Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 112


__ADS_3

Sepanjang perjalanan hanya hening yang terasa di antara Risa dan Rona, Risa bingung dengan sikap Rona hari ini, Rona hanya diam saja sejak bertemu dengan nya di rumah Aditya, bahkan sampai saat ini, biasanya Rona selalu mengajaknya berbicara, membuat nya marah atau sesekali meledek nya.


" Kamu udah makan belum? " tanya Rona memecah keheningan di antara mereka.


" Akhirnya, dia bicara juga " batin Risa.


" Belum Mas "


" Kalau gitu kita makan dulu, atau kamu mau langsung pulang? "


" ohh... makan aja Mas, biar aku yang traktir seperti janji ku waktu itu yang sempat tertunda "


" Mau makan dimana? "


" Dimana ya?? terserah Masgal aja deh "


Mendengar kata terserah, Rona langsung meluncur ke resto favorit nya, sekitar 20 menit mereka sudah sampai di sana.


Risa menelan ludah melihat resto itu, ya terlihat mewah, dan yang pasti makanan di sana cukup mahal.


" Kenapa makan nya di sini, pasti mahal, kalau uang ku gak cukup bayar gimana? " batin Risa merutuki dirinya sendiri karena mengatakan terserah kepada Rona, ia tidak berpikir jika Rona membawanya ke resto yang elit ini.


Rona tersenyum tipis melihat Risa yang mematung sendiri di depan Resto, tidak langsung masuk kesana, Rona sudah bisa menebak pikiran Risa saat ini, dan muncul lah ide Rona untuk mengerjai Risa lagi.


" Ayo masuk, ngapain masih di situ "


" Masgal tunggu " ucap Risa meraih lengan Rona dan menghentikan langkahnya.


Rona melihat lengannya yang di sentuh oleh Risa, lalu tatapannya beralih ke Risa, hanya di sentuh oleh Risa saja degup jantung Rona saat ini sudah tidak menentu.


" A.. a.. daa pa? " tanya Rona gugup.


" Kita cari tempat lain aja gak usah di sini " ucap Risa lalu melepas pergelangan tangan Rona.


" Katanya terserah, jadi di sini aja, kan kamu juga yang mau traktir aku " ucap Rona mencoba menahan tawa dan juga berusaha mengatur degup jantung nya yang terus memacu kencang.


" Risa.. Risa.. bodoh banget sih, jadi gak enak kan sama Masgal" batin Risa.


" Ya deh Mas, ayo masuk "


Mereka berdua masuk kedalam resto dan memilih duduk di paling belakang, dekat dengan dinding kaca yang ada di samping mereka sehingga mereka bisa melihat pemandangan dari luar resto.


Pelayan resto datang dan memberikan buku menu kepada Risa dan Rona, dengan perlahan Risa membuka buku menu itu, ia pun tak lupa membaca doa sebelum membuka buku menu itu karena ia berharap semoga makanan dan minuman di sana tidak mahal.


" makanannya enak - enak " batin Risa ketika melihat gambar - gambar makanan dan minuman yang ada di buku menu itu, dan begitu melihat harga, Risa membulatkan matanya dan menutup buku menu nya.


Rona sesekali melirik ke arah Risa yang sudah seperti orang shock, Rona mencoba menahan tawanya dan tersenyum di balik buku menu yang menutup wajahnya.


" Astaga, mahal sekali, bagaimana ini? batin Risa sembari menggigit bibir bawahnya.


Pikiran mesum Rona muncul begitu melihat Risa yang terlihat seksi dengan bibir bawahnya yang ia gigit.


" Shittt... mikirin apa sih kamu Ron " batin Rona.


" Masgal "


" Kenapa? "


" Gak usah makan di sini ya, harganya mahal semua, aku gak sanggup traktir Masgal kalau begini " bisik Risa.


" Hahahahahahaha " Rona sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi melihat tingkah Risa, dan sukses mengerjai Risa.


" Makanya jangan sok - sok traktir kalau gak punya uang " ucap Rona.


Risa memanyunkan bibirnya mendengar ledekan dari Rona, Rona tertawa lepas sekali, ia sangat senang karena sudah mengerjai Risa.


" Jangan ngeledek, kalau gitu aku pulang aja deh " ucap Risa beranjak dari duduknya.


" Eh.. jangan pergi donk, kayak gitu aja ngambek, udah budeg pengambekan lagi hahaha " ucap Rona kembali tertawa.

__ADS_1


" Ngeledek terus, ketawa aja sepuasnya, liat aja ntar " batin Risa dengan tatapan horor nya kepada Rona.


