
Pagi hari yang cerah seperti pagi-pagi yang selalu keluarga kecil Bian lewati.Pagi ini,Bian berniat untuk membantu istrinya membuat sarapan.
Tapi,bukannya membantu,Bian malah mengganggu kegiatan sang istri.Ada saja yang dilakukannya yang membuat Kia merasa kesal.
Kia mendengus tatkala suaminya itu memeluknya dari belakang dan menopang dagunya di bahu Kia.Yang dilakukan Bian benar-benar membuatnya tidak bisa bergerak leluasa.
"Mas,sana dulu!Susah bergerak jadinya aku.Nggak kelar-kelar ini masaknya nanti,"kesal Kia.
"Ya,kamu maunya apa?Nanti aku yang ambilkan,"ucap Bian santai.
"Hiks ...!"
Kia mematikan kompor dan memutar tubuhnya menghadap ke Bian.Dipeluknya suaminya yang bandel itu dengan erat.Meski bingung,Bian membalas pelukan istrinya tak kalah erat.
"Kita sarapan di luar aja!"ujar Kia mendongak dengan bibir yang sedikit maju.
"Sesuai perintah,Ratuku!"seru Bian menangkup pipi Kia sampai bibirnya semakin maju.
"Berbalik!"seru Kia.
Tanpa protes,Bian membalik badannya dan hap ... Kia melompat ke punggung tegap Bian dan melingkarkan tangannya pada leher serta kakinya pada pinggang suaminya itu.Tak lupa Kia mengecup pipi Bian dengan sedikit kuat.
"Muaaach ...."
Istri kecilnya ini sudah mulai pintar menggodanya,tapi Bian sangat menyukai hal itu.Bian mengaitkan kaki Kia pada lengannya dan mengayunkan langkahnya menuju kamar mereka.
Weekend seperti ini,Bian ingin mengajak istri juga anaknya untuk pergi berlibur.Kebetulan juga kedua orang tuanya itu sedang menghadiri acara dari sahabatnya tuan David di luar kota.Jadi,weekend ini benar-benar miliknya dan keluarga kecilnya.
Tapi sayang,Bian lupa memperhitungkan adanya pengganggu kecil yang bernama Keyzia Abraham,sang adik satu-satunya.Lihatlah,dia sudah datang pagi-pagi sekali ke rumahnya.
"Mau kemana kalian?Tumben pagi-pagi sudah pada rapi.Pake bawa tas gitu,"kepo Key.
Bian memberikan tasnya kepada pak Ali untuk dimasukkan kedalam mobil.Key yang merasa dicuekin oleh kakaknya,mendengus kesal dan mengangkat tangannya ke arah kepala Bian.
"Mau apa?"tanya Bian berbalik badan.
__ADS_1
"Mau ... ikut!"cengir Key memamerkan gigi putihnya.
"Makanya cari pacar!Kan nggak akan sendirian begini kalau weekend seperti ini,"ujar Bian mengejek adiknya.
Oh, mentang-mentang sudah menikah,dia jadi seenaknya mengejeknya yang masih jomblo,batin Key.Key melihat Kia yang menuruni anak tangga sambil menggendong Biyan.
"Kak,gue ikut ya!Gue bisa jagain Biyan kok, kalo kalian ingin berduaan.Yah ... yah ...!"bujuk Key dengan wajah melasnya.
Bian berpikir sejenak,"Hem ... tawaran yang menarik."
"Ya,sudah,"putus Bian akhirnya,kasihan juga adiknya ini kalau ditinggal sendirian.
Dengan bersorak gembira,Key menggendong keponakan tampannya.Biyan pun ikut bersorak meski tidak tahu untuk apa.Setelah semuanya siap,Bian menggandeng tangan istrinya masuk kedalam mobil.
Saat Key akan mengangkat kakinya ke dalam mobil yang pintunya terbuka,Bian menghentikannya dan mengambil anaknya dari gendongan adiknya.
Bian menggiring langkah Key menuju satu mobil yang dikendarai oleh pak Ali.Bian ingin mengendarai mobilnya sendiri.Key ingin protes pada kakaknya itu.
"Kamu naik mobil yang ini!"ucap Bian menjepit bibir adiknya dengan jari telunjuk dan jempolnya.
"Kenapa???"cemberut Key melepas jepitan jari Bian.
Key mengernyitkan keningnya,kalau di dalam mobil yang ini ada Rama,terus apa hubungannya dengan dia?Kakaknya ini terkadang sangat sulit untuk dimengerti.
