
Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore,saat Rama mengajak Key untuk pulang.Hampir setengah hari,Key berkumpul bersama keluarga Rama.Untungnya Bu Sukma dan keluarga menerima Key dengan sangat baik
Meski sempat merasa tidak pantas,Bu Sukma akhirnya yakin kalau Key gadis yang baik.Harta bukanlah tolak ukur untuknya merasa bahagia.Rama,putranya pasti tidak akan direndahkan oleh Key seandainya mereka berjodoh.Tinggal orang tua Key,bisa menerima atau tidak kalau seandainya mereka meminta Key untuk menjadi istri dari Rama,sang asisten pribadi.
"Bagaimana?"tanya Rama ambigu.
"Apanya?Kalo nanya tuh yang jelas kenapa?"jawab Key balik bertanya.
Seperti biasa,Rama hanya nyengir singkat.Hari ini,Rama berubah jadi laki-laki yang full senyum.Senyumnya terus mengembang seperti adonan donat.Key sampai tak percaya,benarkah pria itu adalah pak Rama si kanebo kering???
"Maksud saya,bagaimana keluarga saya?Nona nyaman bersama mereka?"
"Ah ... elo mah nggak asik.Masa' masih manggil gue Nona.Pake saya lagi,formal bet.Kan,udah gue bilang panggil nama aja,"ucap Key sedikit sewot.
"Nggak sopan kalau harus panggil nama langsung,"balas Rama.
"Au ... ah,bete gue!"rajuk Key menyandarkan kepalanya di kaca pintu mobil.
Melirik Key yang merajuk dengan bibirnya yang sedikit dimajukan,membuat tangan Rama bergerak tanpa disuruh.Dia mengacak-acak rambut Key yang lembut.
Mendapat perlakuan seperti itu,membuat Key merasa dag-dig-dug.Rama memang bukanlah pria pertama yang melakukan hal itu padanya.Tapi,ini rasanya berbeda karena Key memang menginginkannya.
Kalau dengan mantan pacarnya,Key merasa biasa saja karena mereka yang menginginkan Key, tidak sebaliknya.
"Keluarga kamu orangnya asik-asik.Apalagi keponakan-keponakan kamu,"kata Key mengingat kembali saat bermain bersama dengan anak dari kakaknya Rama yang juga datang berkunjung.
Key pun sudah merubah panggilannya menjadi aku-kamu.Rama menghentikan mobilnya di sebuah rest area.Digenggamnya tangan Key dengan pandangan yang menatap sendu tepat di manik indah milik Key.
__ADS_1
"Apa ajakan kamu semalam ... serius?"tanya Rama yang sudah mengikuti Key,beraku-kamu.
Melihat wajah serius itu,Key jadi ikut serius."Kenapa?"
"Kalau kamu serius,aku akan membawa Ibuku menghadap keluarga kamu.Diusiaku yang sudah segini,aku nggak mau bermain-main dengan yang namanya pacaran.Aku mau kamu jadi istriku,"ujar Rama.
Diam.Itulah yang Key lakukan.Rama yang melihat itu menjadi takut kalau ternyata Key hanya asal bicara saja padanya malam tadi.Tanpa menjawab apapun,Key membuka pintu mobil dan keluar.
Rama yang terkejut,langsung mengejar Key yang berdiri tak jauh dari mobil.Key mengibaskan tangannya dan berjalan mondar-mandir seperti setrikaan.Rama jadi seperti pejuang yang kalah dalam perang.
Dia menghampiri Key dengan jalan yang tak bersemangat.Saat sampai di dekat Key,tiba-tiba gadis itu menjerit dan langsung menubruk tubuh atletis Rama.
"Aaaaa ...!!!"
Hal itu,sontak membuat Rama jadi heran plus takut.Mungkinkah adik dari tuannya ini depresi karena ingin dijadikan sebagai seorang istri olehnya???
"Ih ... siapa bilang aku nggak mau?Aku cuma mengekspresikan rasa gembira aku,kok!"ucap Key cemberut.
"Bener?"
Key menganggukkan kepalanya dan Rama pun membalas pelukan itu dengan erat.Dia sudah berpikiran yang macam-macam tadi.Tak disangka,cintanya terbalas.Rama pikir,dia tidak punya kesempatan untuk mendapatkan cinta dari gadis cantik yang status sosialnya jauh berbeda dengannya.
"Terima kasih,"lirih Rama.
"Untuk apa?"tanya Key mendongak,menatap Rama.
"Terima kasih karena sudah membalas cintaku.Kamu terima aku,bukan karena kasihan,kan?"
__ADS_1
"Em ...jadi,kamu cinta sama aku?"senyum Key menatap wajah tampan Rama.
Rama mengangguk dan mencolek hidung mancung wanitanya,"Sejak kamu SMA."
"Oh,ya?Kenapa baru bilang sekarang?"Key melepaskan pelukannya.
Bingung juga,harus jawab apa.Saat itu,Rama baru menjadi pegawai magang di perusahaan ABR COMPANY.Dia bahkan tidak pernah berpikir untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Key karena tahu diri,dia siapa dan Key siapa.
"Aku merasa kurang percaya diri.Aku hanya pegawai magang di perusahaan Daddy kamu.Kakak kamu sangat baik,aku takut mengecewakannya karena lancang menyukai adiknya satu-satunya,"jelas Rama.
"Harta bukanlah segalanya.Kamu tahu sendiri, bagaimana Kak Bian."
Rama mengangguk, mengiyakan ucapan Key.Dia sendiri saksi,betapa baiknya Bian.Dibalik sikap dinginnya,banyak orang yang sudah mencapai cita-citanya melalui jalan yang dibuatnya.
"Hem,kamu benar.Tinggal tuan David dan nyonya Sofia.Apa mereka mau menerima aku dan keluargaku nantinya?"Rama sedikit menghela nafasnya mengingat bagaimana kedua orang tua dari gadis yang dicintainya itu memperlakukan Kia ketika Bian masih bersama dengan Seline.
Key juga merasa khawatir dengan kedua orang tuanya.Mereka memang sudah berubah lebih baik kepada Kia,apalagi Kia membawa kebahagiaan untuk mereka yaitu cucunya.
Tapi,sebelum itu,kakaknya harus mengalami hal pahit dulu baru mendapat restu dari keduanya.Meski jalan takdir cinta orang berbeda,Key tetap cemas karena orang tuanya pasti akan memilihkan pasangan untuknya sesuai dengan bibit,bebet,dan bobotnya.
"Kalau mereka nggak merestui,apa kamu akan menyerah?"tanya Key sendu,matanya pun mulai berembun.
"Aku sudah menunggu kamu sekian lama.Kalau harus menunggu lagi untuk beberapa waktu ... nggak masalah,"ucap Rama bertekad.
"Janji?"Key menyodorkan jari kelingkingnya.
Rama tersenyum dan menangkup pipi Key sampai bibirnya mengerucut,"Janji."
__ADS_1