Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Anggap Dunia Milik Kalian


__ADS_3

Setelah Rama mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Key sebagai istrinya,seminggu kemudian,Rama beserta keluarganya datang untuk melamar secara resmi.


Tuan David dan nyonya Sofia menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka.Mereka sudah tidak mempermasalahkan status sosial lagi sekarang,apalagi nyonya Sofia.


Yang terpenting bagi mereka adalah putrinya mendapatkan pasangan yang tepat,yang mencintainya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.Usai acara lamaran sekaligus pertunangan,kedua keluarga memutuskan untuk mengadakan pernikahan satu bulan kemudian.


"Terima kasih sudah menerima lamaranku,"ucap Rama menggenggam tangan Key.


Saat ini,mereka berdua sedang berada di teras mansion.Keluarga Rama sudah pulang lebih dulu setelah acara selesai.Sedangkan Rama,tadi dia harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu bersama Bian.


"Kak Bian emang tega banget.Masa habis acara lamaran masih disuruh kerja,"sebal Key.


"Nggak perlu berterima kasih begitulah.Ini kan,juga aku yang mau,"imbuh Key dengan senyum yang merekah.


"Kalau begitu,aku pulang!"


Key memeluk Rama.Seperti mimpi,bisa memeluk pria yang ternyata sudah ia sukai sejak lama.Karena kurangnya interaksi serta komunikasi,mereka hanya bisa jadi pengagum dalam diam selama ini.


"Hati-hati!Jangan ngebut!"pesan Key masih dalam pelukan Rama.


Rama mengecup puncak kepala Key dan membelai rambutnya.Ternyata seperti ini rasanya memiliki seseorang yang spesial.Pantas,tuannya itu sampai hampir gila saat kehilangan cintanya.Baru Rama paham sekarang.


"Hem.Kamu juga,jangan begadang!Jangan sering-sering melihat pria-pria yang ada di drama yang selalu kamu tonton!Nanti,kamu malah mimpiin mereka lagi,"ujar Rama dengan nada tak suka.


"Cemburu?"goda Key mendongakkan wajahnya.

__ADS_1


Cup.


Dengan berani,Rama mengecup bibir Key singkat.Hal itu,sukses membuat mata Key membulat dengan sempurna.Pipinya tiba-tiba terasa panas.Aaaa ... ciuman pertamanya ....


Selama beberapa kali berpacaran,Key memang membatasi pasangannya untuk menyentuhnya.Key hanya memperbolehkan mereka untuk memegang tangan atau mengusap-usap kepala,selebihnya Key tidak mengizinkan.Mungkin hal itulah yang menyebabkan mereka tidak tahan berpacaran dengan Key terlalu lama.


Para pria kan,kadang suka memperlakukan pasangannya seperti buah mangga yang dijual di pasar.Dipegang-pegang lalu dicium-cium,terus di icip-icip,eh ... setelah itu malah pergi,tidak jadi dibeli.Kan,rugi ....


"Sudah berani,ya ...,"Key melepaskan pelukannya dan berkacak pinggang.


"Sorry,kelepasan ...,"cengir Rama menggaruk tengkuknya.


Key melepaskan tawanya,melihat ekspresi Rama yang merasa tidak enak.Dasar kanebo!!!Rama mencubit kedua pipi Key karena merasa dikerjai oleh tunangannya itu.


"Aww ... sakiittt!!!"manja Key dan Rama pun segera melepaskan cubitannya.


Gelengan kepala serta senyuman manis cukup mewakili jawaban dari gadis yang baru saja dilamarnya.Rama menatap wajah cantik, wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.Ah ... rasanya tak ingin berpisah.


Tatapan kedua pasangan dimabuk asmara itu seketika ambyar karena suara seseorang yang berdehem di samping mereka.Seseorang itu,tak lain dan tak bukan adalah orang yang menjadi sumber kejengkelan bagi Key,Bian.


"Ehemmm ... apa kalian akan saling menatap sampai pagi?Kita ada rapat penting loh,besok!"ujar Bian melihat jam tangannya.


"Maaf, Tuan."


"Hem.It's oke.Anggap dunia milik kalian!"

__ADS_1


"Saya permisi,"pamit Rama.


Key melambaikan tangannya kepada Rama dan memberikan cium jauh.Setelah mobil Rama keluar dari gerbang,Key menatap tajam pada kakaknya yang selalu membuatnya kesal.


"Apa?Masuk sana!"Bian mengangkat leher baju Key seperti seekor kucing dan mendorongnya masuk ke dalam.


* * *


Di dalam kamar,Kia sudah menunggu suaminya yang dia pikir masih berada di ruang kerja Daddy-nya.Tidak tahu kenapa,dia seperti tidak bisa tidur kalau tidak dipeluk oleh suaminya itu.


Di atas ranjang king size itu,Kia duduk bersandar pada kepala ranjang.Putranya Biyan,seperti biasa tidur bersama dengan oma dan opanya.Sambil bermain ponsel,Kia saling berkirim pesan dengan temannya Fira dan juga Salwa.


Sampai Bian akhirnya menampakkan batang hidungnya.Dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.Usai bersih-bersih,Bian segera mencari posisi ternyaman nya di samping sang istri.


"Lama banget perginya.Bahas apa aja sih sama pak Rama?"Kia memberengut.


"Bahas kerjaan,Sayangku!"jawab Bian mulai mengendus ceruk leher Kia.


Kia yang akhir-akhir ini,mudah terpancing gairahnya,membalik tubuh suaminya dan gantian membuat Bian merasa nyaman dengan sentuhannya.


Kebiasaan suaminya yang top less kalau tidur, mempermudah Kia untuk melakukan kenakalannya.Bian yang tidak biasa melihat istrinya yang berani memulai seperti itu,merasa sangat senang.


Karena tidak sabaran dengan Kia yang dinilainya terlalu lama,Bian membalik keadaan dan melanjutkan perjalanan mereka ke surga dunia.Sampai keduanya mencapai puncaknya dengan tubuh yang berpeluh meski udara dingin menyelimuti kamar itu.


"Terima kasih,Sayang!Kamu hebat!"ucap Bian meski nafasnya masih memburu.

__ADS_1


Cup.


Bian mengecup lagi bibir ranum itu.Kia yang sudah merasa mengantuk,hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Melihat istrinya yang sudah hampir menutup matanya,Bian pun membawanya ke dalam pelukannya dan menutupi tubuh polos mereka dengan selimut tebal sampai pada leher.Keduanya pun tertidur dengan nyenyak nya.


__ADS_2