.


Apa yang tuannya katakan benar.Dia tidak boleh merasa kalah sebelum maju untuk berjuang.Kalaupun nantinya,tuan David dan nyonya Sofia tidak memberi restu,Rama akan memperjuangkannya sampai Key sendiri yang mengatakan berhenti.


Dengan tekad yang kuat,Rama memberanikan dirinya untuk lebih percaya diri kalau dia mampu untuk menjaga dan membahagiakan Key.Walaupun nominal di rekeningnya tak sebanyak mereka,tapi ia yakin akan mampu memenuhi semua kebutuhan dan keinginan wanitanya.


Usai makan malam,Rama meminta waktu pada keluarga Key untuk menyampaikan niatnya.Tuan David dan nyonya Sofia menatap Rama yang terlihat gugup.Key yang duduk di samping ibunya memberi semangat lewat tatapan matanya pada Rama.


"Kamu mau bicara atau tatap-tatapan dengan Key?"tanya tuan David yang semakin membuat Rama merasa ingin kabur ke toilet.


"Maaf,Tuan."


"Iya,saya maafkan.Sudah ... itu saja?"


Tuan David sepertinya sengaja ingin membuat Rama semakin gugup.Kia yang baru muncul setelah menidurkan Biyan jadi bingung dengan situasi tegang diantara Rama dan keluarga suaminya.


"Ada apa?"bisik Kia kepo.


Bian mengunci bibir istrinya dengan jari telunjuknya dan memeluk pinggang Kia yang duduk di sampingnya.


"Saya ... saya ...."


"Iya,kamu ...,"ucap tuan David menunggu.


"Ckkk ... Daddy bisa diem dulu nggak sih?Biarkan Rama menyelesaikan ucapannya!"kesal nyonya Sofia pada suaminya yang entah sejak kapan jadi jahil begitu.


"Ya ... habisnya,Rama tuh lama banget ngomongnya."


Hufth ...


Ternyata,melamar perempuan pada orang tuanya lebih sulit daripada menghadapi klien.Perasaan selama ini,dia dapat diandalkan untuk mengurus perusahaan selama Bian terpuruk dalam dukanya kehilangan Kia.


Kenapa sekarang jadi kayak orang yang kehilangan arah,tak tahu harus berjalan kemana.Bian yang melihat asisten pribadinya kesulitan bicara jadi menghela nafasnya.Rama tidak belajar dari pengalamannya ketika ingin mendapatkan Kia,istrinya.


"Dad,Mom,Rama ingin me-"

__ADS_1


"Saya ingin meminang Key menjadi istri saya,"ucap Rama memotong ucapan Bian.


"Hufth ... gitu aja lama banget sih Ram ... Ram ....Capek saya nunggunya,tahu nggak!"keluh tuan David menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


Rama melongo melihat reaksi dari keluarga wanita yang sangat dia cintai.Segini saja, tidak ada drama penolakan atau apa gitu.Dia sudah berpikir keras sampai perutnya melilit,dan ternyata reaksi mereka cuma begini.Sungguh kegelisahan yang sia-sia.


"Apa Tuan dan Nyonya menerima?"tanya Rama memastikan.


Tuan David menatap Rama dengan serius."Kamu yakin?Key nggak bisa masak,Dia selalu merepotkan.Key bisanya cuma memberontak dan sangat manja.Lebih baik kamu pikir-pikir lagi!"


"Daddy bener.Masih banyak bintang di langit,Ram!"timpal Bian.


Whattt???Apa Key tidak salah dengar?Bukannya menyanjungnya setinggi langit,Daddy dan kakaknya malah menjatuhkannya sampai ke paling dasar.Key menatap tajam pada ayah dan kakaknya.


"Mom,apa aku benar anak Daddy David?"kesal Key.


"Sebenarnya ... Daddy nemuin kamu di rahim Mommy kamu,Key!"ujar tuan David menampilkan wajah sedihnya.


"Ckkk ... kalian ini bisa serius nggak sih,huh?Kasihan anak orang tuh,jadi melongo."


Nyonya Sofia tak habis pikir dengan keluarganya sendiri.Kenapa jadi seperti ini coba.Ada gitu,seorang pria melamar anak gadisnya,bukannya mendapat jawaban dari lamarannya malah harus menyaksikan perdebatan unfaedah dari keluarga calonnya.


"Kalau kamu sudah tidak punya pilihan lain,ya sudahlah!"jawab tuan David membuat Key tambah cemberut.


"Tapi,kalau seandainya kamu sudah tidak memiliki rasa lagi padanya,jangan sekali-kali kamu sia-siakan putriku!Kembalikan Dia padaku secara baik-baik seperti kamu memintanya.Kalau sampai,ada luka sekecil apapun padanya,saya pastikan kamu tidak akan hidup dengan tenang.Kau paham?"lanjut tuan David dengan raut wajah yang dingin.


Key yang tadinya cemberut,jadi menitikkan air matanya mendengar kata-kata yang terucap dari Daddy-nya.Suasana pun berubah menjadi melow.Nyonya Sofia memeluk putrinya yang tanpa terasa sudah besar dan akan pergi bersama suaminya.Mansionnya yang besar akan benar-benar sepi nantinya.


"Tuan dan Nyonya merestui kami?"


"Kami pernah melakukan kesalahan yang hampir menghancurkan kehidupan seorang anak.Yang kami pikir adalah kebahagiaan untuknya,malah menjadi keterpurukan untuknya.Cukup satu anak yang menjadi korban dari keegoisan kami, tidak lagi,"ujar nyonya Sofia menatap sendu putranya.


Bian mendekat pada Mommynya dan memeluknya erat.Key pun melakukan hal yang sama.Orang tuanya masih merasa bersalah padanya.Bian mengusap punggung ibunya yang lagi-lagi meneteskan air matanya.


"Saya tidak bisa berjanji untuk tidak akan membuat Key menangis.Tapi,saya akan berusaha agar Key selalu bahagia menjalani kehidupan bersama dengan saya,"ucap Rama yakin.


"Huwa ... kenapa jadi pada sedih?Hiks ... hiks ... Kek sinetron ikan berenang ...,"teriak Kia membuat semua orang mengernyit.

__ADS_1


__ADS_2