
Di sebuah rumah sakit,tepatnya di depan ruangan ICU,Pak Beno duduk dengan pandangan kosong ke depan.Tadi,Pak Beno lah yang menghubungi Rama kalau Pak Ali telah ditemukan.
Namun sayangnya,Pak Ali ditemukan dalam keadaan yang kurang baik.Saat ini,Pak Ali sedang dalam penangan dokter setelah pihak kepolisian yang mendapatkan pengaduan dari seseorang mengevakuasinya.
"Bagaimana keadaannya?"tanya Bian.
Pak Beno hanya menggelengkan kepalanya.Dia juga tidak tahu,karena dokter masih melakukan penanganan terhadap Pak Ali.Kebetulan Pak Beno lah yang dihubungi oleh pihak kepolisian karena nomor teleponnya yang Pak Ali tulis dibelakang kartu pengenal dari ABR COMPANY yang Bian berikan padanya saat Bian menawarkan pekerjaan padanya.
Kartu itu tak pernah lepas dari dompetnya,karena itu adalah awal dari hidupnya yang mulai berubah jadi lebih baik. Saat dia datang menemui Bian di kantornya,saat itu juga dia mengenal Pak Beno dan saling memberikan nomor.
Dan beruntungnya,Pak Ali selalu membawa dompetnya.Jadi,pihak kepolisian bisa langsung menghubungi tanpa memeriksa kartu pengenal Pak Ali.
Seseorang menghampiri mereka yang saling duduk diam dengan pikiran yang sudah entah kemana.
"Tuan Abian Abraham?"tanya Pak polisi.
"Iya,saya Pak.Apa yang terjadi dengannya,Pak?"
"Untuk kejadian pastinya,kita belum mengetahui.Kasus ini masih dalam proses penyelidikan.Mungkin Bapak ini sempat menyelamatkan dirinya dari mobil yang terperosok ke jurang.
Karena tidak jauh dari korban ditemukan,ada sebuah mobil yang ditemukan sudah dalam keadaan terbakar.Dan di dalam mobil tersebut,juga ditemukan dua orang lagi dalam keadaan tidak bernyawa,"jelas pak polisi.
Deg
Penjelasan yang polisi itu tuturkan berhasil membuat nyawa Bian seakan lepas dari raganya.Sesak itu datang kembali.Bian terus menepis kalau salah satu dari dua orang itu adalah istrinya.
"Dan karena mobilnya yang terbakar beserta orang yang berada di dalamnya,membuat pihak kami kesulitan dalam mengidentifikasinya.
Tapi,dari sampel yang ada,pihak kepolisian sudah mendapatkan laporan bahwa kedua korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan,"lanjut pak polisi.
__ADS_1
Kaki Bian menjadi lemas dan tak dapat menopang lagi berat tubuhnya.Bian jatuh terduduk mendengar informasi yang polisi sampaikan.
"Tuan!"
"Bos!"
Rama dan Pak Beno menangkap tubuh Bian dan memapahnya untuk duduk di kursi tunggu.Bian terlihat begitu hancur.Separuh hidupnya seakan sudah tak lagi ada di sana.
"Apa kedua korban atau salah satu dari mereka ada yang kalian kenal?"tanya pak polisi.
"Kemungkinan yang perempuan adalah kerabat kami,Pak!"ucap Rama.
"Kalau begitu,bisa kami meminta data-datanya untuk lebih mempermudah kami dalam proses mengidentifikasi?"
"Akan saya kirimkan!"ujar Rama.
"Baik kalau begitu,saya permisi!Mereka berdua akan standby di sini memantau perkembangan korban yang masih ditangani Dokter untuk nantinya diminta keterangannya!"pamit pak polisi menunjuk dua rekannya.
Setelah polisi itu pergi,Rama menyuruh Pak Beno agar terus mendampingi Bian sementara dia pergi mengambil apa saja yang polisi tadi minta.
Pandangan Bian lurus kedepan.Wajahnya tampak lelah dan sorot matanya kosong.Tak ada gairah hidup lagi yang ditunjukkan tubuhnya.Pak Beno sangat merasa bersalah karena telah lalai menjalankan tugasnya.
Kurang lebih hampir empat puluh lima menit,Rama kembali lagi ke rumah sakit.Bertepatan dengan dokter yang keluar dari ruang ICU.
"Bagaimana keadaannya,Dok?"tanya Pak Beno.
"Keluarga pasien?"tanya dokter.
"Iya,Dok.Kami keluarganya!"sela Rama.
__ADS_1
"Bisa kita bicara di ruangan saya?"
Dokter itu berjalan lebih dulu saat Rama menganggukkan kepalanya.Pak Beno mengangguk mengerti saat Rama menatapnya agar tetap di sana.Rama akan lebih mengerti dengan apa yang akan dokter sampaikan.
Salah satu polisi yang berjaga pun mengikuti mereka agar dapat memberi laporan kepada atasannya tentang kondisi dari korban.
* * *
"Karena cedera yang dialami korban pada bagian kepala,saat ini pasien dinyatakan koma.Hal ini bisa terjadi karena kepala pasien yang sepertinya terbentur sesuatu yang keras.
Di bagian perut sebelah kiri juga terluka karena tusukan benda tajam.Untungnya itu tidak mengenai organ penting pasien.
Banyak juga luka-luka goresan di bagian tubuh yang lain.Mungkin pasien terguling dan terjadi gesekan batu kecil,atau mungkin duri-duri pada tanaman,"jelas dokter yang menangani Pak Ali.
Rama masih diam dan menyimak apa yang dokter sampaikan.Dalam pikirannya terus menerka-nerka dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Terdapat retakan yang serius juga pada kedua kakinya,"lanjut dokter menjelaskan.
Dokter terus menyampaikan apa saja yang Pak Ali alami dan bagaimana harus menanganinya.Rama meminta agar dokter merawat Pak Ali sampai pulih.Berapapun biayanya tidak akan dipermasalahkan.
* * *
Dari kaca persegi panjang yang ada di pintu,Pak Beno menatap Pak Ali yang terbaring lemah dengan beberapa peralatan medis ditubuhnya.
Penyesalan,itulah yang Pak Beno rasakan.Keluarganya dari kampung sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
"Tuan,sebaiknya Anda beristirahat sejenak!"ucap Rama.
Kondisi yang dokter informasikan tentang Pak Ali telah Rama sampaikan pada Bian.Dan Bian telah memerintahkan agar Pak Ali ditangani dengan baik agar cepat pulih dan biayanya akan ditanggung olehnya.
__ADS_1
"Kabari kalau ada perkembangan!"lirih Bian lesu.
Pak Beno mengangguk dan menatap iba pada Bosnya yang terlihat tidak bersemangat itu. Langkahnya gontai,Bian terus saja meremas dadanya yang sesak.Entah akan seperti apa kehidupannya setelah ini.