Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Ehem-Ehem ...


__ADS_3

Acara untuk siang ini telah berakhir.Keluarga tuan David dan menantu barunya,Rama pun berbondong pulang ke villa.Sedangkan keluarga Rama sudah pergi ke hotel.


Tadinya Rama yang akan mengantar mereka.Tapi,ibunya bilang kalau dia dan menantu cantiknya harus beristirahat karena akan mengadakan resepsi pada malam harinya.Walau tidak enak hati,Key menurut apa yang ibu mertuanya bilang.


Saat baru masuk ke dalam villa,Bian juga baru turun dari tangga dengan tangan yang terus menggandeng istrinya.Key yang melihat rambut kakaknya yang masih lembab sangat mengerti apa yang pasangan suami-istri itu baru lakukan.


"Pantes ... dicariin kemana-mana nggak ada.Nggak tahunya lagi ehem-ehem ...,"goda Key.


Kia menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.Tadinya,dia hanya ingin menjauhkan suaminya yang jahil dari pasangan pengantin baru.Eh ... suaminya yang mesum malah ... yah ... gitulah pokoknya.


"Kenapa?Kamu nggak sabar pengen ehem-ehem juga,ya?"tanya Bian tanpa menyaring ucapannya.


Semua orang yang mendengar itu, terbelalak dengan mulut yang menganga.Wah,Bian benar-benar aneh sekarang.Dia jadi pribadi yang berbeda entah sejak kapan.Untung saja,Biyan sudah tertidur dalam gendongan Rama.


Bian mengambil putranya untuk menidurkannya di kamarnya.Semua orang pun masuk ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.


Kalau biasanya pengantin baru,sang istri yang malu-malu karena harus memasuki kamar yang sama.Lain halnya dengan pasangan Rama dan Key.Rama terlihat sangat canggung memasuki kamar,tempat Key tidur dua hari ini.


Dia seakan malu karena harus sekamar dengan wanita yang selalu dipanggilnya nona.Key menatap bingung pada Rama yang masih berdiri di depan pintu.


"Apa kamu menunggu undangan untuk masuk ke dalam kamar kita?"tanya Key melihat suaminya yang tiba-tiba menggaruk tengkuknya sendiri.


Tak sabar melihat Rama yang terlihat ragu,Key mendekat dan menggandeng lengannya lalu menutup pintunya.Key menarik Rama untuk duduk di tepi tempat tidur dan membuka jasnya.


Dia pasti sudah sangat gerah dengan jas itu.Rama seketika menghentikan pergerakan tangan Key dengan wajah yang memerah.


"Kenapa?"Key menautkan kedua alisnya.


"Aku hanya ingin membantumu membuka jas.Kamu pasti gerah,kan?Hari ini cuacanya cukup panas."

__ADS_1


Rama jadi menghela nafasnya,meski jantungnya seakan berdisko di dalam sana.Key mengerutkan keningnya sesaat sebelum akhirnya mengerti apa yang ada dipikiran suaminya.Melihat wajah Rama yang memerah,Key ingin sekali meledakkan tawanya.


"Ah ... atau kamu mau kita ehem-ehem kek Kak Bian katakan tadi?"jahil Key duduk di pangkuan Rama dan mengelus pipinya.


"Ka-kamu ... ini masih siang!!!"gugup Rama.


Key tak tahan untuk tidak tertawa mendengar suara gugup Rama,"Buahaahaa ...."


Suaminya ini emang beda dari yang lain.Seharusnya kan,dia yang merasa gugup dan malu-malu.Kenapa malah dia yang seperti pengantin wanita yang takut diapa-apain.Key memegang perutnya yang keram karena tertawa.


"Kanebo ... lucu banget sih!"Key masih tertawa dan terduduk di lantai.


Rama yang menyadari kalau dirinya dijahili oleh wanita yang baru saja sah menjadi istrinya,tersenyum penuh arti.Istrinya ini sudah membangunkan singa lapar dari hibernasinya.


