Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Tua-Tua Keladi


__ADS_3

Di pusat perbelanjaan,Tuan David mengajak cucunya bermain di tempat bermain anak-anak.Di sana,mereka terlihat begitu bahagia.Nyonya Sofia dan Kia menunggu tak jauh dari tempat tuan David dan sang cucu bermain.


"Mommy mau ikut main,tapi lutut Mommy kadang suka sakit kalau harus duduk di bawah seperti itu,"ujar Nyonya Sofia menunjuk ke arah suami dan cucunya.


"Kita lihat mereka dari sini saja.Sebentar,Kia mau foto mereka untuk dikirim ke Papanya,"ucap Kia mengarahkan ponselnya memotret kebahagiaan Daddy dan putranya.


Nyonya Sofia juga mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan momen itu.Tidak lupa,mereka juga berfoto bersama untuk dikirimkan ke putranya agar Bian merasa kesal dengan kegembiraan mereka.


* * *


Dalam ruang rapat,Bian terlihat tidak fokus karena melihat foto-foto yang dikirimkan oleh istri juga Mommynya.Rasanya Bian ingin menyusul dan ikut bermain bersama dengan putranya.


"Haish,mereka ini ...!"lirih Bian melempar ponselnya ke atas meja dengan kesal.


Semua orang yang hadir dalam rapat itu menatap heran pada bos mereka.Bian tak ambil pusing dengan tatapan mereka dan meminta untuk melanjutkan rapat.


"Rama,kalian lanjutkan rapatnya!"seru Bian tak tahan lagi melihat foto-foto yang istrinya kirimkan.


"Berikan hasilnya nanti langsung ke mansion Daddy,kita bahas lagi di sana!"lanjut Bian yang diangguki Rama.


Bian pun bergegas pergi ke luar ruangan menuju ruangannya sendiri untuk mengambil kunci mobilnya.Lalu,segera pergi menyusul keluarganya.


Dengan menyetir sendiri mobilnya,Bian melajukan mobil dengan kecepatan agak cepat.Sampai di sana,Bian menghubungi bodyguard yang dia tugaskan untuk mengikuti istrinya agar mengirimkan lokasi keberadaan mereka.


Dari kejauhan,Bian melihat Daddy-nya yang menggendong putranya menuju tempat mainan.Sedangkan istri dan Mommynya berjalan bergandengan di belakangnya.


Bian bersyukur melihat keluarganya sudah menerima istri dan anaknya menjadi bagian dari keluarga Abraham.Bian berlari kecil menghampiri mereka yang sedang memilih mainan untuk Biyan.


"Papa ...,"teriak Biyan mengulurkan tangannya pada papanya.


"Halo,jagoan Papa!"Bian mengambil putranya dari gendongan tuan David.


Tuan David mendengus melihat putranya yang tiba-tiba sudah muncul diantara mereka.Baru juga sebentar bermain dengan cucunya,Papanya sudah mengambilnya lagi.


"Kenapa nyusul sih?Di kantor nggak ada kerjaan apa?"sebal Tuan David.


"Kalau nurutin kerjaan,nggak akan ada habisnya,Dad!"jawab Bian.

__ADS_1


Perdebatan kecil dengan Daddy-nya itu harus ia hentikan dulu,melihat istrinya yang sedang tersenyum dengan seorang pria dengan seragam dari toko mainan tersebut.


"Ehem ...,"Bian berdehem di belakang Kia.


Kia menoleh ke belakang dan langsung disambut tatapan tajam dari suaminya.


"Mas,kamu di sini?"kaget Kia.


"Kenapa?Nggak suka aku nyusul kalian?"sinis Bian.


Kia memutar bola matanya malas.Suamimya ini sedang tidak cemburu dengan pria yang membantunya memilih mainan,kan?


"Makasih ya,Kak!"ucap Kia pada pria itu.


"Sama-sama,Mbak.Saya permisi,"balas pria itu.


Pria itu memang bertugas di sana untuk membantu pembeli memilih mainan apa yang pas mereka beli untuk usia anak mereka.Kebetulan sekali, wajahnya juga bisa dibilang dapat menarik para wanita untuk datang ke toko mainan tersebut.Senyumnya juga manis dan ramah.


"Seneng banget yah,ngobrol sama pria lain tanpa suami.Pake senyum-senyum segala lagi.Kenapa?Kamu tertarik sama pemuda itu,iya?"omel Bian sangat jengkel.


"Apa sih Mas?Dia cuma bantuin aku milih mana mainan yang sesuai untuk usianya Biyan.Itu memang sudah jadi tugasnya Dia.Bukannya aku kesenangan ngobrol sama pria lain,"bela Kia pada dirinya sendiri dan berjalan menghampiri mertuanya.


