Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 131


__ADS_3

Terlihat sepasang pengantin baru yang saling bergandengan tangan di sepanjang jalan menuju luar bandara, di luar sudah ada taksi yang menunggu kedatangan mereka, dan akan membawa mereka pulang ke rumah.


Risa dan Rona menghabiskan bulan madu mereka di Korea, selama tiga hari Risa dan Rona hanya menghabiskan waktu mereka di dalam hotel, makan, tidur, dan melakukan aktivitas panas mereka di ranjang, begitulah terus yang mereka lakukan hingga tiga hari, Rona benar - benar tidak membiarkan Risa keluar kamar, dan pada hari keempat hingga ke tujuh, barulah Risa dan Rona keluar untuk menikmati kota Seoul, tanpa melewatkan aktivitas panas mereka yang juga terus mereka lakukan bila sudah sampai di hotel.


Rona tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, terlebih semenjak kepulangan nya ke Indonesia, ia sudah harus mengurus rumah sakit Papa nya, dan selalu sibuk mengurus pasien - pasien nya, dan saat inilah waktu yang di tunggu - tunggu, dan juga ia bisa bersama dengan wanita yang di cintai nya.


" yank, besok kamu beneran mau langsung turun kuliah? "


" Ya Mas, sudah lama banget aku absen, dan tinggal beberapa bulan lagi aku wisuda, dan ini aja udah mulai bikin skripsi "


" Tapi kamu gak cape? absen aja dulu sehari yank, ntar kalau kamu kecapean, sakit lagi "


Risa dan Rona sedang asyik mengobrol di balkon apartemen nya sembari menikmati pemandangan luar.


" Kan kalau aku sakit, ada Pak Dokter yang sembuhin aku " ucap Risa sembari tersenyum kepada Rona.


" Kamu udah pinter gombal ya sekarang " Rona mencubit pipi Risa.


" Ya dong, Mas yang ngajarin aku "


Risa sudah tidak merasa malu-malu lagi kepada Rona, dan kini ia juga lebih sering merayu suaminya, dan membuat Rona selalu tidak tahan jika melihat tingkah istrinya itu.


" Aaa... Mas.. " Risa berteriak karena suaminya menarik nya dan membawa nya kedalam pangkuannya.


Rona menangkup wajah Risa, lalu bibir kedua nya saling bersatu, Rona terus me lu mat bibir Risa yang selalu membuat nya candu.


" Ternyata menikah itu menyenangkan ya, ucap Aditya benar " batin Rona.


" Mas, sudah.. ntar ada yang liat malu "


" Jadi kamu malu, kalau gitu kita lanjutin di dalam aja " ucap Rona lalu menggendong Risa.


Rona kembali meluncurkan aksinya, dan kembali membuat Risa mabuk kepayang, Risa juga selalu bisa menandingi sikap liar suaminya.


Suara ******* dan erangan terus ke luar dari mulut keduanya, hingga akhirnya cairan hangat itu menyembur kedalam rahim Risa, dan Rona ambruk di samping istrinya.


Rona menarik Risa kedalam pelukannya, Rona mengelus - elus bekas jahitan yang ada membekas di perut Risa, dan juga menciumi punggung Risa yang juga terdapat beberapa bekas jahitan.


" Sayang, kamu belum menjelaskan ini kepada ku? "


" Oh itu, itu bekas jahitan waktu aku kecelakaan Mas, Mobil yang aku kendarai terguling - terguling dan terbalik, dan kaca mobil menembus perut ku, untung saja tidak terlalu dalam dan tidak merobek rahim ku atau usus ku Mas, tapi robekan nya cukup besar ya Mas, jahitan nya juga banyak "


" Apa karena ini Mama dan Papa melarang mu membawa kendaraan sendiri "


" Iya Mas,padahal aku udah sering memohon sama Papa dan Mama supaya ngijinin aku buat bawa kendaraan sendiri tapi Mama dan Papa tetap kekeh dan ngelarang aku "

__ADS_1


" Emangnya kenapa Mas ? Mas gak suka ya liatnya, padahal aku udah coba beli salep buat memudarkan sedikit bekas jahitan nya Mas, dari yang kimia sampai yang herbal, tapi tetap aja gak ada perubahan, maaf ya Mas, tubuh aku gak sempurna, banyak bekas jahitan "


Rona membalikkan tubuh Risa sehingga mereka saling berhadapan, Rona mengecup kening Risa, dan Risa menutup kedua matanya.


" Kesempurnaan cuma milik Allah, sayang. Mas tidak mempermasalahkan itu, bagi Mas kamu sudah sangat sempurna "


Hati Risa kembali tersentuh mendengar ucapan suaminya, Rona yang orangnya suka cengengesan dan juga humoris itu, kembali menunjukkan sikap kedewasaannya.


" Makasih Mas, aku mencintaimu "


" Aku juga mencintaimu istriku "


Kata - kata cinta kembali terlontar dari mulut keduanya.


*****


Setelah pulang dari kampus, Nabila memilih untuk menemui suaminya di kantor, Nabila melirik kearah meja sekretaris yang biasa di tempati Lula, tidak ada orang di sana, dan Nabila langsung menuju ke ruangan kerja Aditya.


" Ehh... ehh.. Bu.. berhenti " terdengar suara wanita yang menghentikan nya untuk membuka pintu kerja suaminya.


Nabila menatap wanita di depannya dari ujung kepala sampai ujung kaki, wanita cantik berambut panjang bergelombang, tubuh tinggi, memakai blouse berwarna putih dan rok ketat di atas lutut, lengkap dengan sepatu high heels berwarna hitam.


Wanita itu terlihat masih muda, ya sepertinya lebih muda dari Nabila.


