
Seperti hari-hari biasa,Kia selalu menyiapkan apa yang suaminya butuhkan.Dari membuka mata,Kia memberikan air putih hangat untuk suaminya,menyiapkan air mandi,menyiapkan pakaian,dan membuat sarapan.
Bian meletakkan punggung tangannya di dahi Istrinya.Wajah Kia tampak sangat pucat,tapi masih saja melayani suaminya.Bian agak kesal karena Kia susah disuruh istirahat.
"Kamu yakin nggak apa-apa?Wajah kamu pucat begitu,"khawatir Bian.
"Nggak apa-apa,aku cuma butuh istirahat sebentar aja kok!"
"Nanti aku suruh Dok-"
"Nggak usahlah,cuma mual dikit doang.Nggak perlu merepotkan orang lain!"
"Hey,itu memang tugasnya."
"Sudah kamu berangkat sana,udah jam berapa ini,"Kia menunjukkan jam tangannya.
"Aku temani kamu istirahat!"
"Apa sih,nggak usah!Aku itu cuma nggak enak badan sedikit aja.Nggak perlu berlebihan seperti itu!Aku juga nanti mau nyerahin tugas ke dosen,jadi harus pergi ke kampus."
"Ckk,kamu itu sakit,Kia!Suruh aja Pak Ali atau Pak Beno untuk nitipin ke temen kamu,nggak harus kamu nya juga yang pergi."
"Iya......"
"ya sudah,aku pergi!Istirahat!"Kia mengangguk.
Bian mencium kening istri kecilnya yang keras kepala itu.Berat sekali langkahnya kali ini,seolah akan terjadi sesuatu terhadap istrinya.Kia masuk kembali ke kamarnya setelah melepas kepergian suaminya ke kantor.Sudah sejak pagi tadi,perutnya serasa diaduk.
Kia membaringkan tubuhnya kembali.Istirahat sejenak mungkin bisa menghilangkan sedikit pusing di kepalanya.Baru kali ini,tubuhnya benar-benar merasa tak berdaya.Biasanya kalau cuma pusing,Kia masih bisa menahannya dan bisa melawannya dengan melakukan apapun.Tapi sekarang,bukan cuma mual dan pusing,tapi juga matanya seakan berat untuk terbuka.Untung saja dia masih bisa menyiapkan keperluan suaminya.
Setelah emat jam tertidur,Kia bangun dan bisa bernafas lega karena pusing di kepalanya sudah berkurang begitu pula mualnya.Kia bergegas ke kamar mandi dan bersiap pergi ke kampus.
Setelah perdebatan panjang dengan Pak Ali dan Pak Beno yang sudah diwanti-wanti oleh Bian untuk tidak membiarkan Kia pergi dan harus beristirahat,akhirnya kedua pria berusia sekitar empat puluhan itu mengalah dan mengantarkan Kia.
Sampai di fakultas,Fira dan Tio sudah menunggunya di tempat biasa mereka berkumpul.Seperti yang Bian lakukan,Fira pun memeriksa kening Kia dengan punggung tangannya.
"Apa sih,aku baik-baik saja!"Kia menyingkirkan tangan Fira.
"Tapi muka Lo pucet kek gitu!"
"Iya,kalo Lo sakit mending pulang deh!"timpal Tio.
"Sudah nyampe sini,terus tinggal nyerahin tugas,kamu nyuruh aku pulang gitu aja?"
"Iya juga sih!"pikir Tio.
__ADS_1
"Sudahlah,ayo kita serahin tugas ke Pak Dani!Setelah itu Lo bisa langsung pulang!"ucap Fira.
Mereka bertiga pun pergi menuju ruangan Pak Dani.Pak Dani yang melihat Kia menuju ruangannya,mengembangkan senyumnya.Tapi senyum itu sedikit luntur saat Kia sudah ada dihadapannya.
"Kamu sakit?"tanya Pak Dani khawatir.
"Nggak kok,Pak!Saya sehat seratus persen!"canda Kia.
"Nggak usah bercanda,muka kamu pucat gitu,"ucap Pak Dani serius.
"Bapak tenang aja,kami akan mengantar Kia langsung pulang setelah tugas kami Bapak terima,"sela Tio.
"Biar saya yang mengantarnya!Kalian berdua tunggu di sini dan simpan tugas dari teman-teman kalian nanti!"
"Tapi Pak,nggak usah repot-repot!Saya sudah ditunggu kok,"ucap Kia cepat.
"Ditunggu siapa?"tanya Pak Dani.
"Sopir."
"Sopir?"tanya Pak Dani lagi.
"Sopir....tak-si,"jawab Kia.
"Sudah,kamu cancel aja!Kamu pulang bareng saya."
