Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Berhenti Mencampuri Urusanku,Dad!


__ADS_3

Di dalam mobil,Bian tengah sibuk mengecek pekerjaannya di tab,sedangkan Rama fokus menyetir.Saat ini,mereka sedang dalam perjalanan pulang ke apartemen.Dan hari ini,untuk pertama kalinya sejak Bian menjadi CEO dari ABR COMPANY,Bian pulang sesuai jam kerja.


Pukul setengah lima,Bian sudah berada di mobilnya menuju apartemennya.Rama melihat mobil yang selalu mengikutinya beberapa hari ini melalui spion mobil.


"Tuan!Sepertinya mobil hitam itu mengikuti kita beberapa hari ini,"beritahu Rama.


Bian menolehkan kepalanya ke belakang.Benar sekali,mobil itu memang selalu berada tak jauh di belakang mobilnya.


"Kau tahu mobil itu mengikuti kita,tapi kau tidak melakukan apa-apa?"


"Tuan tenang saja,saya sudah menyuruh orang kita untuk mengecoh mereka saat di persimpangan."


"Bagus!Putar balik ke mansion Daddy!"


"Baik,Tuan!"


Rama pun memutar kemudi menuju kediaman Daddy David.Tak lama setelah itu,mobil yang Rama kendarai masuk ke halaman kediaman orang tua Bian.Bian turun dan langsung masuk ke mansion.


"Bian,sayang!Kamu pulang,Nak!"


Mommy menyambut kedatangan anak laki-lakinya dengan senyum sumringah.Bian sangat jarang berkunjung ke sana sejak memutuskan untuk mandiri.Kalau tidak sang Mommy yang memaksanya datang,Bian tidak akan menginjakkan kakinya di mansion ini.


"Where is Daddy,Mom?"tanyanya langsung.


"Di ruang kerjanya.Ada apa?"


Tanpa menjawab,Bian pergi ke ruang kerja Daddy-nya.Bian masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung duduk di hadapan Daddy-nya dengan meja kerja yang menjadi penghalang keduanya.Tuan David mengalihkan atensinya melihat Bian.


"Berhenti menyuruh mereka untuk mengikuti ku!"seru Bian tanpa basa-basi.

__ADS_1


Daddy melepas kacamata bacanya,"Maksudnya?"


"Tidak usah berpura-pura tidak tahu!Daddy tahu betul apa yang aku maksud!Stop mengurusi urusan pribadiku!"


"Daddy hanya mencegah kamu melakukan hal-hal yang mungkin akan berpotensi membuat ABR COMPANY tidak stabil."


"Daddy lebih tahu bagaimana caraku menjalankan perusahaan.Aku tidak akan menghancurkan perusahaan yang dibangun dengan susah payah oleh kakekku sendiri!"


"Lantas,apa yang kamu lakukan di luar sana?Tinggal di mana kamu selama tidak berada di mansion kalian?"


"Sebaiknya Daddy berhenti untuk ikut campur dalam kehidupan pribadiku!Biarkan aku menjalani kehidupanku sesuai dengan apa yang aku inginkan!"tegas Bian.


Tanpa menunggu jawaban dari Daddy-nya, Bian pun pergi meninggalkan ruang kerja Daddy-nya itu.


"Kak Bian!Tumben pulang,"Key menyapa.


"Ada urusan sedikit,"jawabnya.


"Sorry,Mom!Bian nggak bisa.Bian masih ada urusan penting."


"Sok sibuk banget sih lu,Kak!"


"Emang gue sibuk,mau gimana lagi."Bian mengacak rambut adiknya.


"Bian pulang,Mom!"


Mommy dan Key mengantar Bian sampai depan rumah.Rama yang melihat Nyonya Sofia dan Keyzia keluar,segera mendekat untuk menyapa sekaligus berpamitan.


"Hati-hati ya Ram,bawa mobilnya!"

__ADS_1


"Iya,Nyonya!"


Mobil Rama pun melaju meninggalkan kediaman orang tua Bian.Setelah menurunkan Tuannya di depan apartemennya,Rama bergegas pulang kembali menuju apartemennya.Rama tidak mempermasalahkan itu,walaupun Dia harus bolak-balik mengantarkan Bian.Karena itu memang tugasnya sebagai asisten pribadi Bian.


Bian masuk ke dalam apartemen.Dengan berjalan mengendap-endap,Bian mendekati Kia yang tengah sibuk di dapur.Diletakkannya tas kerjanya di meja mini bar dan melanjutkan aksinya yang hendak mengejutkan istri bocahnya itu.


"Mau apa?"tanya Kia tanpa menoleh.


Bian mendengus karena gagal mengejutkan Kia.Bian memeluk Kia dan mencium pipinya.


"Kamu kok tahu,sih!"


"Wangi kamu sudah ke cium dari jauh,Mas.Dan aku sudah sangat hafal dengan kelakuan kamu."


"Masa?"Bian mengendus tubuhnya.


Kia berbalik memegang spatulanya."Tumben pulang cepet."


"Kan Nyonya kecil yang minta.Masak apa,sih?Sudah jam segini baru mau masak,"Bian melihat jam tangannya.Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan.


"Tadi habis nonton Drakor.Jadi lupa waktu deh,"cengir Kia.


"Kamu itu,ya!Jangan jadiin kebiasaan,nanti sakit seperti Mas kemarin,hum!"Bian menangkup pipi Kia sampai bibirnya mengerucut.


Cup....cup....cup.....


Bian mengecup bibir Kia berkali-kali. Ditariknya pinggang Kia agar lebih merapat padanya.Bian kembali mencium bibir candu itu lebih dalam.Kia mendorong dada Bian agar melepaskan ciumannya.


"Kenapa,sih?"sewot Bian.

__ADS_1


"Mandi dulu sana terus kita makan sama-sama.Mas pasti belum makan juga,kan?"


Dengan berat hati dan bibir yang maju,Bian pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.Kia pun melanjutkan memasaknya.Tak perlu waktu lama,Bian turun menyusul Kia yang masih menyiapkan makanan di meja.Mereka pun makan malam sepiring berdua.Bian juga meminta Kia untuk menyuapinya.


__ADS_2