
Key menghampiri Kia yang tengah duduk di teras rumahnya.
"Hai,sudah selesai packing nya?"tanya Kia.
Tadi,ketika sedang menikmati makan siang,Daddy David menelpon.Mengabarkan bahwa sang istri masuk rumah sakit.Tanpa pikir panjang,Key memutuskan untuk segera pulang ke kota.
"Hem."
Sejenak keduanya terdiam dengan pikirannya masing-masing.Masih tersisa waktu lima puluh menit lagi untuk penerbangan Key lepas landas.Jarak dari rumah Kia dan Salwa menuju bandara hanya butuh waktu dua puluh lima menit.
"Kia ...,"Key akhirnya bersuara.
"Ya?"
"Gue tahu,Lo pasti benci sama Mommy!Tapi,please,Kia!Bujuk Kak Bian untuk menemui Mommy,sekali saja!"pinta Key.
"Aku memang sedikit kesal dengan tuduhan yang Mommy kalian lontarkan kepada ku,tapi aku tidak membencinya,Key."
"Gue minta maaf untuk sikap buruk orang tua kami terhadap mu!Kalian cuma belum saling mengenal."
"Mungkin.Akan aku usahakan untuk membujuk Kakakmu yang keras kepala itu."
"Lo bener,Dia memang sangat keras kepala.Gue juga berharap Lo mau ikut bersama jagoan kesayangan gue.Biar bagaimana pun,Mommy itu mertua Lo,"harap Key.
"Jangan terlalu berharap banyak padaku!"lirih Kia.
* * *
Setelah mengantarkan adiknya ke bandara,Bian kembali ke rumah istri kecilnya.Pasangan pengantin baru juga belum pulang karena masih menikmati bulan madu mereka.
Kia tidak bisa ikut mengantar karena Biyan yang tertidur.Bu Asih juga dibebas tugaskan oleh Kia hari ini karena rencana mereka yang akan pergi.
Sampai di rumah,Bian langsung disambut oleh istrinya yang menunggu di teras.Bian tersenyum berjalan mendekati Kia lalu mencium keningnya.
"Kok pulang?"tanya Kia.
"Ckk ...,kamu itu kayak yang nggak suka banget melihat aku.Kenapa sih?"
"Bukan gitu,ya ampun!Kamu itu,semakin tua semakin sering ngambek.Maksud aku,kok kamu nggak ikut Key pulang ke kota.Mommy kamu loh yang sakit."
Tanpa menjawab perkataan sang istri,Bian masuk dan langsung menuju kamar.Di sana,putranya masih terlelap dalam tidurnya.Bian membersihkan diri lalu ikut berbaring disamping anaknya.
"Ish ... malah ditinggal tidur!"sebal Kia.
__ADS_1
Tak ingin membangunkan putranya yang dipeluk oleh Bian,Kia pun keluar.Lebih baik dia beres-beres rumah dan menyiapkan makan malam saja.
Hari sudah semakin sore,Kia akan membangunkan suami juga putranya yang masih tertidur di kamar.Namun,Kia salah, suaminya itu sudah lebih dulu mengambil tugasnya untuk memandikan putra mereka.
Kia pun menyiapkan pakaian mereka berdua dan keluar untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
"Mas,jangan lama-lama mandinya!"teriak Kia.
Tak lama setelah itu,kedua pria bernama sama itu terlihat sudah rapi dan tampan.Bian menggendong putranya itu lalu mendudukkannya di sofa dan menyalakan televisi yang menayangkan kartun kesukaannya.
Kia menghampiri dua jagoannya dengan membawa teh hangat untuk suaminya dan susu kotak rasa cokelat untuk putranya.Juga tak lupa camilan untuk keduanya nikmati sambil menonton TV.
"Oh,iya!Rama,pak Ali dan pak Beno ikut Key pulang?"tanya Kia ikut duduk di samping putranya.
"Hem.Kenapa,kamu merindukan mereka?"tanya Bian dengan mata menelisik tak suka.
"Astaga ...!Kamu tuh kenapa sih,lagi PMS?"gemas Kia mencubit lengan suaminya.
"Auww ...,"ringis Bian.
"Rasain!"