Kia menghela nafasnya."Belum,harganya mahal banget di sini,"bisik Kia.


Bian menghentikan langkahnya dan menatap istrinya heran.Dia bahkan bisa membeli mall tempat toko mainan itu berdiri,kenapa istrinya tak jadi membeli cuma gara-gara harga yang mahal.


"Suami kamu ini bahkan bisa membeli pabrik mainan!Kenapa kamu malah pusing dengan masalah harga?"tanya Bian mengernyit heran.


"Cucu opa ... lihat!Opa beli banyak mainan untuk cucuku yang tersayang."


Tuan David menunjukkan keranjang yang sudah dipenuhi mainan.Biyan pun berteriak senang melihat mainan yang Opanya pilihkan.Mainan-mainan itu adalah hasil dari pilihan Opa dan Oma Biyan.Dan harganya juga sangat mahal karena tidak banyak diproduksi.


"Aaaa ...,"teriak Biyan senang.


Pasangan suami-istri yang merupakan orang tua dari Biyan,cuma bisa melongo melihat banyaknya mainan yang Mommy dan Daddy-nya beli.Apalagi Bian,dia merasa orang tuanya sudah mencuri start untuk membahagiakan anaknya dengan mainan.


Kemarin-kemarin,Bian sudah sangat gatal ingin membelikan putranya itu mainan yang banyak untuk menebus ketidakhadirannya di saat-saat terpenting putranya.Tapi,Kia selalu melarangnya dengan alasan tidak ingin memanjakan putranya.

__ADS_1


Tapi,lihatlah kedua orang tuanya.Kenapa istrinya itu tidak melarang mereka juga?Bian menatap Kia dengan bibir yang mengerucut, menunjukkan protesnya.Kia yang merasa canggung dengan tatapan suaminya hanya bisa mengangkat kedua bahunya.


"Banyak sekali Dad,mainannya!Jangan memanjakan putraku!"protes Bian.


"Ini bukan memanjakan,tapi membahagiakan cucu kami,"ucap Nyonya Sofia enteng.


"Ta-"


Bian ingin mengajukan protesnya lagi,tapi tuan David segera menghentikannya dengan mengambil Biyan dari gendongan Papanya dan mengajaknya ke kasir untuk membayar.


Setelah lelah bermain dan berbelanja mainan,mereka makan di salah satu gerai makanan yang ada di mall tersebut.


"Kenapa kamu memberi nama Biyan?Apa karena wajah mereka mirip?"tanya Nyonya Sofia.


"Sebenarnya,nggak sama sih,Mom.Putra Mommy kan Abian Abraham,sedangkan putraku namanya Biyantara Abraham.Panggilannya saja yang menggunakan pelafalan yang sama.Dan salah satu alasan kenapa nama panggilan mereka sama?Karena keduanya memiliki tatapan mata yang sama,"jelas Kia menatap bergantian pada suami dan putranya.


"Dia putraku juga,kalau kamu lupa!"seru Bian.


"Iya ... iya ... putra kita.Puas,Bapak Abian?"


"Hem."


"Mommy baru tahu, ternyata kamu itu cerewet sekali.Untung istri kamu tahan sama kamu,"tawa nyonya Sofia.


Putranya ini ternyata mempunyai sifat yang berbeda jika bersama dengan keluarga kecilnya.Dia terkadang terlihat manja tapi juga suka mengomel kalau keinginannya tidak dituruti oleh istrinya.


"Mau bagaimana lagi,Mom!Kia sangat mencintai putra Mommy ini.Jadi,Dia tidak akan mungkin bisa berpaling dariku,"ujar Bian percaya diri.


"Bener,Kia?Kamu nggak terpaksa,kan?"tanya Tuan David menggoda Bian.


"Dad,jangan mencemari pikiran istriku!"kesal Bian.


"Awalnya sih,memang terpaksa.Tapi sekarang,sangat ... sangat mencintainya,"ucap Kia menatap suaminya.


Bian tidak bisa berkata-kata mendengar ungkapan isi hati yang Kia ucapkan.Melihat gelagat Bian yang hanya terdiam,tuan David segera membawa cucunya dalam dekapannya.


Dan benar saja,tanpa melihat di mana mereka berada,Bian mencium bibir Kia.Mendapat serangan tiba-tiba dari suaminya,Kia hanya bisa melotot dan mendorong dada Bian agar melepaskan ciumannya.

__ADS_1


Karena putranya itu tidak juga melepaskan ciumannya pada menantunya, Nyonya Sofia akhirnya menjewer telinga Bian sampai Bian mengaduh kesakitan.


"Tua-tua keladi,"kesal nyonya Sofia.


__ADS_2