
"Pagi,"ucap Kia yang sudah rapi dan cantik.
Pagi yang sempurna bagi Bian.Baru membuka matanya,sudah disuguhkan dengan senyum menawan dari sang pujaan hati.Bian merasa sangat beruntung masih diberi kesempatan untuk bisa menikmati kembali pemandangan indah itu lagi.
"Pagi,"balas Bian merentangkan tangannya meminta sang istri mendekat.
Direngkuhnya kembali tubuh ramping yang sudah wangi itu.Semalam merupakan hari ulang tahunnya yang terbaik sepanjang hidupnya.Setelah merasa seperti kehilangan akal,ternyata itu adalah kejutan yang sudah dipersiapkan oleh sang istri untuk momen bertambahnya usianya.
"Terima kasih untuk kadonya,"ucap Bian menghirup aroma vanilla dari ceruk leher Kia.
"Kado?Aku belum ngasih kado deh,perasaan."
Bian melepaskan pelukannya dan mengecup bibir manis sang istri.
"Kamu kembali dalam kehidupanku adalah kado yang paling aku syukuri.Apalagi dengan hadirnya buah cinta kita,"ujar Bian mengelus pipi Kia.
Senyum menawan itu terpatri kembali mendengar kata-kata yang terucap dari bibir sang suami.Ini masih pagi,bahkan langit masih gelap di luar sana.Tapi, suaminya ini sudah menggombal.
Kia beranjak dari hadapan Bian dan berjalan ke walk in closet.Mata kelam Bian terus mengekori pergerakan Kia sampai dia keluar kembali dari walk in closet dengan sebuah kotak yang terbungkus kertas kado ditangannya.
"Ini baru kado ulang tahun untuk my lovely hubby,"ucap Kia.
"Apa nih?"Bian mengguncang kotak kado itu.
"Buka dong!"seru Kia.
Dengan hati-hati,Bian membuka pita dan kertas kado yang Kia bungkus dengan cantik.Kia menghembuskan nafasnya kesal,melihat suaminya yang membuka kadonya dengan gerakan slow motion.
"Ckkk ... bisa dipercepat bukanya?"
__ADS_1
"Sabar dong,Sayang!"
Usai kertasnya terbuka tanpa ada sobekan sedikitpun,mata Bian seketika membola melihat isi dari kotak tersebut.Sebuah mini album dengan judul 'Buah Cinta Kami'.
Foto USG sang buah hati yang berusia dua belas Minggu menjadi pembukaan album tersebut.Bian membalik lagi lembaran album tersebut.Tampak sang istri dengan perut yang sudah sedikit membesar.
Bian menggenggam tangan Kia.Senyumnya terukir meski dengan mata yang berkaca-kaca.Beribu terima kasih dia ucapkan lewat sorot mata harunya karena Kia sudah bertahan dan kembali padanya.
"Aku bingung mau kasih hadiah apa,kamu sudah punya segalanya,"senyum Kia membalas genggaman tangan sang suami.
Lembaran demi lembaran Bian balik,tak ada satu foto pun yang luput dari penglihatannya.Dari putranya masih dalam perut sampai dia mulai belajar berjalan,Bian resapi foto-fotonya.Seakan dia ikut merasakan bahagianya lewat gambaran yang dilihatnya.
Kia menghapus air mata Bian yang menetes di pipinya.Lagi,Kia merasa bersalah karena tidak mengikut sertakan sang suami dalam perkembangan sang buah hati sejak masih dalam kandungannya.
"Maaf,"sesal Kia.
Seketika,Bian mengalihkan pandangannya pada sang istri yang tertunduk.Dia yang tidak becus mencari,kenapa malah istrinya yang meminta maaf.
Kia mencium tangan Bian yang mengusap pipinya.Keduanya saling pandang,menyelami perasaan masing-masing sampai ketukan pintu terdengar menyadarkan mereka.
Pandangan pun terputus berganti dengan sorot penuh tanya.Siapa yang mengetuk pintu sepagi ini?Kia membuka pintu dan tampaklah seorang gadis cantik membawa keponakan tampannya yang terlihat seperti habis menangis.
"Dia kaget,pas bangun nggak ada orang.gue lagi di kamar mandi tadi,"jelas Key memberikan Biyan pada ibunya.
"Aduh ... kasihan anak Mama!"Kia mencium pipi putranya.
Bian muncul dari balik pintu dan mengambil putranya yang merentangkan tangannya.
"Kenapa?Kaget yah,pas bangun yang dilihat malah nenek lampir,"ucap Bian membelai pipi putranya yang bersandar pada bahunya.
__ADS_1
"Hey ... jaga ucapan Anda ya,Tuan!"ucap Key tak terima.
"Tuh,nenek lampir nya marah!Yuk kita masuk aja!"seru Bian menunjuk kening Key dengan kuat.
Ayah dan anak itu masuk tanpa memperdulikan Key yang ingin membalas perkataan kakaknya.Kia menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Dasar,kakak nggak ada akhlak,"gerutu Key pergi dari sana.
Kia hanya bisa tersenyum canggung mendengar adik iparnya yang pergi seraya bergumam,mengumpat sang kakak.Mereka memang seperti itu kalau bertatap muka,bak Tom and Jerry.Kia sudah tidak terkejut lagi.
Di atas tempat tidur yang masih berantakan karena percintaan mereka semalam,Bian mengelus-elus punggung sang putra yang kembali terlelap.Bian jadi penasaran,kemana adiknya itu membawa Kia juga Biyan pergi semalam.
"Oh,iya.Kemana kalian kemarin malam?"tanya Bian saat Kia menghampiri mereka.
"Nggak kemana-mana.Kita ada kok di dalam kamarnya Key,"jelas Kia.
"Oh,ya?"tanya Bian tak percaya.
Tidak mungkin dia tidak tahu kalau istrinya masih ada di mansion,sementara Mommynya sendiri bilang kalau Key membawa mereka pergi.
"Makanya kalau nyari itu dari tempat yang paling deket dulu,Masseh ..."ujar Kia mencubit hidung suaminya.
Sudah pasti semua keluarganya berkomplot untuk mengerjainya.Ah ... setelah dipikir-pikir lagi,ternyata Rama juga ikut membantu memuluskan rencana mereka.Trauma kehilangan istrinya membuat otak Bian tidak bisa berpikir jernih.
"Sudah,aku ke bawah dulu!Mau bantu bikin sarapan.Kamu mau sarapan apa?"
"Apapun yang istriku sajikan,pasti akan aku makan!"ucap Bian.
Kia menggelengkan kepalanya mendengar gombalan dari suaminya.Saat Kia akan pergi,Bian menarik tengkuk Kia dan ******* bibir manis istrinya sampai Kia kewalahan.
__ADS_1
"Morning kiss,"ucap Bian saat melepaskan ciumannya.