* * *
Untuk sementara waktu,pak Ali dan pak Beno ditugaskan menjaga apartemen Bian.Dan Rama akan memantau perusahaan yang mungkin akan lama Bian tinggalkan.Dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak dan istrinya.
"Dad, Mommy kenapa?"tanya Key khawatir.
"Nggak apa-apa,biasa sakitnya orang tua,"ucap tuan David tak ingin putrinya khawatir.
"Jujur sama Key,Dad! Mommy sakit apa?"desak Key.
"Bian ... Bian ...,"lirih Nyonya Sofia mengigau.
"Kamu tahu,dimana Kakak kamu itu?Hubungi Dia,suruh cepat datang kemari!"geram tuan David.
"Nanti akan Key hubungi."
"Sekarang Key!"perintah tuan David.
Mau tak mau,Key menghubungi nomor kakaknya itu.Setelah beberapa saat, akhirnya mereka pun saling tersambung.Tuan David langsung merebut ponsel Key dan sedikit menjauh dari istrinya yang masih terpejam.
"Apa hukumanmu masih belum usai untuk kami? Mommy Kamu sudah terbaring lemah di rumah sakit,apa itu tidak juga menggugah hatimu,huh?Sudah dua tahun Bian,dua tahun ... kamu tidak memperbolehkan kami menjenguk mu.Apa masih kurang?Apa harus ada yang meninggal diantara kami,baru kamu akan merasa puas?"tanya tuan David dengan mata yang mengembun.
__ADS_1
Diseberang sana,Kia yang mendengar curahan hati ayah mertuanya merasa bersalah karena membuat hubungan antara anak dengan orang tuanya menjadi renggang secara tidak langsung.
Bian sedang menemani putranya tidur.Jadi,Kia lah yang mengangkat telepon dari Key.Kia terdiam dengan air mata yang mengalir.
"Hey,kenapa?"tanya Bian melihat istrinya menangis.
"Kamu harus pulang!Mommy kamu lagi sakit."
"Kia a-"
"Please!"
"Tapi kalian harus ikut!"
"Baiklah,kami ikut.Tapi,kami tidak akan lama di sana.Yang Mommy kamu butuhkan itu kamu,anaknya.Bukan kami,"ucap Kia lirih.
"Tapi,yang aku butuhkan kalian."
"Kenapa kamu nggak mau mereka datang berkunjung?Kesalahan apa yang mereka lakukan sampai kamu menghukum mereka seperti itu?Mereka itu orang tua kamu!"
Bian hanya diam,tak ingin menjawab apapun.Selama dua tahun ini,memang dia selalu menyendiri,tak ingin diganggu siapapun termasuk keluarganya.
Bukan untuk menghukum siapapun,Bian hanya tak mau terlihat sangat rapuh dihadapan keluarganya.Kehilangan Kia membuatnya juga kehilangan kehidupannya.
"Bagaimana kalau Biyan juga melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan kepada orang tua kamu?Apa yang akan kamu lakukan?"omel Kia.
"Nggak akan aku biarkan!"kesal Bian.
"Ckk ... makanya,kasih contoh yang baik,"kesal Kia mencubiti perut Bian.
"Aww ... kamu kok sekarang suka main tangan sih?"protes Bian mengusap-usap bekas cubitan istrinya.
"Biarin,kamu bandel sih!"balas Kia.
Kia ingin mencubit perut Bian lagi,tapi Bian segera menangkap tangan istrinya itu dan menariknya dalam pelukannya.
"Besok,kita akan pulang dan mengunjungi Mommy!Mereka harus tahu kalau mereka sudah menjadi kakek dan nenek,"ujar Bian menciumi puncak kepala istrinya.
"Kita sudah berpisah selama lebih dari dua tahun,apa kita masih berstatus sebagai suami dan istri?"tanya Kia mendongak,menatap wajah Bian.
"Tentu saja,kita terpisah karena suatu hal bukan sengaja berpisah seperti aku dan Seline.Tapi,kalau kamu masih ragu,kita akan menikah ulang!"ujar Bian.
Hari sudah semakin larut,Bian membawa istrinya itu masuk kedalam kamar.Namun,bukannya masuk ke dalam kamar mereka,Bian malah menggendong tubuh sang istri ke kamar yang lain.
__ADS_1
"Kita main sebentar, mumpung bocil sudah tidur!"