Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Masih Liburan


__ADS_3

Bian menatap tubuh sixpack-nya di cermin bak model iklan L-Boy 'cermin pun tak bisa menutupi roti sobek mu'.Beda usia dirinya dengan Kia memang sedikit agak jauh.Tapi,wajah dan tubuhnya tidaklah kalah dengan anak muda seusia Kia.


Bian mengambil ponselnya dan menghubungi Rama.


"Halo,Tuan!"


"Bagaimana?Semua aman?"


"Iya,Tuan!Tapi kemarin,Tuan David sempat datang ke kantor dan menanyakan keberadaan Anda,Tuan!"


"Kau tidak memberitahunya,kan?"


"Tidak,Tuan."


"Bagus!Apa Seline sudah kembali?"


"Sepertinya nyonya Seline akan berada di luar negeri lebih dari tiga bulan,Tuan!Karena Nyonya Seline juga salah satu dari penanggung jawab acara tersebut."


Bian menghela nafasnya gusar.Dia ingin cepat menyelesaikan semua urusannya dengan Seline.


"Apa saya perlu mempersiapkan pertemuan Tuan dengan Nyonya Seline di sana?"


"Tidak perlu,pekerjaan kita sangat banyak setelah ini.Persiapkan saja apa yang aku perintahkan!"

__ADS_1


"Baik,Tuan!"


Bian menutup sambungan teleponnya dan keluar dari kamar mencari wanitanya.Saat menuruni tangga,sayup-sayup Bian mendengar alunan musik dari arah dapur.Bian pun melangkahkan kakinya menuju dapur.Kakinya terhenti saat melihat istri kecilnya asik berdendang sambil menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya untuk menu sarapan mereka.


Inilah keunggulan Kia.Dia sangat pandai memanjakan lidah Bian lewat masakan yang dibuatnya.Mungkin hal itu juga yang membuat Kia melanjutkan studinya di jurusan tata boga.


Bian terus menatap penampilan Kia yang menggunakan kemejanya.Kia memang tidak membawa apapun selain dompet dan ponselnya saat Bian mengajaknya pergi. Akhirnya,Kia memakai kemeja Bian yang panjangnya hanya sebatas pertengahan pahanya saja.Dengan rambut yang dicepol tinggi,semakin menambah keseksiannya.


Bian memeluk Kia dari belakang dan mencium pipinya.Sekarang,Kia sudah terbiasa dengan kelakuan Bian yang suka memeluknya dari belakang.


"Masak apa?Seru banget sambil joget-joget, gitu!"Bian meletakkan dagunya di bahu Kia.


"Omelette,kamu suka?"


"Apapun yang istriku sajikan,aku menyukainya."


"Kenapa,sih?Aku kan cuma diem,nggak ngapa-ngapain."


"Kamu-nya diem,tapi tangan kamu yang ke mana-mana."


"Masa' sih!"


Bian mengecup leher Kia dan menggigitnya kecil.Kia mendorong dada Bian yang top-less dengan sikunya.Kia merinding setiap Bian melakukan itu.Bian tak bergeming malah melanjutkan aksi nakalnya.

__ADS_1


"Sana,ih!Geli,tahu!"Kia menghindar dari Bian.


"Kamu itu,merusak kesenangan orang aja,"sewot Bian.


"Oh,ya!Kapan kita pulang?"


"Kenapa?Kamu nggak betah di sini?"


"Bukannya gitu,tapi kan aku nggak bawa baju.Nggak mungkin kan pake kemeja kamu terus.Mana nggak ada daleman lagi,bisa masuk angin aku."


"Untuk apa baju?Nggak kepake juga nantinya!"


Kia menatap Bian tajam.Bian tertawa melihat wajah Kia yang memerah.Menggoda Kia adalah sebuah kesenangan bagi Bian.Kia meletakkan piring berisi omelette ke hadapan Bian dan menuangkan jus jeruk yang dibuatnya tadi.


"Kamu tenang aja,nanti akan ada orang yang mengantarkan keperluan kamu selama tiga hari kita berada di sini.Nanti akan aku hubungi mereka!"ucap Bian sambil menikmati apa yang Kia sajikan.


Kia mengangguk,"Gimana,enak?"


"Banget!"puji Bian.


"Aku mau menyusuri pantai dan berenang di laut,boleh?"


"Nanti,setelah mereka mengirimkan apa yang aku perintahkan!"

__ADS_1


"Hem....."Kia mengangguk girang.


"Dasar bocah,"lirih Bian dalam hati melihat Kia yang kegirangan seperti bocah lima tahun yang diperbolehkan mandi hujan oleh ibunya.


__ADS_2