Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Haruskah Menyerah???


__ADS_3

Saat memberikan materi pelajaran,Pak Dani sesekali menatap Kia yang kadang terlihat menguap.Wajahnya juga seperti agak pucat dan lemas.Kia yang tak sengaja bertemu tatap dengan dosennya itu,jadi gelagapan saat mulutnya terbuka lebar karena kantuk.


Dia tidak pernah begadang lagi sekarang lebih tepatnya saat Kia tahu kalau dia hamil,tapi kenapa rasa kantuknya selalu muncul.Kia langsung mengalihkan pandangannya ke buku.


"Tuh muka kenapa lagi sih,lesu banget?Lo sakit?"tanya Fira saat jam pelajaran berakhir.


"Mana sini,coba gue lihat!"Tio menolehkan kepala Kia padanya.


"Ish... apaan sih,"Kia menarik kepalanya dari tangan Tio yang nangkring di atas kepalanya.


"Wuih....bener.Lo sakit?Kita ke rumah sakit kalo gitu!"lanjut Tio.


"Apa sih,orang sehat walafiat gini,heboh deh!"


"Tapi Lo kelihatan letih,lesu,lunglai gitu.Kita khawatir,tahu!"imbuh Fira.


"Aku nggak kenapa-kenapa,cuma belum makan aja.Tadi pagi mual banget soalnya,"jelas Kia.


"Jangan-jangan Lo hamil!!!!!"seru Tio.


Langkah kaki Pak Dani yang baru sampai depan pintu,seketika terhenti.Hatinya kok tiba-tiba nyeri ya,mendengar ucapan Tio.Wanita yang selama ini disukainya malah sedang mengandung anak dari orang yang sudah menghajarnya kemarin.Apa ini pertanda agar dia menyerah.

__ADS_1


Saat tak sengaja mendengar apa yang Kia ceritakan pada dua sahabatnya tentang awal mula pernikahannya dengan Bian,Pak Dani pikir masih ada kesempatan untuknya merebut Kia dari suaminya.Mungkin tak ada cinta dari keduanya,karena Kia terpaksa menikah dengan Bian.Dan Bian pun hanya akan mempertahankannya beberapa bulan saja.


Tapi,kalau sudah ada pengikat diantara pasangan suami-istri,apa mungkin mereka akan rela untuk berpisah?Pak Dani meremas dadanya yang terasa sesak,mungkin ini karma untuknya yang tidak pernah serius menjalani sebuah hubungan.Tak ingin terlihat oleh Kia dan teman-temannya yang akan keluar,Pak Dani melanjutkan langkahnya ke ruangannya.


"Eh,kalian ngeh nggak sih,kalau Pak Dani kek menghindar gitu sama lo?"tanya Fira ke Kia.


"Mana ku tahu!"Kia mengedikkan bahunya.


"Bener sih.Kemarin aja,nanya-nanyain Lo pas Lo nggak masuk.Sekarang Lo nya udah di depan mata,Doi kek menghindar gitu,aneh.Mana tuh hidung diplester,kek habis berantem.Apa jangan-jangan lakik Lo yang ngasih peringatan ke Dia?"ujar Tio tanpa melihat tatapan tajam Fira.


Sedetik setelah penjelasan panjang lebarnya,Tio langsung menutup mulutnya.Dia lupa kalau dia juga bisa saja bernasib sama atau bahkan lebih parah dari Pak Dani karena membicarakan seorang Abian Abraham.


"Bisa jadi sih,"lirih Kia.


Weekend tiba dan Bian siap untuk melepas rindu dengan istri kecilnya yang selalu membuatnya tak bisa tidur nyenyak.Tapi sebelum berangkat,Bian harus menemui kliennya di sebuah cafe.


"Abi...!"panggil seorang wanita saat Bian selesai melakukan pertemuan.


Bian dan Rama menoleh pada orang yang memanggil.Bian mengernyitkan dahinya,tumben nih cewek keluar dari daerahnya.Biasanya,kalau nggak ada keperluan pekerjaan atau hal yang benar-benar mendesak,wanita ini tidak akan datang ke kota yang penuh dengan kemacetan dan kebisingan kendaraan.


"Tumben keluar dari persembunyian!"kata Bian.

__ADS_1


"Ckk,emangnya aku buronan.Lagi ada kerjaan di sini.Biasa,wanita karir sukses,jadi banyak yang harus dikerjakan,"candanya.


"Sama siapa?"tanya Bian.


"Sendiri.Kamu?"tanya balik wanita itu.


"Nggak lihat,tiang listrik berjalan ini?"tunjuk Bian pada Rama.


"Nona,"Rama menunduk kecil.


Padahal,tinggi Bian dan Rama hanya beda tiga centimeter saja.Bian seratus delapan puluh sedangkan Rama seratus delapan puluh tiga centimeter.


"Ah,iya bener.Habisnya Dia diem aja, bener-bener seperti tiang listrik.Masih aja manggil Nona,kan aku sudah bilang,panggil nama aja.Bebel banget emang nih orang,"sebalnya geleng-geleng kepala.


"Yah....Dia memang begitu,biarin aja!"seru Bian.


Wanita itu mengajak mereka untuk duduk bergabung di mejanya.Kebetulan juga mereka memang belum makan siang.Jadi,sekalian saja sebelum pulang ke apartemennya.


"Kalian makin ganteng aja sih,seger deh ngelihatnya!"riang wanita itu.


"Harus dong.Biar kamu makin suka,iya nggak?"

__ADS_1


"Bener juga.Jadi kapan kamu melamar ku?Kamu sudah mengurus perpisahan kamu dengan Seline kan?Sudah lama banget loh aku nunggu kamu bercerai!"


"Soon,"kata Bian dengan wajah yang datar.


__ADS_2