
Merasa sudah baikan dan tidak mual lagi, Nabila bergegas untuk menyiapkan pakaian kerja Aditya yang ia taruh di atas ranjang, dan setelah itu menuju dapur untuk membuat sarapan.
" Pagi Bi Inah " sapa Nabila kepada Bi Inah yang sedang membersihkan meja dapur.
" Pagi Nyonya "
Rencananya pagi ini Nabila ingin membuat Sup ayam, Nabila membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa sayuran dan juga ayam yang sudah tersedia di sana.
" Ayamnya besar sekali " batin Nabila
Nabila menaruh sayuran dan ayam tadi di dekat wastafel, dengan telaten Nabila membersihkan sayuran-sayuran seperti wortel, kentang, buncis, dan juga kol.
Setelah membersihkan sayuran, Nabila berniat untuk membersihkan ayam, namun Nabila kembali muntah - muntah setelah mencium bau ayam yang baru saja ia buka dari bungkusnya.
Hoek.. Hoek.. Hoek..
" Nyonya, nyonya baik - baik saja " ucap Bi Inah sembari memijat-mijat leher belakang Nabila sampai ke punggung nya.
Hoek.. Hoek.. Hoek..
Bi Inah menyingkirkan ayam yang berada di dekat Nabila, dan kembali menaruhnya di dalam kulkas, Bi Inah mengerti kalau Nabila sepertinya tidak bisa mencium bau ayam mentah.
" Sudah enakan Nyonya? " tanya Bi Inah.
" Sudah Bi "
" Ayo minum dulu " ucap Bi Inah menyodorkan segelas air putih kepada Nabila dan menyarankan Nabila untuk duduk.
" Makasih ya Bi, kayaknya aku gak bisa cium bau ayam mentah, aneh ya Bi, dulu waktu hamil Zahira sama hafidz gak pernah kayak gini, cium bau daging mentah atau apapun biasa aja Bi "
" Memang seperti itu Nyonya, hamil anak pertama, kedua atau ketiga itu memang gak sama, pasti ada bedanya Nyonya "
" Kalau begitu Nyonya gak usah masak, biar Bibi aja yang masak ya "
" Ya udah Bi, kalau gitu aku mau ke atas dulu mau bangunin anak - anak " ucap Nabila dan di balas anggukan oleh Bi Inah.
" Anak - anak " ucap Nabila begitu sampai di kamar Zahira dan Hafidz.
" Bunda " sapa Zahira dan Hafidz bersamaan.
" Lo Hafidz kenapa belum pakai bajunya? " tanya Nabila begitu melihat Hafidz yang masih memakai handuk.
" Hafidz gak mau di pake kan baju Mba, katanya mau Mba yang pake kan " ucap Sumi.
" Manja banget sih anak bunda yang satu ini " ucap Nabila sembari tersenyum kepada Hafidz dan kemudian membantu Hafidz memakai seragam sekolahnya.
Di dapur Bi Inah sudah selesai masak, dan mulai menyajikannya di meja makan.
" Tuan " sapa Bi Inah begitu melihat Aditya.
" istriku di mana Bi? " tanya Aditya.
" Nyonya sedang di kamar anak - anak, Tuan "
" Tadi Nyonya mau masak, tapi Nyonya muntah - muntah begitu mencium bau ayam mentah Tuan "
" Istriku muntah lagi Bi, tadi pagi dia juga muntah - muntah, apa itu tidak bahaya Bi? " tanya Aditya yang khawatir mengenai istrinya itu.
" Bagi ibu hamil, mual dan muntah itu sudah biasa Tuan, tapi gak semua juga Tuan, tergantung kondisi ibu hamil masing - masing "
" Apa itu terus berlangsung sampai 9 bulan Bi, aku sangat khawatir Bi, aku tidak tega melihat istriku seperti itu " ucap Aditya.
" Tidak Tuan, biasanya hanya sampai 2 atau 4 bulan saja "
" Syukurlah Bi, mulai sekarang Bibi saja yang memasak ya, aku tidak mau istriku kelelahan Bi "
" Baik Tuan " ucap Bi Inah kemudian pergi kembali ke dapur.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Nabila, Zahira, Hafidz dan Sumi turun ke bawah dan bersama - sama sarapan pagi dengan Aditya.
" Mas, maaf ya yang masak ini tadi bukan aku tapi Bi Inah "
" Iya sayang gak pa- pa, Bibi udah cerita sama Mas, dan mulai sekarang kamu gak perlu masak lagi, biar Bi inah yang masak, Mas juga tidak mau kamu kelelahan "
" Iya Mas "
" Nanti anak - anak biar Mas aja yang antar ke sekolah ya, ada Sumi dan juga Alex yang jaga mereka di sekolah, kamu di rumah aja istirahat " ucap Aditya
" Tapi Mas "
" Gak ada penolakan " ucap Aditya
" Iya Mas " ucap Nabila sembari cemberut.
