Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Menikmati Waktu Bersama


__ADS_3

Bian terus menggandeng pinggang Kia saat mereka akan pulang dari kantor.Semua mata karyawan yang juga akan beranjak pulang terus menatap ke arah sang bos besar tempat mereka bekerja.


Dalam hati,berbagai pertanyaan seketika muncul.Siapa wanita itu?Apa Dia kekasih Bian?Sejak kapan?Pantas saja,Bosnya itu sudah lebih manusiawi sekarang.Tidak lagi suka marah-marah hanya untuk hal kecil seperti tahun-tahun sebelumnya.


Dan tubuhnya juga sudah terlihat lebih berisi dengan wajah yang terlihat semakin keluar aura ketampanannya.Itu pasti efek dari adanya wanita yang terus berada dalam rangkulannya sejak dia keluar dari ruangannya itu.


Meski sikapnya masih dingin dan selalu menampilkan raut wajah mengintimidasi,Bian tetap disukai banyak karyawan wanita di kantornya.Kia yang menjadi perhatian banyak orang di kantor Bian,merasa kurang nyaman dan sedikit tidak percaya diri.


Apalagi melihat para wanita dengan setelan kantor yang terlihat cantik dan menarik,dia jadi merasa insecure.Ia hanyalah gadis desa yang kebetulan memiliki nasib bagus karena dipersunting oleh seorang CEO ternama di negara ini.Kia bahkan tidak menyelesaikan studinya di jenjang perkuliahan.


"Angkat kepala kamu!"bisik Bian mesra.


Kia mengangkat kepalanya menatap suaminya yang tersenyum padanya.Bian sangat mengerti apa yang ada dipikiran istri cantiknya itu.


Pasti dia merasa rendah diri,karena Bian sempat melirik istrinya itu melihat beberapa wanita yang melihat ke arah mereka lalu membandingkannya dengan penampilannya sendiri yang hanya memakai skinny jeans dengan dipadukan kemeja wanita juga flat shoes warna hitam.


"Aku pasti malu-maluin,kan?"lirih Kia kembali menundukkan kepalanya.


"Hem.Kamu memang malu-maluin,"ucap Bian membuat Kia menghentikan langkahnya yang sudah sampai di parkiran.


Air muka Kia berubah sendu mendengar ucapan Bian.'Tuh,kan!,'batin Kia.


"Maaf,"sesal Kia.


Bian membukakan pintu mobil meminta sang istri masuk.Dia akan mengendarai mobilnya sendiri kali ini.Rama masih ada di ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


"Kamu itu malu-maluin karena selalu menundukkan kepalamu saat berjalan dengan suamimu.Apa kamu malu berjalan berdampingan dengan pria tua seperti aku?"protes Bian sambil menjalankan mobilnya.


"Bukan seperti itu,aku hanya merasa tidak pantas menjadi istri seorang pengusaha sukses seperti kamu.Banyak wanita cantik dan berpendidikan diluar sana,tapi kamu malah memilih aku untuk menjadi istri,"ujar Kia sendu.


Mendengar ucapan istrinya yang merasa tidak percaya diri,Bian kembali menghentikan mobilnya.Bian menghadap sang istri dan menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Aku cari istri,bukan model atau karyawan.Kalau aku cari yang cantik bak model plus berpendidikan,aku nggak mungkin menceraikan Seline,kan?Lagian kamu itu lebih dari sekedar cantik dan pandai,"jelas Bian mengatur nafasnya karena tiba-tiba dia teringat apa yang juga dilihatnya tadi saat di kantor.


"Kamu nggak lihat tadi,mata para pria memandang kamu,huh!Pengen aku colok rasanya tuh mata karena berani-beraninya menatap istriku seperti itu.Kamunya juga sih,kenapa dandan secantik ini sih?Bikin darting aja,"kesal Bian kembali berujar.


Hei ... kok jadi dia yang kena omel,pikir Kia tak habis pikir.Tadinya kan,dia yang lagi mencurahkan apa yang menjadi kerisauan hatinya.Suaminya ini memang benar-benar ... ah sudahlah!!!


Mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang.Mereka tidak terburu-buru untuk sampai ke mansion karena mereka yakin Daddy dan Mommynya itu pasti belum membawa sang cucu pulang.


Bian menghentikan mobilnya di sebuah cafe yang sedang hits dikalangan kaum muda.Banyak juga para pasangan yang sedang menikmati momen kebersamaan mereka di sana.


