
Risa dan Rona sama - sama terkejut karena kembali bertemu.
" Budeg "
" Mas galak "
Risa memperhatikan penampilan Rona dari atas hingga bawah, Rona terlihat berbeda dengan sebelumnya, Risa terpana melihat Rona yang tampak gagah dengan balutas jas putih ala dokter yang ia pakai.
" Hei Budeg " ucap Rona sedikit keras membangunkan Risa dari lamunannya.
" Hah " ucap Risa begitu sadar, dan berusaha berdiri.
" Masnya ngapain di sini, ohhh....jangan - jangan mau berbuat jahat ya sama Nabila, mau pura - pura jadi dokter gadungan gitu "
" iihh... enak aja kalau ngomong, aku itu dokter beneran, aku ke sini mau periksa Nabila "
" Ni liat.. liat.. liat " ucap Rona sembari menunjukkan pin nama atau Name tage yang terpasang di bajunya.
Risa memajukan kepalanya, mencoba melihat Name Tage yang di tunjukkan oleh Rona, dan di situ bertulis Dr. Rona Sahputra Pratama A.W.K Sp.PD. kepanjangan dari A. W. K itu adalah Adi Wijaya Kusuma, Rona sengaja menyingkat namanya karena terlalu panjang. Rona juga bingung kenapa kedua orang tuanya menberikan ia nama yang begitu panjang.
Risa mencoba menahan tawanya ketika melihat nama Rona yang tertulis di Name tage begitu panjang plus singkatan nama yang berada di belakang namanya, yang Risa tak tau apa kepanjangan dari singkatan itu.
" apa itu A. W. K " tanya Risa.
" Itu singkatan nama ku, udah kamu gak perlu tau apa "
" Hahahaa... hahahaa.. " tawa Risa yang tak bisa lagi ia tahan.
" untung Masnya cowo ya, kalau seandainya Mas itu cewe, pas ijab kabul ntar, pengantin cowonya pasti harus ngulang-ngulang terus tu nyebutin nama Mas karena terlalu kepanjangan, hahaha"
" Malah ngeledek, ketawa-ketawa lagi, sini kamu ya " ucap Rona menarik tangan Risa, membuat Risa terhuyung dan kini berhadapan sangat dekat dengan Rona, Rona menutup mulut Risa dengan tangannya, dan sebelah tangannya lagi memegang tangan Risa.
" Bisa diam gak, dasar budeg "
" Hmm.. Hmm... " suara Risa yang terdengar samar, karena Rona menutup mulutnya.
Risa mencoba melawan, dan begitu melihat Rona, kedua bola mata mereka saling bertemu, dan mereka berdua saling tatap, Rona bisa mencium aroma wangi dari tubuh Risa.
" Mas, ada apa ya di luar, kayak suara orang ribut "
" Sebentar ya sayang, Mas cek dulu " ucap Aditya dan berjalan ke arah pintu.
" Ehem.. ehem... " ucap Aditya ketika membuka pintu dan melihat Rona dan juga Risa yang sejak tadi saling tatap.
Risa dan Rona melirik ke arah Aditya, masih dengan posisi tadi, dan begitu sadar, Rona melepaskan tangannya dari Risa dan mendorong Risa.
"Huh dasar " ucap Risa cemberut sembari merapikan bajunya dan juga mengelus - elus kedua pergelanangan tangannya yang terasa sakit karena Rona memegang nya cukup kuat.
__ADS_1
" A.. aa.. ditya " ucap Rona terbata - bata.
" Ini Rumah sakit, kenapa kalian ribut di sini "
" Dia tu Pak Aditya yang pertama bikin ulah " ucap Risa menunjuk ke arah Rona.
" Enak aja aku, kamu tu yang duluan, dasar budeg " ucap Rona tak mau kalah.
" Aku mau jenguk Nabila dit " ucap Rona langsung masuk kedalam.
" saya juga mau jenguk Nabila Pak, permisi " ucap Risa juga ikut masuk kedalam.
Aditya menghela nafas panjang melihat tingkah Risa dan juga Rona.
" Kak Rona, Risa " ucap Nabila begitu melihat mereka berdua.
" Nabila.... " teriak Risa berlari ke arah Nabila dan menyenggol sedikit tubuh Rona.
" Aduh " pekik Rona.
