
Beberapa hari telah berlalu,Bian dan juga keluarga kecilnya masih menginap di mansion tuan David.Kedua orang tua Bian lah yang menahan mereka untuk tinggal lebih lama.
Nyonya Sofia dan tuan David masih belum puas bermain bersama cucu pertama mereka.Begitupula dengan Key yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya,bila dia harus bolak-balik ke rumah Kia yang berada di lain kota.
Biyan sudah jadi rebutan di keluarga tuan David.Semuanya ingin terus bersama dengannya.Bian bahkan sampai kesal karena orang tuanya dan juga adiknya itu selalu menghabiskan waktu bersama dengan putranya.Sementara dirinya selalu disibukkan dengan pekerjaan yang selalu menumpuk.
"Bagaimana kalau kalian menikah kembali?Biar Mommy yang mengurus segala keperluannya.Kita akan adakan acara resepsi yang sangat megah,"ujar Nyonya Sofia berbinar.
"Mommy bener.Biar semua orang tahu kalau Kia adalah istri sah dari Abian Abraham,"timpal Key.
Melihat istrinya yang seperti tidak nyaman dengan pembahasan soal pernikahannya,Bian menggenggam erat tangan Kia.Dia tidak ingin memaksa istrinya untuk melakukan hal yang membuatnya merasa tertekan.
"Kami memang akan melakukan pernikahan ulang,Mom.Tapi,hanya untuk kita-kita saja,"jelas Bian.
"Kenapa?"tanya Nyonya Sofia sedikit kecewa.
"Mom,orang yang ingin mencelakai istriku masih berkeliaran di luar sana.Aku nggak akan mengorbankan keselamatan istri juga anakku hanya demi sebuah pesta,"ujar Bian.
"Jadi,menurutmu orang yang sudah dinyatakan tewas waktu itu bukanlah pelaku yang sebenarnya?"tanya tuan David penasaran.
Bian mengangguk,menatap Daddy-nya yang belum mendengar cerita yang sebenarnya.Tuan David pun meminta Bian untuk menceritakan awal dari kecelakaan dua tahun yang lalu.Dan mengalir lah cerita itu dari bibir Bian.
Mereka tak menyangka kalau menantu mereka mengalami hal yang mengerikan seperti itu.Apalagi saat itu,Kia dalam keadaan mengandung dan harus kehilangan satu dari anak kembarnya.
__ADS_1
Seharusnya sekarang,mereka bisa bermain dengan cucu kembar mereka kalau saja kejadian mengerikan itu tidak terjadi.Namun, apalah daya,Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bagi umatnya.
Nyonya Sofia menghampiri Kia dengan air mata yang mengalir di pipinya.Dia peluk menantunya itu dengan erat.Kia pun membalas pelukan itu seraya mengusap-usap punggung mertuanya agar lebih tenang.
"Nggak apa-apa,Mom.Semuanya sudah berlalu,"ucap Kia.
"Sekali lagi,maafkan kami,"ucap Nyonya Sofia.
Akhirnya,mereka memutuskan untuk mengadakan acara kecil-kecilan untuk pernikahan ulang Bian dan Kia.Acara itu hanya akan dihadiri oleh beberapa keluarga Abraham yang berada di kota yang sama saja.
"Daddy akan memperketat keamanan di sekitar kita.Kamu tenang saja,Daddy juga masih punya kuasa di sini,"ucap Tuan David,mengingat apa yang putranya itu lakukan saat mereka akan pergi mengajak cucunya.
"Hem,"jawab Bian membuat Daddy-nya mendengus kesal.
"Aku nggak nyangka akan menikah dua kali tapi dengan orang yang sama,"ucap Kia dalam pelukan hangat suaminya.
"Happy?"tanya Bian mengecup kening Kia.
"Emm ...,"
"Aku tahu,kamu pasti bahagia,"ucap Bian menyimpulkan sendiri.
"Ish ... nanya-nanya sendiri,jawab-jawab sendiri."
__ADS_1
"Kamunya yang terlalu lama berpikir.Lagian,aku tampan juga kaya.Nggak mungkinlah kamu nggak bahagia,"ujar Bian percaya diri.
Kia memutar bola matanya malas mendengar kenarsisan suaminya.Mau dibantah,tapi itulah kebenarannya.Suaminya itu memang sangat tampan.Apalagi wajahnya blasteran indo- Amerika.Didukung pula dengan isi dompetnya yang super duper tebal.Nikmat mana lagi yang engkau dustakan,Kia.
"Ya ... ya ... kamu benar seribu persen."
* * *
Saat-saat yang dinantikan pun telah berlangsung begitu khidmat.Semua acara terlaksana dengan lancar.Kini saatnya foto-foto keluarga.Key terlihat sangat sibuk mengatur posisi keluarganya agar bisa terlihat semua di foto.
Bian juga mengajak Rama masuk ke barisan keluarganya untuk berfoto.Dan posisinya bersebelahan dengan Key yang tampil cantik dengan kebaya modern yang membalut tubuhnya.Rama sampai nervous berdiri di sampingnya.
Melihat peluang hal romantis yang bisa saja terjadi diantara keduanya,Kia memiliki ide jahil di dalam pikirannya.Kia berpura-pura hampir menjatuhkan tubuhnya yang dipeluk Key sampai membuat Key terdorong.
Dengan sigap,Rama memeluk pinggang ramping Key agar tidak terjatuh.Key pun menatap wajah Rama yang sangat dekat dengan wajahnya.Rona merah di pipinya tiba-tiba muncul.
Kia meminta fotografer untuk mengabadikan momen romantis antara Rama dan Key yang saling tatap dengan tangan Rama yang masih memeluk pinggang Key.
"Apa kalian akan saling menatap sampai acara selesai?"
Kali ini,bukan Bian yang menyela melainkan Tuan David.Rama yang terkejut segera melepaskan tangannya dari pinggang Key.
"Maaf,Tuan."
__ADS_1