
Sepanjang perjalanan ke Rumah Risa, Nabila kembali menangis, hatinya begitu sakit mengingat kejadian kemarin malam.
" Sudah sampai Nyonya " ucap Bagas.
Nabila menyeka airmata nya, ia berdiam diri sejenak, menghirup nafas dalam lalu keluar dari mobil dan masuk ke Rumah Risa.
Tok.. Tok... Tok..
" Assalamu'alaikum " sapa Nabila.
" Waalaikumsalam " sapa Mama Risa.
" Nabila, ya ampun apa kabar nak " ucap Mama Risa sembari memeluk Nabila.
" Baik tante, tante juga gimana kabarnya "
" Baik juga sayang, kamu mau jemput Risa ya, langsung aja ke kamarnya Bil, soalnya biasa Risa tu geraknya lelet, katanya udah siap mau kuliah tapi gak keluar - keluar dari kamar "
" Iya Tante, kalau gitu Nabila langsung masuk aja ya "
" Iya sayang "
" Risa... Risa.. " teriak Nabila dari luar kamar.
" Kayak suara Nabila " ucap Risa yang sedang duduk cantik di depan meja rias.
" Masuk aja Bil gak di kunci "
Nabila membuka pintu kamar Risa, dan langsung duduk di tepi ranjang milik Risa.
" Kok gak bilang kalau mau jemput aku Bil " ucap Risa
" Gak sempat Sa, lagian waktu kita juga masih lama kan, gak perlu buru - buru "
Risa mencoba memperhatikan wajah Nabila dari balik kaca karena posisi Nabila berada di depan Risa, sembari berdandan, Risa melihat kedua mata Nabila yang terlihat sembab seperti habis menangis, melihat itu Risa langsung menghentikan aktifitasnya lalu berdiri menghampiri Nabila.
" Nabila, mata kamu.. kamu habis nangis " ucap Risa.
Nabila menatap Risa, air matanya kembali membasahi kedua pipi nya, Nabila tidak bisa menahan air matanya di depan Risa.
Hiks.. Hiks.. Hiks.. tangis Nabila sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan.
" Cerita sama aku " ucap Risa memeluk Nabila dan mengelus lembut punggung Nabila.
" Mas Aditya Sa... Mas Aditya.. " ucap Risa.
" Ada apa? " tanya Risa.
__ADS_1
Hiks.. Hiks.. Hiks..
" Tenang ya, tenang, coba cerita sekarang " ucap Risa.
" Jadi semalam.... " Nabila mencoba menjelaskan kepada Risa tanpa kurang satu pun.
" Terus kamu langsung percaya gitu aja "
" Aku gak tau Sa, hati aku bener sakit liat Mas Aditya sama mantan istrinya itu " ucap Nabila.
" Kamu udah dengar belum penjelasan dari Pak Aditya "
Nabila hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Kenapa gak dengerin dulu penjelasan dari suami kamu "
" Aku gak tau harus gimana Sa, rasanya aku gak kuat, aku belum bisa dengarkan apapun dari Mas Adit "
" Nabila sekarang kamu dengar ya " ucap Risa menggenggam lembut kedua tangan Nabila dan Nabila pun menatap serius kepada Risa.
" Nabila kamu itu wanita yang kuat, kamu lupa, selama ini kamu yang selalu beri aku semangat, selalu ngasih aku saran yang baik kalau aku lagi emosi, dan selalu bisa jadi penengah dalam segala masalah yang aku hadapi, kamu selalu bisa berpikir jernih dan tidak pernah memakai emosi kamu, dan kamu juga selalu kuat menghadapi orang - orang yang tidak suka atau orang - orang yang selalu mencemooh kamu "
" Kenapa sekarang hanya karena ini kamu jadi lemah, bukannya kamu pernah cerita kalau Mama mertua kamu pernah memberi kamu nasihat agar kamu selalu kuat apalagi setelah menikah dengan Pak Aditya, karena pasti akan banyak orang yang tidak suka dengan hubungan kalian, dan bisa saja ini semua akalan dan ulah dari beberapa orang yang tidak menyukai kalian "
Nabila termenung sejenak mendengar penjelasan Risa, dan apa yang dikatakan Risa benar, Nabila mulai berpikir jika ia seharusnya tidak mengambil keputusan pendek dan tidak mau mendengarkan penjelasan suaminya.
" Kamu memang benar Sa, Hiks.. Hiks.. kenapa aku jadi berpikir pendek dan egois begini, biasanya aku selalu bisa menghadapi ini Sa, dulu juga pernah ada wanita jahat yang ingin mengganggu dan merayu suami ku dan aku berani untuk melawan nya, tapi ini.. apa karena dia mantan istrinya Mas Aditya, aku jadi berpikir jika Mas Aditya masih mencintai mantan istrinya itu Sa "
" Pasti ada seseorang yang sengaja melakukan ini Bil, pasti ada yang sengaja ingin menghancurkan rumah tangga kalian " ucap Risa.
