Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Annoying Brother


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu cepat.Tak terasa dua hari lagi,pernikahan Rama dan Key akan diadakan.Semua persiapannya sudah hampir selesai.Pernikahan ini sesuai dengan apa yang si calon pengantin wanita inginkan.


Key menginginkan pernikahannya diadakan di tepi pantai tempat Kia tinggal selama berpisah dengan kakaknya.Dan untuk jamuannya,Key memilih bekerja sama dengan Cafe and Resto milik Salwa yang sudah dirombak dari segi menunya oleh suaminya yang kebetulan seorang chef,pak Dani.


Keluarga tuan David pun sudah sampai di rumah yang Kia tempati dulu,yang kini sudah dijadikan sebuah villa oleh Bian.Dan Bu Asih lah yang Bian tugaskan untuk menjaga villa tersebut.


"Kamu menyulap rumah ini jadi lebih cantik!"ucap Kia berdiri di balkon kamarnya yang langsung menghadap ke pantai.


"Kamu suka?"


Seperti biasa,Bian selalu memeluk istrinya yang berdiri di dekat pagar pembatas balkon.Kia menatap penuh kekaguman pada panorama alam ciptaan yang Maha Kuasa.


Pemandangan langit sore yang begitu menakjubkan, terpampang nyata di depan matanya.Hanya dalam waktu singkat,Bian bisa mengubah rumahnya yang sederhana menjadi begitu indah.


"Lebih dari sekedar suka!"jawab Kia.


Sementara keluarga tuan David menginap di villa itu,keluarga Rama disediakan juga tempat menginap di sebuah hotel mewah tak jauh dari sana.Rama dan Key tidak mengundang banyak tamu.Mungkin hanya sekitar lima ratus undangan yang terbagi menjadi dua.Bagian satu,hadir di acara inti dan sisanya di acara resepsi di malam harinya.


"Gimana,Sayang?Dua hari lagi loh acaranya!Semuanya sudah beres,kan?"tanya nyonya Sofia mengelus rambut putrinya yang merebahkan kepalanya di pangkuannya.


Memang Key dan Rama sendiri yang menangani wedding nya secara langsung.Sempat terjadi perdebatan saat Key ingin mempersiapkan pernikahannya sendiri tanpa bantuan orang tuanya.Tapi,mereka bisa apa kalau calon pengantinnya sendiri yang menginginkannya.


Key bukannya tidak ingin melibat para orang tua.Dia hanya tidak ingin mereka repot dan kecapean.Dan syukurnya, orang tuanya juga calon ibu mertuanya memaklumi.Begitupula keluarga Rama yang lain.Mereka merasa beruntung,Rama memiliki calon istri yang mengerti keadaan ibunya yang sudah tua.


"Semua sudah ready,Mom.Tinggal hal-hal kecil aja yang perlu dicek kembali,"jawab Key memejamkan matanya karena keenakan dielus kepalanya.


"Kalau mental kamu,sudah ready juga?"tanya sang ayah.


Sontak Key membuka matanya dan duduk menghadap tuan David yang duduk di samping sang ibu.Tuan David menaikkan kedua alisnya.


"Siap pake banget!!!"seru Key semangat.


Biyan yang tengah menonton kartun kesukaannya,menoleh kearah aunty nya yang bersemangat dan tertawa karena merasa lucu melihat ekspresi yang Key tampilkan.


"Kamu ngetawain Aunty,huh?"Key mengangkat tubuh Biyan ke atas sofa dan menggelitiknya.

__ADS_1


"Ha ... ha ... ampun,Nty!!!"pinta Biyan tertawa.


Nyonya Sofia yang melihat cucunya sudah tak berdaya karena tertawa menghentikan putrinya yang masih menggelitik perutnya.


"Key,sudah!Nanti cucu Oma ngompol,"nyonya Sofia membawa cucunya ke pangkuannya.


"Mommy mah nggak asik,ya Bi?... Oh ya,Mom!Boleh nggak Key ketemu sama Rama?Sebentar ... aja,"bujuk Key.


"Mau ngapain sih ketemu,hum?"tanya tuan David lembut.


Key menundukkan kepalanya, malu-malu dan berucap dengan lirih,"Kangen lah,Dad!"


Bian yang baru datang dari kamarnya seketika mendongakkan kepala sang adik.Tangan jahilnya yang lain pun meraup wajah Key yang terlihat kesal.


"Nggak cocok Key,kamu malu-malu begitu!"ucap Bian duduk menggeser posisi adiknya.


"Apaan sih Lo,dateng-dateng bikin rusuh,"kesal Key.