" Kita makan di sini, tenang aku yang bayar " ucap Rona.


" Benar Masgal yang bayar? " tanya Risa kembali, wajah cemberut yang tadi ia tampakkan kini menghilang.


" Iya, cepat pesan, kamu boleh pilih apa aja yang kamu mau "


" Benar Mas? "


" Iya benar, sudah ah jangan tanya - tanya terus, kasian tau mba nya itu nungguin pesanan kita dari tadi "


" Ya Mas " ucap Risa.


Risa pun memesan begitu banyak makanan, kali ini ia yang sengaja ingin mengerjai Rona, ia sengaja memilih makanan dan minuman paling mahal di sana.


Sekitar setengah jam makanan mereka sudah siap di atas meja, dahi Rona mengernyit begitu melihat begitu banyak pesanan Risa.


" Kamu yakin bisa menghabiskan semua itu? " tanya Rona sembari menelan ludahnya melihat makanan Risa yang banyak porsi jumbo.


" Yakin, kan Masgal juga yang bayar " ucap Risa enteng dan mulai melahap satu persatu makanan yang ada di depannya.


Dan benar saja, tidak butuh waktu lama untuk Risa menghabiskan semua makanan itu.


" Ni si Budeg punya perut karet kali ya, ternyata habis, kayak orang gak makan beberapa hari aja, gimana kalau nikah sama aku nanti,perlu lima karung beras sebulan buat dia baru cukup kayaknya " batin Rona.


" Eeggggghhh..alhamdulillah kenyang " ucap Risa bersendawa sembari mengelus perutnya.


" Masgal kenapa makannya gak di habisin, udah kenyang ya, sini buat aku aja kalau udah kenyang " ucap Risa ingin meraih makanan milik Rona.


" Enak aja " ucap Rona menjauhkan piringnya dari tangan Risa.


Risa hanya terkekeh melihat Rona, beberapa orang di resto juga ikut tertawa melihat tingkah Rona dan Risa. Risa sebenarnya sudah kenyang, ia hanya ingin mengerjai Rona saja.


Selesai makan, Risa mengekor di belakang Rona menuju meja kasir, Risa mencoba menahan tawanya, ia yakin Rona saat ini pasti terkejut mendengar total harga makanan yang harus di bayar.


" Berapa? " tanya Rona santai sembari membuka dompetnya.


" Apa? " ucap Rona terkejut mendengar total harga makanan yang harus ia bayar.


Risa menutup mulutnya dengan kedua tangan, ia mencoba menahan tawanya, ia sudah membayangkan wajah Rona pasti sangat jelek sekarang.


Rona menoleh ke belakang, ia menatap Risa yang cengengesan di belakangnya,begitu sadar Rona sedang menatapnya, Risa melempar wajahnya ke sembarang arah, berusaha santai di depan Rona.


" Pakai ini aja mba " ucap Rona memberikan kartu kreditnya.


" Sudah Pak, Terima kasih " ucap pelayan kasir.


Mereka berdua kembali ke mobil, Risa masih senyam - senyum gak jelas sejak tadi, ia mencoba menahan tawanya, sedangkan Rona masih tampak kesal.


" Kalau mau ketawa, ketawa aja, gak sudah di tahan, kamu sengaja kan ngerjain aku " ucap Rona.


" Memang iya, satu sama kan jadinya hahaha " ucap Risa.


" Baru aja beberapa jam sama kamu aja udah di buat bangkrut aku sama kamu, apalagi kalau udah jadi istri nantinya " ucap Rona keceplosan.


" Apa Mas, istri, maksud Masgal apa?


" Hah.. i.. i... tu bukan, maksud ku gak ada laki - laki yang mau kamu jadi istrinya kalau kamu suka bikin bangkrut " ucap Rona mengalihkan pembicaraan.


" Huff hampir saja " batin Rona.


" Iss.. mulai ngeledek lagi, lagian Masgal gak juga bakalan bangkrut kan, cuma segitu doang Mas, Masgal kan direktur utama Rumah sakit ternama di kota ini, pasti uang Masgal banyak Hehehe " ucap Risa.


" Sok tau " ucap Rona.


" hehehe.. maaf ya Masgal, aku juga gak nyangka sih kalau sebanyak itu jadinya yang harus Masgal bayar, aku sembarang pilih aja tadi Mas, yang aku lihat harga nya mahal, ya aku pilih aja, eh gak tau nya sebanyak itu, tapi gak pa - pa lah ya Masgal, sesekali lah keluarkan uang sebanyak itu buat aku yang cantik ini " ucap Risa sembari tersenyum manis kepada Rona.


