
Setelah pulang dari honeymoon,Bian dan Kia kembali pada rutinitasnya masing-masing. Bian yang sibuk dengan pekerjaannya di kantor,sedangkan Kia sibuk dengan studinya. Kia juga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengasah kemampuannya dalam mengolah makanan sesuai dengan jurusan yang diambilnya.
Dengan perlengkapan dan peralatan yang memadai di dapur apartemen,serta ponselnya,Kia tidak banyak mengalami kesulitan untuk berkreasi.Pak Ali dan Pak Beno lah yang paling beruntung karena sering dijadikan Kia sebagai juri untuk menilai masakannya,karena Bian selalu pulang larut malam bahkan sampai tidak pulang.
Malam ini,Kia sangat bosan.Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh.Kia yang sudah bosan menonton TV,mau tidur tapi belum mengantuk,akhirnya memutuskan untuk mengobrol dengan Pak Ali dan Pak Beno di luar.Di luar apartemen memang disediakan kursi dan meja untuk mereka berjaga.Pak Ali dan Pak Beno berjaga sampai tengah malam,kemudian dilanjutkan dengan bodyguard Bian yang lain sampai pagi.
Kia membawa cemilan yang dibuatnya sore tadi dan sekotak besar jus jeruk dan gelas.Pak Beno membantu Kia yang kerepotan membawa barang bawaannya.
"Terima kasih!"ucapnya saat Pak Beno mengambil jus jeruk dan gelas yang dibawanya.
"Mau dibawa ke mana,Non?"tanya Pak Beno.
"Letakkan di meja sini aja,Pak!"tunjuk Kia pada meja.
Pak Beno meletakkannya di meja sesuai perintah dari Kia.
"Loh,Non!Mau ke mana?"tanya Pak Ali yang datang membawa dua cangkir kopi.
"Nggak kemana-mana,bosen aja di dalam terus.Jadi,kita ngobrol-ngobrol aja di sini.Boleh kan,Pak?"Kia duduk di kursi.
__ADS_1
Pak Ali dan Pak Beno saling tatap,bingung.
"Kenapa,sih?Kok malah bengong.Ayo,duduk!" seru Kia.
Pak Ali dan Pak Beno duduk di lantai,tak mau dianggap kurang ajar.Apalagi kalau Bosnya tahu mereka duduk berdampingan dengan istrinya,beh.......... Pak Ali dan Pak Beno sampai tak sanggup untuk sekedar membayangkannya.Kia menghembuskan nafasnya kasar,mereka pasti takut dengan si 'pak tua' suaminya itu,pikirnya.Kia melihat tumpukan kartu ada di atas meja.
"Pak,gimana kalau kita main cangkulan?"ajak Kia girang.
"Pak Ali dan Pak Beno ngerti kan main cangkulan?"Kedua bodyguard itu mengangguk serempak.
"Yang kalah diapain ya enaknya?"Kia mengetuk-ngetuk meja sembari berpikir.
"Terserah Non Kia saja!"ucap Pak Beno.
Tanpa menunggu jawaban dari Pak Ali dan Pak Beno,Kia berlari masuk dan tak berapa lama keluar kembali membawa lipstik warna merah.Lipstik itu tidak pernah dipakainya karena warnanya terlalu mencolok.
"Tapi,Pak Ali dan Pak Beno nggak boleh sengaja mengalah ya?Kalian tenang aja,Mas Bian nggak bakalan tahu.Jadi nggak usah takut!"jelas Kia.
"Baik,Non!"balas keduanya.
__ADS_1
Permainan pun dimulai.Pak Ali dan Pak Beno pun bermain tanpa mau mengalah sesuai yang diinginkan Kia.Permainan tampak sangat seru karena wajah ketiganya yang sudah di penuhi coretan lipstik merah merona milik Kia.Mereka pun bermain sambil bercerita.
"Oh,jadi Pak Beno mantan preman pasar?"tanya Kia tak percaya.
"Iya,Non!Waktu itu,saya nggak sengaja malak anak buahnya Bos Bian.Eh,malah saya yang babak belur."
Mereka tertawa dengan kisah yang diceritakan Pak Beno.
"Tapi,untungnya Bos nggak bawa saya ke kantor polisi.Malah ngajak saya bergabung menjadi anggota keamanannya.Saya juga disuruh berlatih bela diri oleh Bos,biar nggak asal-asalan kalau diharuskan berkelahi.Sejak saat itu,kehidupan saya jauh lebih baik dan saya sangat berterima kasih kepada beliau."cerita Pak Beno mengingat kejadian yang lalu.
"Bos Bian memang orang yang baik.Cerita saya juga tidak jauh beda dengan Beno.Saya juga bukan orang yang baik.Kami menempuh jalan yang salah demi menghidupi keluarga. Tapi Bos Bian malah merangkul kami yang bukan siapa-siapa dan memberikan kami pekerjaan yang lebih baik dan bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga dengan uang yang halal,"sambung Pak Ali.
Kia mengangguk,menyadari kalau Bian memang orang yang baik.Dia memang memaksanya untuk menikah,tapi itu lebih baik kan dari pada Bian melakukan hal yang akan merusak masa depannya.Selama menikah hampir dua bulan ini juga Bian selalu memperlakukannya dengan baik.
Kia beruntung diijinkan Bian untuk melanjutkan pendidikannya.Banyak temannya di desa yang terpaksa berhenti sekolah saat masih duduk di bangku SMP karena tidak ada biaya dan harus menikah muda untuk meringankan beban orang tuanya.Saat sudah menikah,mereka harus mengurus rumah,belum lagi kalau sudah punya anak.Keinginan belajar pun menguap begitu saja.Sangat disayangkan.
Sedang asik melamun dengan pikiran masing-masing,ketiga orang yang mukanya sudah berwarna merah itu terkejut mendengar teriakkan seseorang dari jauh.
"Kia..........!"
__ADS_1
Mereka pun menoleh ke sumber suara dan menelan ludahnya kasar.Mereka keasikan bermain dan bercerita sampai tidak menyadari sudah dua jam mereka bermain. Camilan pun sudah tak bersisa di piring.
"OMG!"Kia segera berlari masuk dan langsung menuju kamarnya.