Bian tidak mempedulikan celotehan sang adik dan meminum jus yang ada di meja.Key mendelik kan matanya melihat jusnya diminum oleh Bian hingga tandas tak bersisa.


Tuan David dan nyonya Sofia hanya bisa menghela nafasnya melihat kedua anaknya yang selalu bertengkar dengan penuh kasih sayang.Key yang tidak terima pun mencubit kedua pipi Bian.


Pembalasan Bian ternyata lebih parah.Dia memiting kepala adiknya dan mengacak-acak rambut Key sampai Key meminta ampun seperti yang Biyan lakukan tadi.Biyan malah bertepuk tangan kegirangan melihat Key yang memelas mohon ampun pada papanya.


"Ampun,Kak ... gue nyerah!!!"Key mengangkat tangannya.


"Bilang 'Kak Bian,pria paling ganteng yang pernah aku lihat selama aku membuka mataku' dulu!"ujar Bian.


"Aahhh ... nggak mau!!!"teriak Key.


Bian semakin gemas dan kembali mengacak-acak rambut adiknya itu.Key yang sudah merasa lelah, akhirnya mengikuti keinginan kakaknya yang sangat menyebalkan itu.Setelah puas dengan apa yang Key ucapkan,Bian pun melepaskan adiknya dan merapikan rambut Key lalu mencium keningnya.


"Kalau Rama menyakiti kamu,jangan ragu untuk menceritakannya padaku,hum!"


Key mengangguk dan menghambur ke pelukan kakaknya.Bian membalas pelukan adiknya dengan erat.Walaupun Bian yakin,Rama tidak akan membuat Key bersedih apalagi terluka,Bian hanya ingin Key tahu kalau dia akan selalu ada untuknya.

__ADS_1


Ia akan siap mendengar keluh kesahnya untuk segala hal.Dan tidak akan membiarkannya merasa sendiri seperti tahun-tahun yang lalu.Key menitikkan air matanya di dada Bian mencurahkan kasih sayangnya yang sulit untuk dia ungkapkan dengan kata-kata.


* * *


Dua hari pun berlalu.Acara demi acara pun telah terlaksana sesuai dengan rencan.Rama terus memandang wajah cantik wanita yang telah resmi menjadi istrinya.


Setelah satu Minggu tidak diizinkan untuk bertemu,kedua pasangan pengantin baru itu seperti memendam kerinduan yang mendalam.Kakaknya Bian yang super duper menyebalkan bahkan mengerjainya dengan menyembunyikan ponselnya dan terus mengawasinya agar tidak menghubungi Rama via video.


"Rama ... awas ada pesawat jatuh!"ucap Bian melihat adik iparnya yang terus menatap adiknya.


Rama yang terkejut lantas membawa Key dalam pelukannya dengan berjongkok untuk melindungi istrinya.Para tamu undangan juga keluarga kedua pengantin menatapnya heran.


"Kenapa,Ram?"tanya tuan David.


Rama yang baru tersadar mendongak menatap semua orang dan melihat ke atas.Semua tampak baik-baik saja.Tidak ada apapun yang terjadi.Key menatap tajam pada Bian yang menahan tawanya.


"Tidak apa-apa,Tuan."


Kedua pengantin meminta maaf pada tamu undangan yang menatap mereka dengan heran.Tuannya benar-benar jahil sekarang.Dia sampai malu seperti ini karena ulahnya.


"Tuan ... apa harus jahil di saat seperti ini?"tanya Rama tak habis pikir.


"Wajah kamu itu loh,Ram!Saya jadi nggak tahan untuk diam aja,"ucap Bian terkekeh.


Kia menepuk jidatnya melihat kelakuan suaminya.Dia itu dulunya menyeramkan,kok sekarang jadi mengesalkan.Kia menyeretnya agar menjauh dari pengantin baru itu.


"Mau kemana sih,Sayang?"


"Kita ke kamar aja!Kamu itu kalo iseng,bikin kesel orang tahu nggak."


"Oh,ke kamar."


Bian yang menangkap maksud yang berbeda dengan apa yang Kia pikirkan, menggendong istrinya ala-ala bridal.Kia mengalungkan tangannya di leher Bian karena terkejut dengan apa yang Bian lakukan.


Hari masih siang,tapi tak menyurutkan semangat Bian untuk honeymoon dengan istrinya yang semakin hari semakin menggemaskan.Siapa yang pengantin baru,siapa yang honeymoon.Kelakuan Bian emang kadang-kadang ....

__ADS_1


__ADS_2