"Sekali ini saja,Kia!Sekali ini saja turuti saya!" pinta Pak Dani.
Kia bingung harus menolak pakai alasan apa lagi.Kia menatap kedua sahabatnya meminta bantuan.Bisa gawat kalau Bian tahu istrinya diantar oleh dosennya itu.
"Pak Dani,biar saya saja yang mengantar Kia. Tio yang akan stand by di sini untuk mengumpulkan tugas teman-teman,"saran Fira dan Tio pun mengangguk.
"Kenapa sih Kia,takut banget sama saya?Saya cuma ingin mengantar,bukan melakukan hal yang tidak-tidak sama kamu!"Pak Dani mengusap wajahnya.
"Maaf,Pak!Saya bukannya takut sama Bapak,saya cuma tidak ingin suami saya berpikir macam-macam tentang saya,"jelas Kia.
"Saya permisi!"
Kia pergi setelah menyerahkan tugasnya.Pak Dani menghela nafas panjang dan duduk di kursinya.Tio dan Fira bingung harus melakukan apa,diam di sana atau pergi.
"Apa Kia benar-benar sudah menikah?"tanya Pak Dani pada Tio dan Fira.
Tio dan Fira saling pandang dan mengangkat kedua bahunya,menjawab pertanyaan dari dosennya itu.
Kia sudah keluar dari ruangan dosennya itu dan terus melajukan langkahnya menuju mobil. Baru akan sampai pada gerbang kampus, seseorang memanggilnya.
__ADS_1
"Kia!"
Kia menoleh dan seorang wanita paruh baya bersama satu lagi wanita cantik bak model menghampirinya.Kia mengingat-ingat. Sepertinya dia pernah melihat wajah wanita paruh baya yang memanggilnya barusan.Tapi di mana Kia pernah melihatnya.Setelah kedua wanita itu sampai di hadapannya,Kia baru mengingat kalau wanita itu pernah dilihatnya saat mencari tahu tentang siapa suaminya sebenarnya.
Dengan wajah yang sumringah Kia ingin mencium tangan wanita paruh baya itu.Tapi Kia malah mendapatkan sebuah tamparan darinya.
Plakkk
Kia memegang pipinya yang terasa begitu pedih.Ujung bibirnya pun mengeluarkan sedikit darah.Mungkin karena terkena cincin yang Nyonya Sofia kenakan.
Ternyata Bian masih bisa kecolongan.Orang suruhan Mommynya begitu mudahnya menemukan keberadaan istri kecilnya.
"Berapa yang kamu inginkan?"tanya Nyonya Sofia.
"Maksud Ibu?"bingung Kia.
"Jangan pernah panggil saya Ibu!Saya tidak sudi mendengarnya.Berapa yang kamu inginkan dari anak saya?"
Kia meremas ujung bajunya,air matanya pun menetes mendengar penolakan dari wanita yang telah melahirkan suaminya itu.Pak Dani,Fira,dan Tio yang baru saja keluar bersama menghampiri Kia.Mereka belum tahu kalau Kia telah ditampar begitu keras.
"Saya benar-benar tidak mengerti apa yang Nyonya maksud!"ucap Kia.
"Baik kalau kamu tidak mengerti,"Nyonya Sofia mengambil cek kosong dari tasnya.
"Tulis berapapun yang kamu mau,setelah itu tinggalkan anak saya!"
Deg
Kia menatap sendu Nyonya Sofia.Apa yang menjadi kekhawatirannya selama ini terjadi juga.Sebegitu tidak layaknya kah dia bersama dengan Bian,sampai ibunya siap memberikan berapapun agar dia mau meninggalkannya.
"Kia,ada apa ini?"tanya Pak Dani.
"Siapa kamu?"tanya Nyonya Sofia.
"Saya dosennya!"
"Oh,kebetulan sekali.Anda lihat anak didik Anda ini baik-baik!"tunjuk Nyonya Sofia pada Kia.
"Gadis kecil dengan wajah polos ini,ternyata menyimpan kebusukan.Lihat Dia!Dia adalah korban dari kebusukan hatinya yang menghalalkan segala cara agar bisa kaya tanpa harus bekerja keras,"Nyonya Sofia memegang bahu Seline yang menampakkan wajah sedihnya.
"Ibu jangan sembarangan berbicara!"ucap Pak Dani.
"Kenapa tidak Anda tanyakan saja padanya!Anak saya bahkan ingin menceraikan menantu saya hanya demi dia!"
Deg
__ADS_1
Cerai,menantu,Kia menatap wanita cantik yang datang bersama ibu dari suaminya itu.Kia meremas perutnya yang tiba-tiba terasa nyeri.Apa ini sebenarnya,siapa sebenarnya mereka???