
Flashback dua tahun yang lalu
Seorang wanita muda yang beberapa bulan lagi akan berubah dari hanya seorang istri menjadi seorang ibu muda tengah bersemangat mencari bahan masakan yang akan dibuatnya untuk suaminya.
Kia akan menyiapkan sebuah kejutan untuk suaminya.Kado istimewa pun sudah di bungkusnya begitu cantik.Suaminya itu pasti akan sangat senang mendapatkan hadiah apa yang selama ini sudah diinginkannya.
Sejak dari apartemen tadi,Bian terus meneleponnya.Tapi,demi mensukseskan kejutannya,Kia membiarkan saja ponselnya terus berdering.Dia malah men-silent nada deringnya agar tidak menggangu orang lain.
"Maaf,ya suamiku!Aku juga merindukanmu,tapi kita tidak boleh berhubungan dulu!Nanti malam,kalau kamu sudah pulang,sebuah hadiah istimewa akan aku berikan spesial untuk suamiku tercinta,"monolog Kia menatap wallpaper bergambar foto suaminya pada layar ponsel.
"Ah.......,"teriak seorang wanita memegang perutnya.
Calon ibu muda itu menolehkan kepalanya ke samping dan melihat seorang wanita muda tengah kesakitan.Kia mendekat,wanita itu menengadahkan wajahnya melihat Kia.
"Kenapa?"tanya Kia.
"Perut saya......perut saya sakit!"rintihnya.
"Aduh,apa kamu sendirian ke sini nya?"khawatir Kia.
"Saya bersama suami saya,boleh saya minta tolong?"mohon wanita itu.
"Apa yang bisa saya bantu?"tanya Kia.
"Tolong bantu saya menemui suami saya!"
"Baiklah,posisi suami mbaknya dimana?"
Belum sempat wanita itu memberi tahu,Pak Ali datang menghampiri Kia.Tadi,Pak Ali harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di parkiran yang ada di basemen pusat perbelanjaan yang mereka kunjungi.
"Non,kenapa?"tanya Pak Ali memperhatikan wanita yang dipapah oleh Kia.
"Ini Pak Ali,Mbak ini perutnya sakit!"ujar Kia.
"Non kenal sama Mbaknya?Atau kita minta bantuan pada pak satpam saja,bagaimana?"usul Pak Ali curiga.
"Ckk...Pak,Mbak ini sudah kesakitan.Kalau harus menunggu lagi,kan kasihan Mbaknya!"kekeuh Kia.
__ADS_1
Akhirnya Pak Ali pun menurut dan mengikuti Kia yang memapah wanita itu dari belakang. Wanita itu menunjukkan dimana suaminya itu menunggu.Dia sengaja mencari jalan keluar yang tidak terlalu terlihat pada CCTV.
Ketika wanita itu sudah melihat suaminya,dia pun memanggilnya dari jarak yang agak jauh.Sampai pada mobil suami dari wanita yang Kia tolong,sebuah pisau tiba-tiba diarahkan pada perut Kia.
"Sekali kamu bersuara,pisau ini akan menancap di perutmu!"bisik wanita itu mengancam.
Pak Ali yang sudah merasa curiga mendekati Kia.Namun naas,belum sempat Pak Ali bertanya,laki-laki yang wanita itu sebut sebagai suaminya,menyuntikkan obat bius pada lehernya.
Takut orang-orang yang lewat di dekat mereka merasa curiga,laki-laki itu memapah Pak Ali yang sudah merasa hampir kehilangan kesadaran.Sebagian tubuhnya seakan mati rasa.
Sementara si laki-laki memasukkan Pak Ali ke bagian depan mobil samping kemudi,si wanita pun menyuruh Kia masuk ke jok bagian belakang.Kaki Kia rasanya sudah sangat lemas,tapi dia berusaha tetap tenang demi melindungi calon bayinya.
Ponsel Kia bergetar,itu pasti panggilan dari suaminya.Dengan perlahan,Kia mengambil ponselnya untuk menjawabnya.Tapi si wanita itu menyadarinya dan langsung merebut ponsel itu lalu membuangnya.
Wanita itu pun menyuruh si laki-laki agar juga mengambil ponsel Pak Ali yang kebetulan juga berbunyi.Takut akan ketahuan,laki-laki itupun membuang ponsel Pak Ali.
"Ka-kalian ini si-siapa?"tanya Kia sedikit takut.
"Tidak usah banyak bicara!Ini,kamu iket tangannya dan tutup mulutnya itu!"
Laki-laki itu melemparkan sebuah tali panjang dan juga sapu tangan untuk menutup mulut Kia.
