
Akhirnya,setelah menempuh perjalanan beberapa jam dengan menggunakan pesawat,keluarga kecil Bian sampai di bandara.
Di sana,Rama sudah menunggu mereka untuk menjemput.Bian meminta Rama untuk mampir dulu ke tempat makan karena mereka sampai saat jamnya makan siang.
Setelah menikmati makan siang,Bian langsung mengajak istri juga anaknya ke rumah sakit untuk menjenguk Mommynya.Rama membukakan pintu mobil untuk Kia saat sudah sampai di rumah sakit.
Bian menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat Mommynya dengan satu tangan menggendong putranya dan tangan satunya menggandeng Kia,diikuti Rama di belakangnya.
Ceklek
Bian membuka pintu ruangan Mommynya dirawat.Nyonya Sofia yang tadinya melamun melirik ke arah pintu.Kia menyembunyikan tubuhnya dibalik punggung suaminya.Dia takut Nyonya Sofia tidak menyukai kehadirannya.
"Aaa ... jagoan Aunty datang!Sini ... sini ... sama Aunty."
Heboh Key mengambil Biyan dari gendongan papanya.Bian membiarkan putranya bersama adiknya dulu.Di sana hanya ada Mommynya bersama dengan adiknya.Langkah kaki Bian perlahan mendekat pada mommy,tapi Kia tidak bergerak sedikitpun.
Kia menggeleng saat suaminya itu menatap, memintanya agar mengikutinya.Bian pun memohon lewat sorot matanya,sehingga Kia tidak dapat menolaknya dan akhirnya mengikuti langkahnya.
"Bian,Sayang!"lirih Nyonya Sofia berkaca-kaca.
Hatinya benar-benar merindukan putranya itu.Nyonya Sofia merentangkan tangannya berharap Bian memeluknya.Dan tentu saja Bian akan memeluknya,dia adalah ibunya.
Mata tuanya berbinar saat sang putra satu-satunya mencium punggung tangannya juga keningnya.Tangannya yang terpasang infus mengelus wajah putra yang sangat dirindukannya.
"Maafkan Mommy.Maafkan keegoisan Mommy yang terus memaksakan kehendak, padahal itu membuatmu menderita,"ucap Nyonya Sofia menangis di pelukan putranya.
Sejujurnya,Bian tidak pernah menyalahkan Mommynya untuk masa lalunya.Semua sudah berlalu,kini kebahagiaannya telah dia dapatkan kembali.
__ADS_1
"Mommy tidak usah terlalu banyak pikiran.Semuanya sudah berlalu,aku yang harusnya meminta maaf karena terlalu lama larut dalam keterpurukan sampai mengabaikan orang-orang yang peduli padaku,"balas Bian menatap wajah lelah Mommynya.
Pandangan Nyonya Sofia kini beralih pada sosok wanita yang terus menundukkan wajahnya di belakang putranya.Bian menarik tangan istrinya sehingga mendekat pada Mommynya.
"Kia ...!Kamu pasti sangat membenci Mommy.Maaf,maafkan Mommy."
Kia mengangkat wajahnya,menatap wanita yang sudah melahirkan suaminya itu.Gurat penyesalan terlihat jelas di sorot matanya yang berair.Kia sadar,seorang ibu pasti akan melakukan hal yang terbaik untuk anaknya.Termasuk dalam memilih pasangan hidup.Dia hanya ingin putranya tidak mendapatkan pasangan yang salah.
"Nyonya tidak salah,wajar kalau seorang ibu menginginkan seorang pendamping yang terbaik untuk putranya,"ujar Kia.
"Kamu benar,tapi kami lupa bahwa yang paling tahu apa yang bisa membuat putra kami bahagia adalah dirinya sendiri.Kami selalu memaksanya melakukan apa yang kami inginkan tanpa bertanya,apakah Dia bahagia atau tidak.Kami memang orang tua yang egois.
"Maafkan kami karena secara tidak langsung membuat kalian terpisah begitu lama,"sesal Daddy David yang baru masuk.
"Dad,"Bian memeluk Daddy-nya.
"Maafkan Daddy."
"Maafkan kami juga yang sudah membuat kalian marah,"Kia menghapus air mata nyonya Sofia.
Melihat momen haru didepannya,membuat Key juga meneteskan air matanya.Key menghampiri mereka yang seperti Teletubbies yang saling berpelukan.
"Mama ... mama ...,"rengek Biyan yang terlihat mengantuk.
"Bi,Dia?"tanya Nyonya Sofia melihat Biyan yang begitu mirip putranya ketika kecil.
"Hem,Dia putra kami,Biyan."
__ADS_1
"Bian?"Daddy David mengerutkan keningnya.
"Iya,Dad.Biyan,B-I-Y-A-N,Biyan!"seru Key mengeja.
"Bian,Biyan,"tunjuk Nyonya Sofia pada putra dan cucunya.
Tuan David ingin menggendong Biyan,tapi Biyan yang sudah mengantuk menggeleng dan mengulurkan tangannya pada Kia.
"Dia nggak mau kalau baru kenal,Dad!Kak Bian aja pernah dilempari mainan waktu itu,"kata Key.
"Oh,ya?"senang nyonya Sofia.
"Padahal Dia pa-"
Bibir Key langsung dibekap oleh kakaknya agar tak banyak omong.Key membalasnya dengan menggigit jarinya sampai Bian meringis.
"Ya,sudah.Kalian pulanglah ke mansion!Kasihan cucu Mommy sudah mengantuk berat,"titah nyonya Sofia.
"Tapi,Nyo-"
"Kok masih manggil Nyonya?Kamu sudah memaafkan Mommy,kan?"sebal Nyonya Sofia dan diangguki takut oleh Kia.
"Panggil Mommy dong kalau begitu! Mommy,Daddy!"seru Nyonya Sofia mengajari.
"Mommy, Daddy!"ulang Kia seperti anak TK.
"Good girl,"Daddy David menepuk atas kepala menantunya.
__ADS_1
Mata Bian melirik tak suka pada Daddy-nya yang mendapat senyuman dari istrinya.Bian mendekap pinggang Kia lalu mengajaknya pergi.Tuan David melongo melihat raut wajah kesal Bian yang ditujukan padanya.Nyonya Sofia hanya menggelengkan kepalanya melihat putranya yang posesif.
"Like father, like son,"ucap Nyonya Sofia melirik suaminya yang juga posesif padanya.