" Dasar cewe budeg " batin Rona.
" Nabila, gimana kabar kamu, udah baikan kan " tanya Risa.
" Sudah Sa, InsyaAllah hari ini boleh pulang "
Nabila hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum ke arah Risa.
" Alhamdulillah,, berarti dugaan ku benar, yes aku dapat keponakan lagi deh " ucap Risa semringah.
" Selamat ya Pak Aditya " ucap Risa tersenyum ke Aditya.
Aditya membalas senyuman Risa, sedangkan Rona yang berdiri di samping Aditya di buat terpana dengan senyuman Risa.
" si budeg ternyata cantik juga kalau tersenyum " batin Rona.
Dritt.. Drit.. Dritt.. ponsel Aditya berbunyi, Aditya merogoh ponsel di saku celananya, dan melihat nama Haris yang tertulis di layar kaca ponselnya itu.
" Ada apa Ris? " tanya Aditya.
" Tuan, ada kabar buruk? "
" Sebentar ya sayang, Mas mau angkat telepon Haris dulu " ucap Aditya kepada Nabila kemudian bergegas keluar.
" Sepertinya ada hal serius " batin Nabila.
Rona yang mengerti seperti ada sesuatu yang di sembunyikan dari Aditya, juga ikut menyusul Aditya keluar dari ruangan.
__ADS_1
" Lanjutkan Ris " ucap Aditya ketika berada di luar.
" Tuan, apa tuan sudah melihat berita TV hari ini, atau mengecek sosial media Tuan "
" Belum Ris, aku tidak ada waktu untuk melihat itu, emangnya ada apa? "
" Tuan, berita mengenai mantan istri Tuan dan juga anak yang ia akui sebagai anak Tuan itu, beritanya tersebar di mana - mana Tuan, bahkan wartawan sekarang sedang memenuhi luar Rumah Tuan "
" APA!!! Bagaimana bisa? " tanya Aditya.
Rona di buat penasaran begitu melihat ekspresi wajah Aditya yang tampak kalut sembari berbicara di telepon.
" Saya juga tidak tau Tuan, saya akan mencoba mencari tau "
" Kalau gitu segera cari tau Ris, setelah pulang dari Rumah sakit, kita akan membicarakan akan hal ini,dan aku ingin kamu segera membereskan semua wartawan yang berada di Rumah, aku tidak mau mereka masih ada dirumah ketika kami pulang nanti, aku tidak mau membuat istriku terkejut akan hal ini "
" Baik Tuan " ucap Haris dan mengakhiri sambungan teleponnya.
" Akhh sial... " umpat Aditya kemudian duduk di kursi tunggu yang berada di depan kamar rawat Nabila.
" Ada apa Dit, ceritakan kepadaku " ucap Rona ikut duduk di samping Aditya.
" Ameliya "
" Mantan istri kamu itu " ucap Rona.
" Kemarin dia datang ke kantorku membawa seorang anak laki - laki dan mengatakan jika anak itu adalah anakku "
" Itu tidak mungkin Dit "
" Ya kamu benar, aku juga tidak mempercayai nya, tapi dia begitu yakin Ron, bahkan menyuruh ku untuk melakukan tes DNA "
" Jangan Dit, jangan lakukan itu, aku yakin Ameliya sedang merencanakan hal jahat " ucap Rona.
" Aku tidak akan melakukannya Ron, dan sekarang aku tidak tau mengapa berita mengenai Ameliya yang datang ke kantorku kemarin bersama anak itu tersebar di mana-mana, dan sekarang banyak wartawan di Rumah ku, mereka ingin mendengar penjelasan dari ku "
" Apa Nabila tau tentang hal ini "
" Dia tau Ron, aku sudah menceritakan semua kepadanya, hanya saja, untuk berita ini aku akan mencoba merahasiakannya dulu Ron, aku tidak mau Nabila terkejut dan khawatir ketika mendengar berita ini yang sudah tersebar dimana -mana "
" Sabar ya Dit, aku akan kerumah mu nanti malam, aku akan membantu mu mencari dalang dari semua ini " ucap Rona sembari menepuk pundak Aditya.
" Terima kasih Ron, aku saat ini hanya memikirkan kesehatan istriku dan juga calon buah hatiku "
***Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya teman - Teman.. 😍***
__ADS_1