
Kia,Tio,dan Fira masuk ke kantin kampus untuk makan siang sebelum pulang.Kia tak sengaja melihat Pak Dani yang juga sedang menuju ke kantin.Sebelum Pak Dani menyadari keberadaannya,Kia buru-buru pergi meninggalkan duo sahabatnya itu.
"Sorry,aku pulang duluan ya!"Kia segera melipir ke arah belakang kantin.
Tio dan Fira saling pandang,aneh.Tapi saat Tio melihat Pak Dani yang baru masuk,mereka baru mengerti kalau Kia ternyata sedang menghindari dosennya itu.
Pak Dani termasuk dosen muda yang memiliki paras yang sangat digandrungi oleh cewek-cewek di fakultas.Tubuh tinggi,kulit putih bersih,dan senyum yang banyak dikagumi kaum hawa,tapi tidak dengan Kia.
Selain karena sudah menikah,Kia juga tidak ingin membuang-buang kesempatan yang sudah didapatnya untuk belajar.Kia hanyalah gadis desa yang ingin merubah hidupnya jadi lebih baik.Dia tidak ingin mengecewakan Bian yang sudah memberinya kesempatan untuk melanjutkan sekolahnya.
"Loh,biasanya kalian bertiga kan?"tanya Pak Dani basa-basi.
"Iya sih Pak biasanya,tapi sekarang lagi pengen berduaan dulu sama Dia.Jadi yang satu saya suruh pulang duluan,"jawab Tio absurd.
Pak Dani melirik Fira yang mengangguk,"Oh,lanjutin deh!"
Pak Dani pergi untuk memesan kopi dan segera keluar dari kantin setelah mendapatkan pesanannya.Tio dan Fira pun beranjak dari sana tanpa memesan apapun.Mereka tidak jadi makan siang dan memilih untuk pulang saja.
* * *
"Huh,untung Dia belum sempat melihat aku!"Kia mengelap keringat di keningnya.
"Siapa?"tanya seseorang.
"Astaga!"kaget Kia memegang dadanya.
"Kok kaget?"
__ADS_1
"Ya kaget lah,tiba-tiba muncul di belakang,"sungut Kia.
"Katanya sudah hafal sama parfum yang aku pakai."
Kia mengendus-endus tubuh Bian lalu menjepit hidungnya,"Sudah nggak wangi."
Bian melotot dan mencium aroma tubuhnya sendiri.Bian mengejar Kia yang sudah membuka pintu mobil yang selalu terparkir di parkiran cafe seberang kampus.
"Aku masih wangi ya,hidung kamu yang bermasalah,"protes Bian.
"Iya.....iya......gitu aja kesel.Tapi kok tumben jemput?"
Seperti biasa,kalau Bian yang datang untuk menjemput,Pak Ali dan Pak Beno diperbolehkan untuk pulang lebih dulu.
"Kangen sama istri bocah!"ucap Bian menjalankan mobilnya.
"Rama masih di kantor!"seru Bian tak suka.
"Aku mau nanya Pak Ali dan Pak Beno kok malah jadi Pak Rama,"cengir Kia.
"Kamu lari dari siapa tadi?"
"Nggak ada!"Kia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
"Jangan bohong!"
"Ckk,nggak ada.Nggak percaya banget,heran."
__ADS_1
"Ya sudah kalau nggak ada,biasa aja dong mukanya!"seru Bian.
Bian menjalankan mobilnya pelan.Sampai di apartemen,Kia langsung membersihkan dirinya dan berganti baju.Sedangkan Bian langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.Bahkan tanpa melepaskan jasnya.Kia yang sudah berganti baju dengan baju rumahan menghampiri suaminya itu.
"Mas,buka dulu jasnya!"Kia menarik jas yang Bian pakai.
"Kamu sudah makan siang?"tanya Kia.
"Belum."
"Ya ampun!Susah banget ya ngasih tahu kamu.Sudah berulang kali diingetin tapi kamu kayaknya masa bodoh gitu,"omel Kia.
"Coba lihat,ini tuh sudah jam berapa?Dan kamu masih belum makan.Ish,aku aja udah mau makan untuk yang kesekian kali tadi,"tambah Kia sambil membuka kaos kaki Bian.
Bian yang tidur tengkurap hanya diam dan tersenyum senang mendengar omelan istri kecilnya itu.Bian berbalik dan menarik tangan Kia sampai terjatuh di atas tubuhnya.
"Cerewet banget sih!"Bian mencubit pipi Kia.
"Cerewet aja kamu masih bandel,"Kia mengerucutkan bibirnya seraya menopangkan dagunya di dada Bian.
Bian merapikan anak rambut yang sengaja Kia biarkan berantakan.Tangannya mulai mengabsen wajah wanitanya itu,mulai dari alis,mata,hidung.Kia menutup matanya menikmati sentuhan tangan suaminya.Dan pada saat telunjuk Bian berhenti di bibir,Kia membuka matanya dan menggigitnya.
"Aaww.....!"kaget Bian.
Bian membalik tubuhnya dan menjatuhkan Kia di bawah kungkungannya.Kia tersenyum memamerkan gigi kelincinya.Entah apa yang ada dipikirannya,Kia menangkup rahang tegas suaminya yang ditumbuhi bulu tipis dan mencium bibirnya.
Bian sempat terkejut dengan aksinya itu.Tapi Bian senang karena istrinya itu sudah mulai berani menggoda lebih dulu.Kia melepaskan ciumannya,menatap sayu mata tajam suaminya.Saat ini,Kia sangat menginginkan sentuhan dari suaminya ini.Bibirnya mulai menggoda setiap inchi dari wajah Bian.
__ADS_1
Bian pun menyambutnya dengan senang hati dan mulai melancarkan serangan balik.Tangannya pun bergerak tanpa disuruh,meraba dan masuk ke dalam baju Kia.Setelah saling menggoda satu sama lain,siang yang menggelora pun terjadi di kamar mereka.