Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Jangan Macam-Macam Selama Aku Pergi


__ADS_3

Selesai makan malam,Kia memaksa Bian untuk menonton drama China yang lagi happening saat ini.Bian meski dengan ogah-ogahan menurut juga apa yang diinginkan sang istri.Sementara Kia asik menonton drachin,Bian malah asik mendusel-duselkan hidungnya di ceruk leher Kia.Berulang kali Kia mendorong kepala Bian merasa terganggu.Tapi apa peduli Bian,Dia tetap melakukannya lagi dan lagi.


"Mas!Kalau aku-"


"Nggak boleh!"


"Apa,sih.Orang belum selesai ngomong juga!"


"Ya udah,mau ngomong apa?"


"Kalau aku kerja part time,boleh nggak?"


"Kenapa?Kurang uang yang aku kasih?"


"Nggak sih.Cuma....bosen aja nggak ada kegiatan setelah pulang ngampus.Ke kampus juga cuma tiga kali pertemuan dalam seminggu.Boleh,ya?Please!"bujuk Kia mengerlingkan matanya.


"Hem....."


"Please!Please!"


"Em....nggak!Kalau bosan,mending jalan-jalan aja.Habisin tuh duit yang aku kasih!"


"Ngeselin banget sih,punya suami 'pak tua' ini!"gumam Kia seperti kumur-kumur.


"Jangan suka ngedumel seperti itu!Istri kecilku jadi tambah gemesin kalau begini."


Bian menciumi seluruh wajah Kia membuat yang punya wajah kegelian dan tertawa.Ciuman Bian mulai merambat ke leher dan membuat banyak lukisan cinta di sana.Kia menangkup wajah Bian dan ditatapnya mata tajam itu.Lama keduanya menyelami perasaan lewat pandangan.Entah siapa yang memulai,dua bibir mereka saling memanggut dan menyesap.

__ADS_1


Bian yang mulai tersulut api gairah, menggendong Kia menuju kamar mereka. Malam ini,lagi dan lagi seperti tak pernah ada puasnya,mereka menyatu.Menikmati malam panas penuh gelora.Saling menyesap manisnya madu dalam ikatan yang halal diantara keduanya.


"Morning!"sapa Bian mencium kening Kia.


Kia tersenyum sembari menyiapkan sarapan.Hari ini,Bian akan pergi keluar negeri untuk menyelesaikan urusannya dan Kia sudah menyiapkan apa saja yang diperlukan oleh suaminya itu malam tadi setelah mereka berbagi peluh.


"Aku pergi!Jangan macam-macam selama aku di sana!Ingat mataku bukan cuma dua!"ancam Bian.


"Iya.Sudah pergi sana!"usir Kia.


"Kamu mengusir suamimu sendiri?"


"I-Y-A!"


"Ka-"


Bian mendengus menatap tajam Rama yang mengganggu perdebatannya dengan sang istri.Kia menahan tawanya melihat Bian yang sewot dengan bibirnya yang mengerucut.Kia menangkup wajah Bian dan mengecup bibir yang mengerucut itu.Bian tersenyum dan menahan tengkuk Kia agar tak melepaskan kecupannya.Kia mengalungkan tangannya dan memperdalam ciuman mereka sampai Rama yang berada di dekat mereka berdehem.Kia buru-buru melepas ciumannya karena lupa kalau Rama masih berada di sana.


"Ayo!"seru Bian sewot karena Rama lagi-lagi mengganggunya.


Rama mengangguk dan pergi lebih dulu.Bian mengecup kening Kia dan pergi menyusul Rama.


* * *


Ting......Tong......


Suara bel apartemen yang disewa Seline berbunyi.Saat ini,hari sudah menunjukkan pukul sebelas siang waktu setempat.Dan sepasang kekasih yang habis menikmati malam yang panas itu belum juga beranjak dari peraduannya.Seline perlahan membuka matanya dan melihat jam dari ponselnya.

__ADS_1


"Honey!Ada yang datang,"ucap Ken,kekasih Seline.


"Iya,tahu!"


Seline memakai kimono tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.Dengan wajah yang masih terlihat lelah,Seline berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang mengganggu tidurnya.Tanpa mengecek lewat lobang kecil yang ada di pintunya,Seline membuka pintu.


Seline yang tadinya menguap,langsung menutup rapat mulutnya seraya membelalakkan matanya.Seline yang terkejut, tanpa sadar menutup pintu dengan keras dihadapan tamunya.Seline memegang dadanya dengan tangan yang gemetar.Jantungnya berpacu dengan sangat cepat.Ken yang mendengar pintu yang dibanting pun terkejut dan segera keluar,mencari tahu apa yang terjadi.


"Ada apa?"tanyanya.


Seline mengangkat telunjuknya ke depan bibirnya dan mendorong Ken masuk lagi ke dalam kamar.


"Di depan ada Bian!"beritahu Seline.


Seline buru-buru ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.Sementara Bian masih berdiri di depan pintu apartemen Seline.Bian melipat tangannya di dada,menunggu Seline menemuinya.Bian tersenyum simpul melihat kegugupan Seline tadi.Bian juga melihat tanda merah yang juga sering dibuatnya di tubuh istri kecilnya itu terpampang jelas di leher Seline.Mengingat itu,Bian jadi merindukan istri bocahnya.


Ceklek...


Pintu terbuka dan Seline keluar dengan wajah yang lebih segar dari pada tadi.Dan sepertinya,tanda kepemilikan dari kekasihnya sudah disamarkan dengan sangat baik sampai Bian tak lagi melihat tanda itu.


"Kok tumben datang nggak nelpon dulu.Kamu kangen,ya?"goda Seline mengalungkan tangannya di leher Bian.


Bian melepaskan tangan Seline dari lehernya,"Kita bicara di cafe depan!"


"Loh!Nggak mau masuk dulu?"basa-basi Seline.


Bian tersenyum miring yang terlihat menakutkan bagi Seline,"Kamu yakin ngajak aku masuk?"

__ADS_1


__ADS_2