
Karena tidak berhasil mengajak si kecil bermain,Kia menyuruh suaminya membersihkan diri sementara Biyan diambil alih oleh adik iparnya,Key.
Segala usaha sudah Bian lakukan untuk menaklukkan hati si buah hati.Namun sayang,bukannya anaknya itu mendekat padanya,malah melemparinya dengan mainan.
Untung saat itu Key datang.Melihat kakaknya kesulitan menenangkan keponakannya,Key segera menghampiri mereka dan membujuk Biyan agar ikut dengannya.Bian sampai melongok tidak percaya.Semudah itu,anaknya bisa Key bujuk.Mungkin tadi,cara Bian membujuk kurang maksimal.
Apalagi melihat penampilan Bian yang seperti penculik yang sedikit memaksa agar mau digendongnya,Biyan merasa terancam jadinya.
"Kamu kenapa jadi seperti ini sih,Mas?"
Setelah mandi,Kia membantu Bian merapikan rambutnya dan juga brewoknya yang berantakan.Saat suaminya itu mandi,Kia keluar untuk mencari apa yang Bian perlukan.
"Seperti apa?"Bian menaikkan alisnya sebelah.
"Ya,seperti ini.Berantakan,"ucap Kia mulai merapikan rambut Bian.
"Kamu nanyea?Kamu bertanya-tanya?"
"Mas,aku pegang gunting loh ini.Jangan sampai tangan aku terpeleset denger Mas ngomong kayak gitu!Lucu nggak,bikin eneg iya."
"Pertanyaan kamu itu yang nggak berbobot.Sudah tahu kamulah penyebabnya,pake nanya pula!"
Seketika keheningan melanda pasangan suami-istri itu.Kia memfokuskan perhatiannya pada tangannya yang merapikan rambut suaminya.Dengan belajar melalui video secara kilat,Kia berusaha untuk tidak membuat kesalahan.
Bisa ngamuk paksu kalau dirinya bukannya menjadi tamvan malah seperti tahanan yang baru bebas.Bian pun tak ingin mengganggu konsentrasi istri kecilnya itu.
"Oh,iya!Apa pak Ali baik-baik saja?"tanya Kia menghentikan gerakan tangannya.
"Pak Ali sempat koma dan mengalami keretakan parah pada tulang kakinya.Tapi,sekarang semuanya sudah baik-baik saja.Cuma,pak Ali mengalami amnesia sementara."
Raut wajah Kia berubah sedih.Ini semua salahnya.Andai saja waktu itu,dia mengikuti saran dari pak Ali agar meminta bantuan satpam,mungkin kejadian tak mengenakan itu tidak akan terjadi.
__ADS_1
Bian menarik tangan Kia dari bahunya dan memutar tubuhnya menghadap ke arah istrinya itu.Seolah tahu apa yang ada di pikiran istri kecilnya,Bian memeluk pinggangnya.
"Kamu sama pak Ali itu sama.Sama-sama merasa bersalah.Kamu pasti menyalahkan diri kamu sendiri,kan?"tanya Bian yang diangguki Kia.
"Pak Ali juga begitu.Dia merasa telah gagal menjaga kamu dan pak Ali selalu meminta maaf saat berbicara denganku,"lanjut Bian.
"Aku ingin bertemu dengan pak Ali dan pak Beno!"
"Mereka sudah menuju kemari.Kamu masih ingat ciri-ciri perempuan yang ingin menculik kamu?"
Kia menggeleng.Bian mengerti,istrinya ini bukannya tidak ingat,tapi tidak mau mengingat lebih tepatnya.Dia pun tidak ingin memaksa.
"Rambutnya sudah rapi,sekarang tinggal ini!"tunjuk Kia pada rahang suaminya.
Tangan lentik itu,lagi-lagi mengacak rambut suaminya dan mensejajarkan wajahnya pada sang suami.Tanpa Kia duga,Bian malah menempelkan bibirnya.
Cup
Akhirnya,Bian dapat merasakan kembali bibir ranum itu.Kia yang awalnya terkejut,lama-lama membalas kecupan itu.Tak cukup hanya kecupan,Bian pun ******* bibir manis istrinya.Mereka sama-sama saling melepaskan rindu lewat ciuman itu.
"Beberapa hari yang lalu,aku melihat kamu makan siang bersama Mbak Seline.Dan juga seorang bayi yang didudukan di kereta bayi.Kalian sudah memiliki anak juga?"
Walaupun sedikit tidak nyaman menanyakan hal itu,tapi Kia ingin menuntaskan rasa penasarannya.Dari pada menduga-duga dan akan berakhir salah paham,lebih baik ditanyakan langsung pada orang yang bersangkutan.
"Oh,jadi hari itu kamu benar-benar ada di sana?Kenapa nggak menghampiri langsung?"kesal Bian.
"Itu ... itu ... ckkk,nggak usah mengalihkan pembicaraan deh!Kan aku yang nanya duluan,"balas Kia tak kalah sewot.
"Hufth ...!Itu bukan anak aku.Kami sudah lama berpisah dan Dia sudah menikah lagi,puas!"
"Kamu cemburu Dia sudah menikah lagi?"
__ADS_1
"Kalau aku cemburu,ngapain aku buang-buang waktu untuk mengurus perceraian itu!"seru Bian tidak terima.
"Terus orang tua kamu,gimana?"cicit Kia menundukkan wajahnya.
"Aku nggak tahu,sudah lama kami tidak saling menyapa."
Terlihat ada kekecewaan di mata suaminya itu.Kia tidak ingin membahas lebih jauh tentang itu sekarang.Mereka baru bertemu,nanti saja dibahas lagi dan dicari solusinya.
Kia melanjutkannya pekerjaannya tadi,merapikan kumis dan jenggotnya.Setelah selesai,Kia memperlihatkan hasil kerjanya lewat cermin di meja riasnya.
"Bagaimana?"tanyanya.
Bian melihat rambutnya bagian belakang dan menolehkan wajahnya ke kiri dan ke kanan pada cermin.
"Lumayan!"ucapnya bangga dan tanpa aba-aba,Bian mencium pipi Kia kuat.
"Bayarannya,"ucapnya tersenyum manis.
"Cih,segini doang?"tanya Kia melipat tangannya di depan dada.
"Hem ... mau bayaran yang full?Oke!"
Bian menarik pinggang istri kecilnya hingga menempel padanya.Senyum miring khas om-om mesum,Bian tampilkan.Kia jadi merinding melihatnya.
"Siap?"bisik Bian tepat di telinga,membuat tubuh Kia meremang.
Tanpa ba bi bu,Bian mengangkat tubuh istrinya bak anak koala menuju ranjang.Seperti tersihir dengan pesona suaminya itu,Kia memejamkan mata saat bibir Bian mendarat di keningnya lalu turun ke kedua matanya.
Seperti biasa,setelah mata turun lagi ke hidung sampai pada akhirnya menuju bibir kesukaannya.Belum sempat bibir keduanya menempel,suara ketukan pintu menyadarkan mereka yang terlena.
"Kia,Biyan nyariin kamu ini!"suara Salwa dari balik pintu.
__ADS_1
Kia yang panik,lantas mendorong dada Bian sampai jatuh kebawah.Tak menghiraukan suaminya yang kesakitan,mengusap-usap pinggangnya,Kia berlari menuju pintu dan keluar begitu saja.
"Ckk ...,suaminya kesakitan begini,nggak ada peduli-pedulinya.Kasihan sekali diri ini ...!"gumam Bian mengaduh.