*******
Sesampai di kantor, Aditya sudah di sambut dengan beberapa wartawan yang sudah menunggunya sejak pagi - pagi sekali, mereka ingin sekali mendengar penjelasan dari Aditya Terkait berita yang kini viral di media sosial mengenai seorang anak yang di sebut - sebut hasil dari buah cintanya dengan Ameliya yang telah ia telantarkan selama tiga tahun lebih ini.
Aditya tidak menghiraukan pertanyaan - pertanyaan dari wartawan yang datang menghampirinya, Aditya terus saja melangkah masuk ke dalam kantor dan menuju ruang kerjanya bersama Haris yang selalu setia mendampinginya.
" Pak, beberapa kolega bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan kita sudah menunggu di ruang meeting Pak, mereka ingin membahas mengenai berita yang tersebar itu " ucap Lula.
" Aku sudah menduga ini Ris, lebih baik kita menemui mereka sekarang, dan Lula kamu juga harus ikut kami " ucap Aditya.
Di dalam ruang meeting, Aditya sudah di sambut oleh beberapa kolega bisnis yang juga sudah menunggu jawaban dari Aditya mengenai berita ini.
Berita ini berdampak kepada pemasaran dan juga penjualan produk - produk mereka yanh menurun, itu semua karena Aditya juga sosok penting dalam pembangunan pemasaran dan penjualan produk - produk mereka.
Dari beberapa orang di sana, tampak Bima juga hadir di sana, ia sengaja datang karena yakin dengan adanya berita ini, semua kolega bisnis akan melakukan rapat bersama Aditya, dan di sanalah waktu yang tepat untuk ia meracuni pikiran beberapa orang untuk tidak lagi melakukan kerja sama dengan perusahaan Aditya.
Bima juga merupakan kolega bisnis yang bekerja sama dengan Aditya, hingga dengan mudah ia dapat ikut rapat penting dengan Aditya dan beberapa kolega bisnis lainnya.
Aditya menatap tajam ke arah Bima, dan Bima hanya memasang wajah datar.
" kamu rasakan ini Dit, setelah ini semua kolega bisnis mu akan pergi dan tidak ingin berkerja sama lagi dengan mu " batin Bima.
******
Dari kejauhan Ameliya melihat sebuah mobil yang terparkir di depannya, namun ia tidak dapat melihat jika ada seseorang yang sudah menunggu nya dan duduk di kursi teras rumahnya itu.
Begitu sampai di Rumah nya, Ameliya terkejut dengan laki-laki yang kini berada di depannya, sampai terkejutnya semua totebag yang ia bawa tadi terlepas dari genggamannya dan terjatuh ke tanah.
Sedangkan laki-laki yang ada di depannya tampak senang karena akhirnya bisa menemui Ameliya, bahkan kedua matanya tampak berkaca - kaca.
" Ameliya tunggu " teriak laki - laki itu dan berlari mengejar Ameliya yang berniat kabur darinya.
Namun dengan mudahnya laki-laki itu mengejar ameliya, meraih lengannya dan membawa Ameliya kedalam pelukannya.
" Lepaskan aku " ucap Ameliya yang memberontak membuat pelukan lelaki itu terlepas dari nya.
" Buat apa kamu kesini " ucap Ameliya.
laki - laki itu berusaha meraih jemari tangan Ameliya, namun dengan segera Ameliya menepisnya.
" Maafkan aku Ameliya, aku sudah menyadari semua kesalahan ku selama ini, maafkan aku sudah meninggalkan mu " ucap lelaki itu.
" Sudah terlambat, sudah terlambat kevin " ucap Ameliya kepada lelaki itu, yang bernama kevin yang tak lain adalah mantan suaminya yang dulu, yaitu ayah biologis dari Aditya.
" Kenapa kevin bisa ada di sini, bagaimana kalau ada yang melihat " batin Ameliya sembari melihat sekelilingnya.
" Tolong beri kesempatan untuk ku lagi Mel, aku tau aku begitu banyak melakukan dosa dan kesalahan terhadapmu, tolong beri aku kesempatan kedua, aku sudah mencari mu kemana - kemana, dan... aku juga ingin bertemu dengan anakku "
Mendengar kata anak, Ameliya menarik tangan kevin dan membawanya masuk kedalam Rumah, ia tidak ingin tetangga atau orang lain di sekitarnya melihat kedatangan kevin.
" Apa kamu mau menerima ku kembali? " tanya kevin.
__ADS_1
" Jangan pernah berharap, dan kamu lebih baik pergi sekarang juga " ucap Ameliya.
" Kalau memang kamu tidak bisa menerima ku lagi, tapi aku mohon Mel, aku ingin bertemu dengan anakku "
" Dia bukan anakmu " ucap Ameliya.
" Tidak Mel, dia anakku, dimana dia sekarang " ucap Kevin sembari melihat - lihat ke dalam rumah Ameliya berharap jika Aditya anaknya itu ada di dalam sana.
" Lebih baik kamu pergi sekarang dan jangan kembali " ucap Ameliya.