"Bisa diem nggak sih,lo!"bentak wanita itu sambil mengikat tangan Kia.
"Kalian nggak akan mendapatkan apa-apa dengan melakukan ini!Kalian akan men-,"
Plakk....
Ucapan Kia terpotong karena tamparan yang mendarat di pipinya.Kia meringis,wanita itupun segera menutup mulut Kia dengan sapu tangan dari pria tadi.
"Berisik!"ucap wanita itu melototi Kia.
Pak Ali samar-samar mendengar suara tamparan dibelakangnya.Pria berusia empat puluh tahunan itu mencoba melawan reaksi tubuhnya yang mati rasa.Dengan sekuat tenaga,Pak Ali mencengkram lengan pria disampingnya yang tengah mengemudi.
Mobil Pun menjadi sedikit oleng.Laki-laki itu melepaskan cengkeraman tangan Pak Ali dan mengarahkan senjata rakitannya.Pak Ali yang sudah dibekali dengan bela diri pun mampu melawan dan memiting kepala laki-laki itu.
Si wanita yang melihat rekannya kesulitan,mengambil syalnya dan mengalungkannya pada leher Pak Ali dari belakang.Tak ingin kalah,Pak Ali menghentakkan kepalanya pada wanita itu dengan keras sampai hidungnya berdarah.
__ADS_1
Ditariknya Kia dengan mengarahkan ujung pisau pada leher Kia untuk mengancam Pak Ali yang masih mencekik leher rekannya.
"Lepaskan dia atau pisau ini menancap pada leher Nona cantik ini!"bentak wanita itu.
Mata Pak Ali menggelap dengan gigi yang bergemelatuk.Dilepaskannya pria itu,namun tangannya berpindah pada leher wanita yang mengancamnya sampai wajahnya memerah karena tercekik.
Rekan dari wanita itu memukuli Pak Ali dari belakangnya tanpa memperdulikan mobil yang dikendarainya menuju ke mana.
"Non,cepat keluar dari mobil ini!"seru Pak Ali.
"Tapi,Pak!"ucap Kia dengan tidak jelas.
"Non,cepatlah!"teriaknya.
"Jangan coba-coba,kau!"bentak laki-laki itu.
Saat Kia akan membuka pintu,laki-laki itupun menginjak pedal gas nya.Pak Ali yang masih mencekik leher si wanita juga berusaha mengalungkan lengannya pada leher si pria sampai melepaskan pedal gas mobil itu.
"Non,saya nggak bisa menahan mereka lebih lama.Tolong cepatlah,selamatkan diri Non!"seru Pak Ali.
"Tapi-"
"Saya mohon,Non!Permudah tugas saya!"pinta Pak Ali.
Dengan berderai air mata Kia membuka pintu mobil dan melompat ke luar.Untung mobil melaju dengan kecepatan sedikit lambat.Kia jatuh berguling ke semak-semak,sementara mobil terus melaju.
Tanpa sengaja,laki-laki itu menginjak pedal gas dan mobil melaju kencang.Mobil itu berbelok sampai terus melaju ke jurang.Pak Ali yang sadar akan situasi sulit,dia melepaskan kedua tangannya pada kedua penjahat itu dan segera melompat keluar dari mobil.
Kedua penjahat yang sudah lemas itu tak sempat untuk menyelamatkan diri.Mobilpun terus melaju dan terbakar di bawah jurang.Pak Ali yang tadi melompat dari mobil,berguling sampai tak jauh dari mobil dengan kepala yang terbentur batu besar.
Api berkobar lumayan besar pada mobil itu.Mungkin karena adanya masalah pada komponennya sehingga menimbulkan percikan api dan berakhir seperti itu.Pak Ali sempat melihatnya sampai perlahan matanya tertutup dan kehilangan kesadarannya.
Sementara Kia,dia terus merintih dengan tangannya yang terikat dibelakang.Kia berusaha berdiri dan naik ke jalan.Sampai ada sebuah motor berhenti mendengar rintihannya dan mencari ke arah sumber suara.
Betapa terkejutnya seseorang itu menemukan Kia yang tergeletak di balik semak-semak dengan kondisi yang tidak baik.Dia pun segera membantu Kia melepaskan ikatan sapu tangan pada mulutnya begitu juga tali pada tangannya.
Penolong itupun segera membawa Kia pergi dari sana dengan mengikat tubuh Kia dengan jaketnya agar tidak terjatuh,karena jalan itu adalah jalan yang jarang dilewati orang.
__ADS_1
Flashback end