Ia berjongkok dengan satu lutut yang menjadi tumpuannya dihadapan sang istri.Tangan Rama merangkul punggung Key dan tangan yang satunya lagi kebawah pahanya.Rama mengangkat Key lalu menghempaskannya ke atas kasur empuk yang sudah dihias dengan begitu cantik.


Gluk ...


Key menelan ludahnya melihat Rama yang mendekatinya dengan bertelanjang dada.Diambilnya tangan mulus dengan jari-jarinya yang lentik itu agar menyentuh perutnya yang sejak tadi jadi pusat perhatian istrinya itu.


Senyum Rama terbentuk saat Key mulai meraba perutnya yang hanya membentuk kotak-kotak dengan samar.Walau adrenalinnya sebagai laki-laki mulai memuncak karena sentuhan yang Key berikan,Rama berusaha untuk menahan gejolak itu.


Namun,lama-kelamaan Rama tak tahan juga.Dia menghentikan jemari Key dan mendorong Key lalu mengungkungnya dengan satu tangan yang menjadi tumpuannya.Tangannya yang satu mulai membelai wajah istrinya dari dahi sampai ke bibirnya yang ranum.


Tatapan keduanya pun bertemu.Kilatan gairah tampak jelas dari pasangan halal itu.Rama mencium bibir yang menggodanya sejak tadi dengan begitu rakus.Sampai Key pun terbuai dan membalasnya tak kalah menggebu.


Ciuman terlepas tatkala keduanya merasa pasokan oksigen menipis sehingga membuat keduanya menarik nafas dalam dan tersenyum saling pandang.Rama kembali melanjutkan ciumannya kala dirasa oksigen sudah memenuhi kembali pada rongga dada keduanya.


Lama-lama,ciuman itu turun ke leher jenjang Key.Tangan Rama pun tak tinggal diam untuk membuka resleting gaun yang Key kenakan.Karena acara pernikahan diadakan di tepi pantai,Key memutuskan untuk memakai gaun yang simpel,hasil rancangannya sendiri.

__ADS_1


Ketika Rama akan menurunkan gaun sang istri dari bahunya,ketukan pintu menginterupsi kegiatannya.Kedua pasangan itu kembali saling pandang dan memilih untuk tidak mempedulikannya.


Tapi,saat akan melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda, seseorang mengetuk pintu kamarnya lagi dengan lebih keras.Suara itu lebih terdengar seperti gedoran daripada ketukan.Rama menghela nafasnya berat, meredam gairahnya.


Rama menjatuhkan kepalanya ke ceruk leher Key.Kasihan sekali suaminya ini,Key mengusap-usap belakang kepala Rama seraya tersenyum.


"Biar aku yang buka!"bisik Key membuat Rama kembali memuncak.


Key mendorong dada suaminya agar menyingkir dari atas tubuhnya dan turun dari ranjang.Rama kembali menaikkan resleting gaun Key dan beranjak ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuh serta pikirannya yang sudah traveling entah sampai mana.


Setelah merapikan penampilannya,Key membuka pintu dan wajah curiga kakaknya langsung menyambutnya.Bian mengintip ke dalam kamar adiknya yang lama sekali membuka pintu,sampai dia harus menggedor nya dengan keras.


"Habis ngapain sih?Lama banget buka pintunya!"ucap Bian mengintimidasi.


"Kak Bian kek nggak pernah jadi pengantin baru aja deh.Ngapain sih,ganggu pengantin baru?"sewot Key.


"Kamu nggak lihat yang aku bawa,huh?"


Bian menyodorkan nampan berisi dua piring nasi beserta antek-anteknya dan dua botol air mineral pada Key yang tersenyum manis memamerkan gigi putihnya.


"Terima kasih, Kakakku sayang ...,"Key menerima nampan itu dan mencium pipi sang kakak.


"Ini masih siang,jangan ehem-ehem dulu!"peringat Bian.


"Kenapa ...???"


"Bukan malam pertama dong namanya,kalau siang-siang melakukannya.Ha ... ha ...."


Tawa Bian membuat bibir Key memberengut.Nenek-nenek juga tahu kalau teori seperti itu.Lebih baik Key masuk kembali daripada meladeni kakaknya yang absurd itu.

__ADS_1


__ADS_2