Di roof top,Bian dan Kia sudah menempati meja yang berada di bagian tepi.Dari sana,mereka bisa melihat indahnya pemandangan kota dengan panorama langit yang sudah mulai berwarna jingga.


"Cantik!"ucap Kia melihat langit sore.


"Hem.Cantik banget!"timpal Bian menatap istrinya.


Kia tersipu menyadari lirikan dari suaminya itu.Bian jadi sering menggombal sekarang.Sesaat kemudian,pelayan datang membawa pesanan mereka.Karena ini masih sore,Kia dan Bian hanya memesan dessert untuk menemani kebersamaan mereka.


* * *


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam,Key yang baru keluar dari butiknya merasa horor sendiri melihat keadaan sekelilingnya yang sudah sangat sepi.


Segera ia berlari menuju mobilnya.Mungkin satpam yang biasa berjaga di sana sedang berpatroli,karena itu tidak tampak batang hidungnya di penglihatan Key.


Key segera melajukan mobilnya agar lebih cepat sampai ke rumah.Dia sudah sangat lelah karena seharian ini mengerjakan desain yang akan dipakai oleh calon pengantin yang akan segera mengubah status lajangnya menjadi seorang istri.


Entah kapan itu akan terjadi padanya.Key menghela nafasnya pelan.Ia selalu membuatkan wanita lain gaun pengantin,kapan gilirannya membuat gaun pengantin untuk dirinya sendiri?Hiks ...


"Jodohku ... dimanakah ... dirimu?"Key bersenandung.


Karena asik meratapi nasibnya,Key tidak menyadari kalau ada sebuah mobil yang mengikutinya sejak keluar dari area butiknya.Sampai di tempat yang lumayan sepi,mobil yang mengikutinya tadi menyalip dan menghadangnya.

__ADS_1


Sontak Key menginjak pedal rem sampai mobil berhenti dan menabrak bumper belakang mobil yang menghadangnya di depan.Empat orang berbadan kekar keluar dari mobil itu dan menghampiri pintu mobil Key.


Salah satu pria dengan tato yang memenuhi tangannya mengetuk-ngetuk pintu mobil Key.Key tetap berada di dalam mobilnya karena takut melihat pria-pria yang berdandan ala preman di luar mobilnya.


Dengan tangan yang gemetar,Key mencoba menghubungi nomor kakaknya dengan harapan bisa menolongnya segera.Belum sempat tersambung,salah seorang pria itu memukul-mukul kaca mobilnya dengan balok kayu sampai pecah.


Key merunduk ke samping menghindari pecahan kaca mobilnya.Pintu mobil pun berhasil terbuka dengan paksa oleh para preman.Seorang preman menarik paksa tangan Key agar keluar.Dengan sisa keberaniannya,Key menahan tangannya di setir kemudi.


Karena tak mampu lagi menahan tangannya pada setir mobil,Key terlempar sampai jatuh ke jalan beraspal yang terdapat kerikil-kerikil kecil.Key mencoba bangkit dan ingin lari dari para preman yang mencegatnya tadi.Tapi,seseorang malah menahan kakinya dan menyeretnya sampai ke mobil mereka.


"Lepas!"berontak Key sekuat tenaga.


"Teriak lagi,Lo ma*i!"bentak salah satu preman dengan pisau yang siap menghujam Key.


"Siapa Kalian?"teriak Kia disisa keberaniannya.


Plakkk ...


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Key sampai membuat ujung bibirnya mengeluarkan darah segar.Key meringis menahan sakit di pipinya,telinganya juga berdenging karena tamparan itu.


"Dasar bajingan,beraninya sama cewek lo!"bentak Key.


Plakkk ...


Lagi,Key kembali mendapatkan tamparan dari orang yang sama yang menamparnya tadi.


"Sudah,kita bawa Dia ke Bos!"seru temannya.


Key meraup kerikil sebanyak-banyaknya dan melemparkannya ke wajah preman yang menamparnya tadi.Key segera berlari saat preman itu menggeram menutup matanya yang kemasukan debu serta wajahnya yang terlempar kerikil.


Ketika sudah hampir memasuki mobilnya,Key memegangi kepalanya yang rambutnya sudah ditarik oleh preman yang mengejarnya.Preman itu membenturkan kepala Key ke mobilnya.Key mengerjapkan matanya sesekali sebelum kesadarannya perlahan menghilang.Dan akhirnya Key pun tumbang dengan kepala yang mengeluarkan darah.

__ADS_1


__ADS_2