
"Baik nona, saya permisi !"pamit Rama mengambil ponselnya yang dilempar Kia.Untung Kia melempar ponselnya di sofa coba kalau dilantai,apa Kia mau menggantinya ?
"Hem....,"Kia mengangguk.
Rama lantas pergi meninggalkan Kia yang terlihat kekenyangan karena duduk sambil memegangi perutnya.Tak lama setelah Rama pergi,Kia beranjak menuju pintu dan menekan angka pada pintu.
Cekrek....
Pintunya terbuka,Kia menarik handle pintu dan melihat keluar.Kia tersenyum canggung melihat Rama yang masih berbicara dengan anak buahnya yang ditugaskan oleh Bian untuk menjaganya agar tidak kabur.
"Ada yang anda perlukan,nona ?"tanya Rama.
Kia menggeleng cepat dan kembali menutup pintunya kuat.Pintu pun otomatis terkunci kembali.Kia mendengus,"pantas saja dikasih tahu kodenya,hufth......emang nasibku menjadi istrinya."
Kia teringat sesuatu dan membuka kembali pintunya dan memanggil Rama yang akan melangkahkan kakinya pergi.
"Pak Rama...! maaf, ponsel saya dimana yah ? terus di dapur kan nggak ada apa-apa,apa boleh saya pergi ke minimarket yang ada di depan sana ?"Kia mencoba peruntungannya.
Saat ini,hanya apartemen inilah tempatnya bernaung sekarang karena rumah peninggalan almarhum ayahnya sudah disita Bank dan sisa uang gajinya juga tidak seberapa.Mau kembali bekerja pun sepertinya dia harus kembali ke desanya.Apartemen semewah ini tidak mungkin ada di desanya, karena hotel saja hanya bangunan tiga lantai.
__ADS_1
"Maaf,nona ! untuk ponsel lebih baik nona tanyakan saja pada tuan Bian.Kalau nona mau ke minimarket depan,mari saya antar !"ucap Rama.
"Iya tunggu sebentar,saya ambil dompet saya dulu !"Kia segera masuk dan mengambil dompetnya yang ada di dalam kamar.
Tak lama kemudian,Kia keluar lagi dan merekapun segera pergi ke minimarket yang ada di depan apartemen tersebut.Rama berjalan mengiringi Kia satu langkah di belakangnya.Kia menoleh ke belakang melihat Rama bingung.
"Kenapa di belakang ? sini !"ajak Kia menunjuk ke sampingnya.
"Maaf,nona ! tidak pantas rasanya saya jalan di samping istri Boss saya,"jelas Rama.
Kia memutar bola matanya jengah,Rama bahkan terlihat lebih seperti majikannya dari pada sebaliknya.Kia menatap penampilannya sendiri,kaos oblong kebesaran plus jeans biasa dan sandal sejuta umat menjadi pelengkap penampilannya.Kia lebih mirip pembantunya dari pada istri Bossnya.Apa dia bisa memanfaatkan uang Bian sebagai istrinya ? pikir Kia tersenyum licik.
Sesampainya di minimarket,Kia berbelanja untuk persediaannya esok hari dan camilan untuk menemaninya nonton film nanti.Kia akan bergadang malam ini.Kia akan menikmati fasilitas yang ada di apartemen.Akhirnya keinginannya menonton film di TV yang besar tercapai juga.Bahkan TV di apartemen lebih besar dari TV tetangganya yang punya rumah dua tingkat di depan rumahnya.Sombong sekali tetangganya itu,baru punya TV yang bisa nemplok di dinding aja sudah seperti punya home teather saja.Kia mencebik kesal ingat tetangganya yang sombong itu.
Kia pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.Tapi, sepertinya Kia kurang memperhitungkan pengeluarannya dengan isi dompetnya.Kia melirik Rama meminta bantuan.Rama yang melihat tatapan Kia pun mengerti dan langsung menyerahkan kartu ajaib yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang duitnya tidak muat kalau disimpan di dalam celengan ayam yang ada di rumah.
Setelah berbelanja,Rama mengantarkan Kia kembali ke apartemennya.Takut Kia nya kabur mungkin.
"Terima kasih pak Rama,ini uang belanja saya tadi !"Kia memberikan uang recehnya yang sudah lecek itu kepada Rama.
__ADS_1
"Masih kurang sedikit, saya ngutang dulu yah !"lanjut Kia tak enak.
"Tidak perlu,nona ! Ini semua tuan Bian lah yang menanggungnya.Nona Kia tidak perlu merasa tidak enak hati,"jelas Rama.Rama pun mengangguk hormat dan pamit pergi.
Kia menghampiri dua orang yang menjaga di depan pintu dan memberikan kopi yang dibelinya dari kedai depan dan beberapa camilan.Kedua bodyguard itulah yang akan mengawal Kia kemanapun dia akan pergi nantinya.Mereka saling tatap bingung, mengambilnya atau tidak.
"Tenang saja, nggak dikasih apa-apa kok kopinya.Pak Rama sendiri yang membelinya tadi,sueeerrr !"Kia mengangkat jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V dengan menampilkan gigi kelincinya.
Keduanya pun menerimanya dengan senang hati.Melihat senyum istri Bossnya yang ramah, keduanya bersyukur ditugaskan untuk menjaganya.
"Terima kasih,nona !"ucap keduanya berbarengan.
Kia mengangguk sopan dan segera masuk.Kia langsung menuju dapur untuk menyimpan belanjaannya.Kia memanaskan air untuk membuat cokelat panas untuk menemaninya menikmati film yang akan ditontonnya nanti.Sudah seperti orang kaya saja dia.Awalnya Kia sangat menikmati filmnya,tapi lama-lama matanya tak sanggup lagi bertahan.Akhirnya Kia mematikan TV nya dan kembali ke kamar untuk tidur.Rencana begadangnya di cancel dulu sepertinya.
* * *
Pagi hari yang cerah,Kia sudah terbangun dengan penampilan yang segar dan wangi.Kia ke dapur dan bersiap memasak sarapan paginya.Saat sedang asyik memotong bahan-bahan yang akan digunakannya untuk memasak nasi goreng, sepasang lengan berbulu melingkar di perutnya.Kia pun refleks berbalik dan menodongkan pisau yang dipegangnya ke arah orang dihadapannya.
"Wow,wow.....calm down,baby !"ucap Bian terkejut dan mengambil pisau yang ditodongkan Kia padanya.
__ADS_1
Kia mengelus dadanya cemas dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.Kia menatap Bian kesal,untung nggak sampai melukainya itu pisau.Bisa masuk penjara dia kalau sampai itu terjadi.Cukup Bian yang memenjarakannya di apartemen mewahnya, jangan polisi juga ikut-ikutan.