Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Kamu,Wanitaku!


__ADS_3

Pendaftaran mahasiswa baru sudah dilakukan,tes masuk juga sudah dilewati. Masa ospek sudah diikuti pula oleh Kia.Kini, saatnya Kia masuk sebagai mahasiswi baru di fakultas tempatnya akan menimba ilmu.


Pagi sekali,Kia sudah bersiap menyiapkan keperluannya dan keperluan Bian.Bian memang lebih sering tidur di apartemen daripada di mansionnya.Walaupun jarak dari apartemen ke kantor sangat jauh,Bian tidak mempermasalahkan itu.Bian merasa benar-benar menjadi suami saat bersama Kia.


Kia membantu Bian memasangkan dasinya.Kia terlihat sangat cantik dengan outfit ala Koreanya.Bian melihat rok yang dipakai Kia.


"Ganti!"ucapnya menunjuk rok yang Kia pakai.


Kia melihat ke arah yang ditunjuk Bian,"Kenapa?"Kia mengerutkan keningnya.


"Kamu kuliah untuk belajar,bukan untuk fashion show.Ini lagi,emang harus banget kamu dandan cantik seperti ini?"Bian mengangkat dagu Kia menatap wajahnya.


Kia tersenyum malu,dipuji cantik.Tapi juga cemberut dibilang ingin fashion show.Dia memang benar-benar ingin belajar,bukan untuk yang lain.Kalau soal pakaian yang dia pakai,Kia memang menyukai style yang di pakai oleh ciwi-ciwi Korea yang sering dilihatnya di drama yang dia tonton.


"Memangnya kenapa sih?Ini juga nggak terbuka.Lihat!Nggak pendek-pendek banget,kan?"Kia berputar-putar dihadapan Bian.Rok yang Kia pakai memang di atas lutut.Tapi,benar-benar di atas lutut.Nggak kurang sedikit pun.

__ADS_1


Bian menggeleng,"Pokoknya ganti!Kalau mau pake itu,pake di depanku aja!"


"Tapi-."


"Ganti atau nggak usah kuliah sekalian!"suruh Bian tak mau dibantah.


Kia memanyunkan bibirnya melirik Bian yang akan keluar.Cup..... Bian mengecup bibir manyun itu dan menangkup wajah Kia sampai bibir Kia kembali mengerucut.Bian mencium lagi dan lagi.Kia berusaha menjauhkan wajahnya.


"Jangan tunjukkan bibir cemberut ini dihadapan pria lain,paham!"bisik Bian tepat di depan wajah Kia dan menciumnya kembali lebih lama.


"Kalau mau kuliah itu nggak perlu dandan,yang penting itu rapi,"Bian mengelus bibirnya dengan jempolnya.


"Terserah kamu,yang penting jangan terlalu cantik kalau mau ke manapun tanpa aku.Kamu wanitaku,aku nggak mau apa yang menjadi milikku dilirik oleh orang lain,ingat itu!"


Bian pergi keluar walk in closet,menunggu Kia mengganti roknya di bawah.Kia tidak tahu harus senang atau tidak,diklaim sebagai milik Bian."Itu berarti Bian benar-benar menganggap serius hubungan ini kan?"tanya Kia dalam hati.

__ADS_1


Bian melihat Kia menghampirinya,Kia sudah berganti pakaian.Kia memakai t-shirt biasa dengan jaket Levis dipadukan dengan skinny jeans dan sepatu kets putih.Bian mendengus,Kia masih terlihat sangat cantik walau dengan style sederhana seperti itu.Rambutnya kini sudah dikuncir kuda.


Kia mulai melayani Bian sarapan.Pagi ini,Kia memasak soto untuk menu sarapan mereka.Dan seperti biasa,Bian selalu memakannya dengan lahap.Bian sebenarnya juga ingin Kia mengantarkan makan siangnya ke kantor.Tapi,Bian tidak ingin orang-orang tahu mengenai status Kia sebagai istrinya.


Bian sudah membuat keputusan untuk tidak melanjutkan pernikahannya dengan Seline.Bian akan segera berpisah dan akan memperkenalkan Kia kepada keluarganya sebagai istrinya sebelum Kia tahu bahwa dia bukanlah satu-satunya istri seorang Abian Abraham.


Bian tidak mau Kia salah paham nantinya dan akan meninggalkannya.Bian sudah benar-benar nyaman menjalani pernikahannya dengan Kia.


"Ayo!"Bian menggandeng tangan Kia.


"Ke mana?"Kia mengernyit.


"Ya ke kampus lah!Emangnya mau ke mana lagi?"


"Loh,kok!"

__ADS_1


"Sudah,cepetan!Pak Ali!Biar Kia saya yang antar,nanti pulangnya baru Bapak yang jemput!"


"Baik,Boss!"


__ADS_2