" Apa dia tidak tau kalau aku istrinya Mas Adit " batin Nabila.


" Saya ke sini mau ketemu dengan sua... "


" Saya adalah sekretaris Pak Aditya, dan ibu tidak bisa langsung bertemu begitu saja dengan Bapak, ibu harus membuat janji terlebih dahulu "


" Tapi.. saya gak perlu membuat janji Mba, saya itu is... "


" Itu sudah menjadi peraturannya Bu, lebih baik ibu pergi saja sekarang, silahkan tinggalkan nomor ponsel ibu, saya akan mengabari Pak Aditya jika ibu ingin bertemu, dan saya akan memberitahu kan ibu "


" Bisa tuliskan nomor ponsel dan tuliskan nama ibu di sini? " Wanita itu memberikan sebuah kertas note dan pulpen kepada Nabila.


" Tidak perlu Mba, saya akan menunggu nya "


" Rapat Pak Aditya kemungkinan masih lama Bu, karena Pak Aditya sedang bertemu dengan klien yang sangat penting "


Hati Nabila sudah terlanjur dongkol, karena wanita itu tidak memberinya waktu untuk berbicara,dan selalu memotong ucapan nya, dan seperti biasa, Nabila kesal sekali dengan Aditya saat ini, karena Aditya tidak bercerita mengenai sekretaris baru nya ini, terlebih lagi sekretarisnya ini lumayan cantik dan masih muda.


" Ehh Bu, mau kemana, ibu belum menuliskan nomor ponsel dan nama ibu " panggil wanita itu kepada Nabila yang kini sudah pergi dari sana dengan kedua mata yang sudah berkaca - kaca.


" Aneh sekali ibu itu, untung saja aku tadi sempat datang, kalau gak dia pasti sudah keburu masuk kedalam ruang kerja Pak Aditya, kalau Pak Aditya tau, bisa mati aku " ucap Dina, ya sekretaris baru Aditya.

__ADS_1


Dina adalah sepupu Lula dari kampung,Dina baru sekitar seminggu bekerja di sana, sebelumnya Lula dan Haris sudah saling bertukar pikiran, Haris ingin Lula fokus kepada tujuan mereka untuk mendapatkan momongan, mereka juga sudah berkonsultasi kepada dokter, maka dari itu Lula berhenti bekerja, sebelum berhenti, Aditya menyuruh Lula untuk mencari pengganti nya, karena menurut Aditya, jika Lula sendiri yang mencari, pasti itu yang terbaik.


Dan Dina lah yang terbaik bagi Lula, awalnya Aditya sempat ragu, karena ia ingat akan pesan Nabila yang mengatakan jika sebaiknya mencari sekretaris yang lebih tua darinya, dan juga kalau bisa bukan wanita, tapi ternyata Dina lah yang jadi pengganti Lula, dan setelah beberapa hari bekerja, ternyata pekerjaan Dina cukup baik, dan cekatan sama hal nya dengan Lula, Dina juga selalu tahan banting dengan sikap dingin dan tegas Aditya.


Maka dari itu, Aditya tetap melanjutkan Dina untuk bekerja dan tetap menjadi sekretaris nya, dan salah nya Aditya, ia lupa memberi tahu Nabila mengenai hal ini.


" Selamat Sore Pak " sapa Dina begitu Aditya dan Haris datang dan baru selesai dengan rapat penting mereka.


Aditya tidak menjawab sapaan Dina, seperti biasa, ia tetap bersikap dingin dan cuek, paling hanya menatap Dina sekilas lalu kembali melangkah kan kakinya menuju ke ruang kerjanya.


Sampai di depan pintu, Aditya berhenti, ia seperti mencium aroma parfum yang tidak asing baginya, ya wangi itu adalah wangi parfum dari wanita tercinta nya, Nabila.


Aditya membalikkan tubuhnya, lalu berjalan kearah Dina.


" Apa istriku tadi kesini? " tanya Aditya kepada Dina.


" Hah.. istri? Pak Aditya sudah punya istri? " batin Dina.


" JAWAB, kamu dengar tidak? " bentak Aditya.


" i.. i... tu.. tadi ada memang ada wanita ke sini Pak, dia mencari bapak, tapi saya menyuruh nya untuk membuat janji dulu, karena dia tiba - tiba saja datang dan ingin masuk ke dalam ruang kerja bapak "


" Akkhh.. sial... " umpat Aditya dalam hati.


" Dimana dia sekarang? "


" Dia sudah pergi Pak "


Tanpa berkata apa - apa, Aditya langsung berlari keluar dan pulang ke rumah, Aditya yakin jika Nabila pasti marah besar padanya sekarang.


"Kamu tidak tau kalau wanita itu istrinya Pak Aditya? "


" Tidak Kak, Kak Lula tidak memberitahu ku sebelumnya, aduh bagaimana ini Kak " Dina mulai resah, dan ia takut sekali, ia benar - benar tidak tau jika Aditya sudah beristri, dan tadi ia melarang Nabila untuk tidak masuk kedalam ruangan kerja suaminya sendiri, dan juga merutuki sikapnya yang tadi tidak memberi waktu untuk Nabila berbicara, dan bahkan memotong terus ucapan Nabila.


" Sudah jangan khawatir, nanti kamu jelaskan saja kepada Tuan Aditya "


" Iya Kak " ucap Dina.


" Dina.. Dina.. bodoh banget sih kamu, kalau aku di pecat gimana? ya Allah bantu aku " Dina benar - benar gelisah.


**Bersambung...


Rona dan Risa lagi berbunga - bunga... ehh Babang Aditya siap - siap kena marah Bumil... 😅


Tetap stay tune, jangan lupa kritik dan saran nya, komentar dari kalian ngebantu aku banget... 😘**

__ADS_1


__ADS_2