Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Bertemu Mantan


__ADS_3

Dalam perjalanan,bibir Bian terus saja mengerucut.Dia kesal karena istri kecilnya itu tidak mau menuruti permintaannya untuk merubah penampilannya.


Kenapa sudah lama tidak bertemu membuatnya semakin cantik,sementara dirinya sudah seperti orang yang tidak terurus.


"Udah deh,Kak!Sudah tua,masih aja ngambek.Istri berdandan cantik kok malah protes,"ucap Key geleng-geleng kepala.


"Lagian,keknya dandanan Kia nggak terlalu mencolok,deh.Malah sederhana banget ini,"lanjut Key.


Bian tak terpengaruh dengan omongan adiknya itu.Dia tetap saja diam dan fokus dengan kemudinya.Diam-diam Kia melirik suaminya yang masih merajuk.Dia tak pernah berubah,malah semakin posesif.


"Jagoan Aunty,kamu lihat deh Papa kamu!Kamu jangan seperti Dia ya nanti!"ucap Key yang langsung dihadiahi tatapan manik mata kelam Bian lewat center mirror.


Enak saja adiknya ini.Biyan kan putranya,kalau tidak seperti dia,terus seperti siapa.Sedangkan Biyan sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan ucapan aunty nya itu.


"Mas,kita mau ke mana sih?"tanya Kia.


"Kamu nurut saja kenapa sih,Sayang!"ujar Bian masih agak kesal.


Hufth ...


Suaminya ini minta dihajar atau bagaimana sih,kok mengesalkan sekali.'Terserah Dia sajalah,'batin Kia.


Satu jam telah berlalu,kini mobil yang Bian kendarai sudah sampai pada tujuannya.Ternyata,Bian membawa keluarga kecilnya ke kebun binatang.


"Ya,elah!Cuma ke kebun binatang doang,kita pikir ke mana gitu.Pake rahasia-rahasiaan segala,"protes Key.


"Yang ngajak kamu siapa?Kamu sendiri yang mau ikut.Nggak usah banyak protes!"kesal Bian.


Mengingat kebiasaan sang suami yang selalu berdandan ala detektif yang menyamar dengan berbagai atribut saat akan pergi bersamanya,Kia memberikan masker kepada Bian,tapi Bian malah menolaknya.


"Kenapa?"bingung Kia.


"Sudah tidak diperlukan lagi.Kamu bukan lagi istri simpanan Pak Tua ini,"jelas Bian.


"Oh,"balas Kia memasukkan kembali maskernya ke dalam tas.


Tangan Kia sudah memegang handle pintu mobil,tapi Bian segera menahannya lalu keluar lebih dulu.Bian berjalan memutar dan membukakan pintu untuk istrinya.Biyan mengulurkan kedua tangannya pada papanya minta digendong.


Dengan senang hati Bian menyambut uluran tangan putranya itu.Mereka bertiga pun berjalan menuju pintu masuk kebun binatang meninggalkan Key yang masih duduk anteng di dalam mobil.


"Wah,parah tuh Kakak gue! Diskriminasi ini namanya.Ditinggal lagi,gue nya."


Key pikir kakaknya itu akan membukakan pintu untuknya juga.Ternyata oh ternyata, kenyataan memang selalu berbanding terbalik dengan apa yang kita pikirkan.


"Woi,tungguin gue!"teriak Key.


Kia menolehkan kepalanya tapi tak juga berhenti berjalan karena Bian yang menggandengnya juga tetap meneruskan langkahnya.

__ADS_1


Nafas Key sampai ngos-ngosan karena mengejar mereka.Sampai ditempat pembelian tiket,Key harus dibuat kesal kembali karena Bian tidak membelikannya juga.


"Dasar pelit!"gerutu Key.


Setelah masuk, ternyata Rama bersama pak Ali dan pak Beno telah menunggu mereka.Ketiga pria itu menunduk kecil menyapa Bian,Kia,dan Biyan.


"Hei,kalian di sini juga?"Key memberikan kepalan tangannya untuk ber tos ria dengan pak Ali dan pak Beno.


Begitu kepalan tangannya sampai pada Rama,dia malah menunduk hormat pada Key.


"Nona,"sapa Rama.


"Ah,sudahlah!Dasar nggak asik!"gumam Key.


Bocah kecil itu terlihat begitu antusias diajak mengelilingi kebun binatang.Dengan berani,dia selalu ingin menyentuh hewan yang dilihatnya.Kia dan Key tak lupa untuk mengabadikan momen bahagia mereka.