Rona menoleh ke arah Risa, jantung Rona kembali berdegup kencang melihat senyuman manis Risa.

__ADS_1


Tittt.. Titt.. suara mobil dari arah berlawan berbunyi mengagetkan Rona karena terlalu lama menatap Risa membuat Rona tidak fokus menyetir dan mobilnya hampir saja mengarah ke jalur yang berlawanan sehingga mengagetkan Rona membuat Rona membanting stir ke kiri dan mengerem mendadak.


Hal itu membuat kepala Risa terbentur di depan dasbor mobil hingga membuat dahinya memar.


" Aww " pekik Risa.


Rona yang baru tersadar, langsung menatap Risa yang tampak kesakitan.


" Budeg, kamu baik - baik saja kan? "


" Sakit Masgal, Masgal kayak apa sih bawa mobilnya "


" ini tu gara - gara kamu, coba gak usah senyum - senyum segala, sini aku lihat "


Rona meraih kepala Risa, menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Risa, dan dengan lembut mengelus dahi Risa yang tampak memerah.


" Kenapa aku yang jadi di salahin, emangnya ada yang salah sama senyum... " Risa berhenti berkata setelah mendongakkan kepala nya dan menatap Rona.


Kedua mata mereka kembali bertemu, mereka berdua dapat merasakan hembusan nafas mereka masing - masing, bahkan degup jantung kedua nya saat ini berdetak tidak menentu.


Rona tanpa sadar menangkup wajah Risa, ia kembali melihat bibir Risa dan ingin mengecup bibir Risa yang menurut nya sangat seksi dan menggoda nya sejak tadi.


Semakin dekat, semakin dekat, Risa pun mulai memejamkan matanya dan semakin dekat.


" Masgal " ucap Risa tersadar dan reflek mendorong Rona.


Rona pun tersadar, dan kini mereka sama - sama salah tingkah.


" Hmm.. sebentar aku ambilkan salep dulu " ucap Rona mengambil tas nya di kursi belakang lalu mengoleskan salep itu di dahi Risa.


Risa kembali mematung merasakan sentuhan lembut dari tangan Rona.


" Sudah cukup Masgal " ucap Risa, Risa mencoba mengatur detak jantungnya yang berdegup kencang.


Setelah itu Rona langsung melajukan mobilnya menuju ke kediaman Risa, kembali hening terasa di antara mereka, mereka berdua hanyut dalam pikiran mereka masing - masing.


" Masgal gak mau turun dulu? "


Rona sebenarnya ingin, namun ia mengurungkan niatnya karena ia yakin jika kedua orang tua Risa pasti sudah mengenal wajah Rona, dan ia tidak ingin Risa tau sekarang jika dialah laki - laki yang di jodohkan dengan nya.


" Lain kali saja, salep nya jangan lupa di olesin terus biar cepat sembuh memar kamu itu "


" Iya makasih ya Masgal "


" Ya sama - sama "


Rona kembali melajukan mobilnya dan pergi dari kediaman Risa, sedangkan Risa langsung berlari masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" Astagfirullah.. Astagfirullah.. " ucap Risa berulang kali sembari mengelus - elus dadanya.


" Ya Allah, kenapa jantungku sejak tadi berdetak gak karuan gini, oh... astaga.. apa Masgal tadi mau cium aku.. tidak.. kenapa aku juga tadi diam aja " ucap Risa sembari berguling - guling di atas ranjangnya seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Di sisi lain, setelah sampai di apartemen nya, Rona lebih memilih duduk di balkon menikmati pemandangan luar dan merasakan hembusan angin malam yang menerpa tubuhnya dengan di temani secangkir kopi.


" Apa ini yang di namakan cinta, jantung ku selalu berdetak tak menentu jika bersama si budeg itu " batin Rona sembari menatap bintang - bintang di atas langit malam.


" Tapi.. apa dia merasakan hal yang sama denganku? Tapi kurasa dia juga menyukai ku, dia hanya diam saja ketika aku ingin mencium nya tadi, sudah lah itu tidak penting "


" Seperti yang di katakan Mama dan Aditya, kalau umurku sudah tidak muda lagi, aku sudah sangat mapan untuk menikah, dan cinta akan tumbuh jika terus bersama "


" Baiklah aku akan Terima perjodohan ini, dan si Budeg siap - siap saja, sebentar lagi aku akan menikahi mu " ucap Rona sembari tersenyum.


**Bersambung...


Cieh.. cieh.. Babang Rona udah siap tu gaes.. 😅


Tapi gimana Risa nya ya 🤔🤔


menurut kalian gimana??

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar 😘😘**


__ADS_2