" Aku tidak akan pergi sebelum bertemu dengan anakku, selama satu tahun ini aku berusaha mencari kalian, aku mencoba mencari kemana - mana, dan begitu melihat berita di media sosial dan televisi mengenai mantan suami mu itu, aku melihat foto dirimu dan juga seorang anak kecil, dan dengan mudah aku tau jika kalian selama ini berada di jakarta, dan dengan mudah juga aku menemukan alamat rumah kalian "
" bukannya selama ini dia berada di luar negeri, oh sial kenapa aku tidak memikirkan mengenai dia " batin Ameliya.
" Dimana anak ku itu, namanya Aditya kan, dan kenapa kamu malah menyebut anak ku itu adalah anak mantan suami mu yang dulu " ucap Kevin.
" Karena dia memang anaknya Aditya, bukan anak mu " ucap Ameliya.
" Jangan bohong Ameliya, jelas - jelas kau hamil setelah menikah dengan ku, bukan dengan dia " ucap Kevin.
" Sudah cukup, lebih baik kau pergi sekarang, dan jangan ganggu hidupku dan juga anak ku lagi, bukannya itu kan yang dulu kau lakukan, meninggalkan ku di saat hamil anak mu " ucap Ameliya yang mencoba menahan bendungan air matanya.
Hati kevin terasa tersayat mendengar ucapan Ameliya, apa yang Ameliya katakan itu benar, dulu ia sangat menyakiti hati Ameliya, meninggalkan Ameliya saat sedang hamil anaknya, saat itu ia merasa belum siap mempunyai seorang anak.
" Aku mohon maafkan aku Mel, aku sudah menyadari semua kesalahan ku, dan sekarang aku ingin menebus semuanya, Papa dan juga Mama sedang menunggu kalian di Surabaya, di rumah, mereka juga ingin bertemu kalian, ingin meminta maaf kepada kalian " ucap Kevin.
Tok.. Tok.. Tok..
" Ameliya.. Ameliya.. apa kau sudah pulang " ucap Bu Siti tetangga Ameliya tempat biasa ia menitipkan Aditya.
" tunggu di sini " ucap Ameliya membawa kevin masuk kedalam kamarnya dan menyuruh kevin untuk tidak keluar.
Ameliya mencoba menghapus airmatanya yang sempat jatuh membasahi pipinya, kemudian membuka pintu untuk bu Siti.
" Mama " ucap Aditya.
" Ini anak mu sudah nangis terus, dari tadi cariin kamu " ucap Bu Siti.
" Iya bu Siti Terima kasih sudah jaga Aditya hari ini, ayo masuk nak " ucap Ameliya.
Bu Siti pamit dari rumah Ameliya, dan saat itu kevin keluar dari kamar dan melihat Aditya.
Kedua air mata kevin mengalir begitu saja ketika melihat wajah Aditya, warna rambut dan juga bola matanya sangat mirip dengan kevin, sedangkan wajah Aditya lebih mendominasi wajah Ameliya.
" Dia anakku kan Ameliya, Aditya " ucap Kevin kemudian menghampiri Aditya dan memeluknya.
Aditya hanya termenung melihat kevin, namun perasaanya begitu tenang ketika berpelukan dengan kevin.
" Sudah cukup " ucap Ameliya dan melepaskan pelukan kevin kepada Aditya.
" Kau sudah bertemu dengan anak mu kan, lebih baik sekarang kau pergi dan jangan ganggu hidup kami lagi " ucap Ameliya mengusir kevin untuk pergi.
" Ijinkan aku untuk bisa bertemu dengan Aditya lagi Mel " ucap Kevin.
" Tidak akan "
Kevin bingung dan tidak tau harus berbuat apa lagi, walaupun Ameliya tidak bisa ia dapatkan kembali, paling tidak ia masih bisa bertemu dengan anaknya.
" Kalau begitu, aku akan bertemu dengan mantan suami mu itu sekarang dan mengatakan jika Aditya itu adalah anakku, bukan anaknya, seperti yang di beritakan sekarang " ucap Kevin mengancam Ameliya dan berniat pergi.
" Jangan " ucap Ameliya menahan Kevin, dan kevin tersenyum mendengar itu.
" Jangan lakukan itu, hmm... baiklah aku tidak akan melarang mu untuk bertemu Aditya, asal kau berjanji untuk tidak memberitahukan kepada mantan suami ku itu yang sebenarnya, dan jangan ikut campur masalah ku ini, jika tidak kau tidak akan bertemu dengan anak mu selamanya " ucap Ameliya.
" Baiklah " ucap Kevin semringah.
" Untuk sementara biarlah seperti ini, aku akan memikirkan selanjutnya seperti apa,yang penting aku bisa bertemu dulu dengan Ameliya dan juga anakku " batin Kevin.
__ADS_1
**Bersambung..
tetap stay tune ya gaes, jangan lupa vote, like dan kasih hadiah yang banyak buat akuu... 😘😘**