Bian membawa putranya itu duduk di atas bahunya.Biyan kecil semakin tertawa riang,seakan dia merasa seperti sedang terbang.Banyak pengunjung lain yang ikut tersenyum melihat keakraban ayah dan anak itu.


"Kia ...,"sapa seseorang.


"Mbak Seline,"balas Kia canggung.


"Hai,"sapa Key juga.


Mereka saat ini sudah berada di tempat makan tak jauh dari kebun binatang.Dan entah mengapa,Kia selalu dipertemukan dengan mantan istri suaminya itu.Seolah-olah,dimana ada Bian,disitu ada Seline.


"Apa kami mengundang mu?"tanya Bian tak suka.


"Ckkk ... gitu banget sih,mantan suami!"ucap Seline.


"Btw,Lo sama siapa,Kak?"lerai Key.


"Sama Ken dan my little daughter."


"Lagi liburan?"


"Nggak,Ken ada kerjaan di sini.Jadi,untuk sementara waktu,kami akan tinggal di sini."


"Ken?"tanya Kia seperti pernah mendengar nama itu.


"Iya,Ken.Dia itu selingkuhannya Kak Seline,"jelas Key.


"Enak aja,justru Kakak Lo yang selingkuhan gue,"balas Seline tak terima.


"Bener juga sih,Lo dan Kak Bian nikah,saat masih pacaran sama Ken Arok itu kan?"


"Mulut Lo,dari dulu nggak pernah berubah!"

__ADS_1


"Kalau kalian mau berantem,jangan di sini!Rama,usir mereka dari negara ini!"seru Bian.


Ketiga wanita itu terdiam dengan mulut menganga.Emangnya bisa mengusir orang lain dari suatu negara dengan seenaknya.Lama-lama,kenapa Bian jadi absurd begini?


"Nggak ngerti lagi gue sama jalan pikiran Lo,Kak.Adik sendiri mau Lo buang ke negara lain.Ckk ... Ckk ...!"ucap Key geleng-geleng kepala.


"Untung gue sudah pisah dari Dia.Kamu sabar ya Kia!"Seline menepuk bahu Kia pelan.


"Oh,iya!Gue baru inget,Anda berdua ini mempunyai hutang padaku,"tunjuk Seline pada Bian dan Rama.


Kedua pria itu mengernyitkan dahi.Hei,mereka berdua bukanlah pria yang tidak ber-uang.


"Nggak usah sok polos deh!ingat, beberapa hari yang lalu kita bertemu di sebuah restoran,"kata Seline.


"Rama jelaskan pada wanita ini!"


"Nyonya,apa Nyonya Seline lupa dengan apa yang kami lakukan untuk menolong Nyonya dan Ken?"tanya Rama mengungkit masa lalu.


"Saat itu,Nyonya datang pada Tuan Bian agar menolong kekasih Nyonya tercinta yang disekap oleh pak Anggara karena Nyonya tidak bisa bertahan menjadi istri dari seorang Abian Abraham.


"Apa Nyonya Seline sudah mengingatnya?"


"Atau sa-"


"Iya ... iya ...,"kesal Seline.


"Pufth ... ha ... ha ... ha ...,"Key tertawa kencang.


"Sayang,"panggil Ken menghampiri mereka.


"Sudah?"tanya Seline pada pria yang sudah menjadi suaminya itu.


"Ini,"Ken mengangkat paper bag yang dibawanya.


"Oke,kita pamit dulu ya!Bye ... bye ...."


Bersamaan dengan perginya Seline,makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga.Kali ini,Kia lah yang akan menyuapi sang anak.Melihat istrinya yang belum memakan makanannya,Bian pun berinisiatif untuk menyuapi Kia yang disambut dengan senang hati oleh istrinya itu.


Key yang melihat keuwuan sang kakak,jadi ingin disuapi juga.Tapi,apalah daya,kekasih tak punya apalagi seorang suami.Tanpa sengaja,Kia melirik Rama yang sedang mengunyah makanannya.


Merasa diperhatikan,Rama pun membalas tatapan Key dengan alis yang terangkat sebelah.


"Ada yang bisa saya bantu,Nona?"tanyanya.


"Au ... ah ...."


Key melanjutkan makannya, begitupula dengan Rama.Tak berselang lama, ponsel Key berdering.Key mengangkat panggilan dari Daddy-nya lalu menatap Bian dengan mata yang memerah menahan tangis.

__ADS_1


"Kak,Mommy ...."


__ADS_2