Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Jalan-Jalan Versi Bian


__ADS_3

"Kok ke bandara?"tanya Kia yang duduk di sebelah Bian.


"Kenapa?Katanya bosan di apartemen,mau jalan-jalan,"ucap Bian.


"Jalan-jalan di bandara?"Kia menautkan kedua alisnya.


"Sudah,ayo keluar!"Bian keluar dari mobilnya dan jalan memutar membukakan pintu untuk Kia.


"Tuan,semuanya sudah siap!"beritahu Rama.


Bian mengangguk dan berjalan dengan menggamit tangan Kia.Bian dan Rama sudah memakai alat penyamarannya,masker,kaca mata hitam,dan topi hitam.Kia merasa jalan dengan selebriti melihat apa yang mereka pakai.


Bian berjalan menuju jet pribadinya diikuti oleh Rama di belakangnya.Kia terperangah melihatnya,mulutnya terbuka lebar dengan mata yang membulat.


"Woah.......!"takjub Kia.


Mereka bertiga memasuki jet pribadi beriringan.Lagi-lagi Kia membuka mulutnya lebar."Woah.......!"


Bian menutup mulut Kia yang menganga,"Dasar kampungan!"cibirnya.


Kia mendengus kesal,"Saya gadis desa ya,Tuan!Bukan gadis kampung."


Bian terkekeh,"Emangnya kamu masih gadis?"


Kia ingin membalasnya tapi Kia ingat kalau Dia memang sudah menikah.Kia memanyunkan bibirnya dan duduk di kursi yang sudah ditunjukkan oleh Rama.Seorang pramugari cantik menghampiri mereka,menanyakan apa mereka membutuhkan sesuatu.Kia memicingkan matanya melirik Bian.

__ADS_1


"Apa?"Bian menyadari lirikan itu.


"Pramugarinya cantik!"lirik Kia lagi.


Bian manggut-manggut tak peduli,"Kenapa? Cemburu?"Bian mencolek dagu Kia.


Kia memajukan bibirnya mengejek Bian lalu menatap ke luar jendela.Jetpri mulai lepas landas.Kia menggenggam tangan Bian erat dan terus berdoa di dalam hati.Kia belum diberitahu mereka akan pergi kemana.Kia memejamkan matanya menghalau rasa takutnya.Maklum pengalaman pertama.


Setelah beberapa jam di udara,akhirnya mereka sampai di tujuan.Kia mengekor di belakang Bian dengan tangan yang saling bertaut.Bian memasuki sebuah hotel mewah dan langsung menuju private room yang ada di hotel itu.Sementara Kia,Bian menyuruhnya untuk menunggu di lobby hotel karena Bian akan menemui kliennya untuk membahas kerjasama mereka bersama dengan Rama.


Tak sampai satu jam,kerjasama pun mencapai kesepakatan.Bian dan Rama undur diri segera.Dari kejauhan,Bian melihat Kia sedang mengobrol dengan seorang pria bule.Kia tampak tak nyaman diajak berbicara dengan bule itu.Bian segera mendekat dan memeluk pinggang Kia.


"Baby....!"Bian mengecup bibir Kia di depan bule itu.


Bule itu langsung pergi menjauh dari pasangan suami-istri itu.Bian menggandeng Kia dan pergi dari lobby hotel menuju tempat mobilnya diparkirkan.Rama membuka pintu mobil untuk Kia dan Bian masuk dari pintu yang lain.Di dalam mobil,Bian tak mengucapkan apapun.Tapi tangannya terus mengelus paha Kia.Kia menghentikan tangan Bian dan memindahkannya ke pahanya sendiri.Bian tak menghiraukan Kia dan mengulangi ulahnya tadi.


"Awww.......!Kamu kenapa,sih?Mesum sama istri sendiri itu dapat pahala!bela Bian.


"Mas nggak malu dilihat Pak Rama?"geram Kia.


Bian melirik Rama lewat center mirror,"Apa kau melihat,Rama?"


"Tidak,Tuan!Saya fokus menatap jalanan!"ucapnya.


"See!"ucap Bian.

__ADS_1


Kia memutar bola matanya jengah.Bian merangkul pinggang Kia merapat padanya. Tapi,belum sempat melancarkan aksinya,mobil mereka sampai pada sebuah pelabuhan.Mereka pun turun menuju sebuah kapal pesiar pribadi milik Bian.


"Tuan!Saya permisi!"Rama menunduk hormat.


"Hem!Terus awasi keadaan perusahaan dan jangan sampai kecolongan!"Bian mengangguk.


Rama pergi meninggalkan Bian dan Kia.Pasangan itu naik ke atas kapal pesiar dan lagi-lagi Kia membelalakkan matanya kagum.Kapal pesiar ini sangat mewah dan Kia beruntung bisa berada didalamnya.Bian mengacak rambut istrinya,gemas sekali melihat ekspresi Kia yang terperangah.


Bian menuntun Kia ke tepi pembatas kapal dan memeluknya dari belakang."Senang?"


Kia mengangguk riang.Kia selalu mengalami hal serba pertama bersama dengan Bian.Menikah,berciuman,memadu kasih,tinggal di tempat yang mewah,naik jet pribadi,dan sekarang naik kapal pesiar mewah.Nikmat mana lagi yang engkau dustakan.Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian,itulah yang Kia pikirkan.


Setelah sampai,Bian mengajak Kia ke sebuah resort.


"Woah.......!"kali ini Kia menutup mulutnya.


"Welcome to our private island,"ucap Bian merentangkan kedua tangannya.


"Pulau pribadi kamu?"Kia melompat-lompat kegirangan.


Bian mengangguk dan menarik Kia ke dalam pelukannya.Digendongnya Kia seperti koala menuju kamarnya.Kia mengalungkan tangannya di leher Bian dan menautkan kakinya di pinggangnya.Dengan perlahan Bian menapaki tangga dan mencium bibir kesukaannya.


Sampai di kamar,Bian menjatuhkan tubuh ramping Kia di atas ranjang empuknya.Bian menindih tubuh Kia dengan bertumpu pada satu tangannya sedangkan tangannya yang lain mengelus wajah istri kecilnya.Dengan dihiasi langit sore yang menembus gorden dinding kacanya,Bian mengikis jarak wajahnya dengan wanitanya.Dikecupnya mata indah yang menutup itu,lanjut ke hidung mancung tapi mungil,terus berakhir pada bibir lembab alami milik wanita yang mengisi kekosongan hatinya sejak mereka menikah.


Kia menikmati setiap kecupan lembut yang Bian berikan.Senyum itu terpatri indah dibibirnya.Keraguan di dalam hatinya perlahan menghilang.Detik ini,Kia dengan berlapang dada menerima Bian sebagai seseorang yang menghuni ruang di hatinya. Kia akan berusaha sebaik mungkin menjalani pernikahannya bersama Bian.

__ADS_1


Kecupan itu lama-kelamaan berubah menjadi sebuah ciuman yang penuh dengan gairah.Wajah keduanya bersemu menahan hasrat yang ingin segera dituntaskan.Dengan perlahan,Bian membuka setiap kancing baju yang Kia kenakan tanpa melepas tautan bibirnya.Setelah itu...........Dan terjadi lagi........kisah cinta yang terulang kembali.......


__ADS_2