Takut ditinggal pergi oleh kakaknya yang sudah masuk ke dalam mobilnya,Key juga segera masuk ke mobil.Dan benar,di depannya sudah ada Rama yang sangat tampan dengan tampilannya yang casual.
Lumayan lah,bisa curi-curi pandang sedikit.Pak Ali segera melajukan mobilnya mengikuti mobil yang Bosnya kendarai.Begitu juga pak Beno.Entah kemana,bosnya itu akan mengajak mereka berlibur selama tiga hari ke depan.
Di dalam mobil Bian,istrinya itu selalu menyanyikan lagu anak-anak bersama dengan putra mereka yang mengikuti dengan tidak terlalu jelas.Keceriaan meliputi suasana di dalam mobil.
Berbeda dengan di dalam mobil yang Key tumpangi.Di sana terasa sangat sepi karena tidak ada yang membuka suara.Semuanya sibuk dengan gawai nya masing-masing.Sedangkan pak Ali fokus dengan jalanan.
Sampai di sebuah Villa milik Bian,mobil pun berhenti dan semuanya keluar.Villa itu juga sangat mewah dan luas,pastinya.Bian mengajak Kia dan Biyan untuk masuk ke dalam kamar yang akan mereka tempati.Yang lainnya juga melakukan hal yang sama.
"Ini Villa kamu juga?"tanya Kia membuka gorden jendela kamarnya.
__ADS_1
"Villa kita,"ucap Bian memeluk istrinya.
"Beruntung sekali aku menikah dengan kamu,Mas!"ucap Kia mengeratkan pelukan tangannya.
"Oh,ya?"
"Hem ... ternyata,kamu jauh lebih kaya dari yang aku tahu,"jelas Kia.
"Cuma itu,"rajuk Bian.
"Apalagi?"tanya Kia menahan tawanya.
Bian berdecak,melepaskan pelukannya pada Kia.Dia naik ke atas tempat tidur memeluk putranya yang sudah tertidur sejak dipertengahan perjalanan mereka menuju Villa.
Gemes sekali Kia dengan suaminya yang merajuk tua.Bian tidur membelakangi Kia yang masih berdiri di dekat jendela.Suaminya ini seperti tidak ingat umurnya yang sudah lewat seperempat abad.
Perlahan Kia mendekati Bian yang memejamkan matanya, pura-pura tidur.Kia juga ikut berbaring di belakang Bian dan memeluknya.Tak mendapatkan respon,Kia melihat wajah suaminya yang masih terlihat cemberut.
Dengan jahilnya,Kia mengecup telinga Bian dan menggigitnya kecil.Melihat Bian yang masih tak bergeming,meski Kia tahu suaminya itu sudah sedikit terpancing,Kia melanjutkannya dengan mengecup lehernya.
Bian berusaha untuk tidak terpengaruh.Dipejamkannya matanya dengan paksa.Bulu kuduknya sudah mulai merespon dengan sentuhan yang Kia berikan.
Dengan lincah jemari Kia menari di punggung Bian.Maaf,huruf yang Kia rangkai dipunggung tegap suaminya.Bian membalik tubuhnya menatap mata istri kecilnya itu.Bian tidak marah dengan apa yang istrinya ucapkan.Dia tahu Kia bukan orang yang gila akan kekayaan.
"Jangan ngambek lagi!Aku mencintai orangnya ... juga apa yang dimilikinya,termasuk uangnya.Realistis,kan?"cengir Kia dengan tangannya yang mengelus wajah Bian.
"Kamu yang menggodaku!Jadi,terimalah hukumanmu!"
Bian akan melabuhkan ciumannya untuk menghukum istrinya yang membuatnya sebal.Tapi,belum sempat bibir mereka menempel, seseorang menyela kegiatan mereka.
"Papa ... Mama ...!"panggil Biyan mengucek matanya.
Bian dan Kia kompak menolehkan wajahnya.Bian menjatuhkan kepalanya ke ceruk leher Kia lesu.Kia mengusap rambut suaminya yang menghela nafas.
"Papa ... Mama ...!"ulang Biyan.
__ADS_1
"Iya,Sayang.Sini ...!"
Bocah kecil itu mendekat ke ibu dan ayahnya yang masih saling berpelukan.Bian yang sudah dengan terpaksa meredam gairahnya, mengangkat tubuh putranya itu masuk ke dalam dekapannya dan Kia.Mau marah juga tidak mungkin.Ya,sudahlah ...