" Lebih baik kamu sekarang temui suami kamu dan dengarkan semua penjelasan dari dia, aku yakin kejadian semalam itu bukan seperti yang kamu pikirkan Bila,Kasian tau suami kamu, udah semalaman tidur di luar cuma pengen bicara sama kamu Bil "
" Iya Sa, Terima kasih sudah mengingatkan ku "
" Ini sudah kewajiban seorang sahabat " ucap Risa lalu memeluk Nabila.
" Kalau begitu aku mau pulang dulu Sa, aku gak jadi turun kuliah dulu hari ini "
" Iya.. iya.. ntar aku injinin deh sama Bu Dewi " ucap Risa.
Nabila bergegas keluar kamar dan kembali pulang ke Rumahnya.
" Nabila.. Nabila.. kok jadi emosian gini, biasanya juga dia yang selalu kasih saran buat aku tuk gak buru - buru emosi, apa bawaan hamil ya "ucap Risa.
" Lanjut lagi deh, gara - gara Bila jadi ketunda nih dandannya, ntar gak ada yang naksir, Hahahaaha.. " ucap Risa sembari tertawa.
********
__ADS_1
" Sumi, kamu udah di sekolah anak anak " ucap Nabila menghubungi Sumi.
" Sudah kenapa Mba "
" Hmm.. Mas Aditya kira - kira ada di rumah gak ya "
" Sudah berangkat kerja Mba, tadi buru - buru terus gak sempat sarapan juga " ucap Sumi.
" Ya udah Mi, kalau gitu Mba langsung ke kantor Mas Aditya aja " ucap Nabila.
" Ya Mba " ucap Sumi lalu mengakhiri sambungan telponnya.
" Siapa " tanya Alex.
" Mba Nabila, katanya mau ke kantor Mas Aditya, semoga aja Mba Nabila udah gak bertengkar lagi sama Mas Aditya dan masalah mereka cepat selesai " ucap Sumi.
" Ternyata hidup berumah tangga gak semudah yang di bayangkan ya Mas " ucap Sumi kepada Alex.
" Mudah kok Mi, kalau kamu nikah sama Mas " ucap Alex mencari kesempatan untuk kembali menggoda Sumi.
" Mas Ahh gombal terus " ucap Sumi lalu pergi meninggalkan Alex.
" Hahahaha.. susah banget dapetin hati kamu Mi " ucap Alex.
******
Sesampai di kantor, Nabila buru - buru masuk kedalam dan pergi ke ruangan kerja suaminya, ia sangat ingin menemui suaminya itu.
Namun sesampai di ruangan, Nabila tidak mendapati Aditya karena Aditya sedang melakukan rapat penting dengan beberapa kolega bisnisnya.
" Maafkan aku Mas Adit " ucap Nabila lalu duduk di sofa.
Di dalam ruangan Rapat, semua kolega bisnis Aditya berkumpul termasuk Bima, semalam Haris sengaja mengirim pesan kepada semua kolega bisnis Aditya agar dapat hadir untuk rapat penting besok mengenai perusahaan.
Bima dengan santainya ikut dalam pertemuan penting itu seperti tidak ada hal yang terjadi semalam, ia ingin menghadiri rapat hari ini karena ingin sekali melihat Aditya, ia ingin melihat kehancuran Aditya karena kejadian semalam, Bima sudah mengira jika Nabila pasti membenci Aditya.
Aditya masuk kedalam ruang rapat, ia sempat melirik sekilas ke arah Bima, Aditya mencoba manahan amarahnya, ia tidak ingin terlihat kacau dan kesal saat ini, karena jika Bima melihat itu, Bima pasti semakin senang.
" Selamat pagi semua nya, Terima kasih sudah berkenan hadir untuk rapat yang mendadak ini " ucap Aditya sembari tersenyum kepada semua kolega bisnisnya.
" Cihh.. masih bisa terlihat santai, tidak perlu di sembunyikan Kutu Buku " batin Bima.
Sebenarnya hari ini saya bukan ingin membahas mengenai perusahaan dan kerjasama kita, melainkan ada suatu hal besar yang kalian semua harus tau.
Aditya melihat ke arah Haris dan menganggukan kepalanya, dan kehancuran Bima pun di mulai.
**Bersambung...
__ADS_1
Tetap stay tune okay... 😊😊
jangan lupa like dan coment nya yakk, biar aku tambah semangat ngeup nya 😘😘**