Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 81


__ADS_3

Aditya begitu terkejut melihat Ameliya, begitu pula dengan Haris, sudah lama sekali Haris tidak pernah bertemu dengan mantan istri Tuannya itu.


Lift yang sudah terlanjur tertutup itu akhirnya membawa mereka semua ke lantai teratas tempat di mana ruangan kantor Aditya berada.


" Apa yang kau lakukan disini ?? "


" Ada sesuatu yang ingin aku jelaskan kepadamu Dit "


" Aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari mu "


" Aku mohon Dit "


Ting..


Pintu lift terbuka, Aditya bergegas keluar dari lift di susul dengan Haris di belakangnya, Ameliya dan anaknya juga ikut keluar dari lift itu.


" Aditya ku Mohon " ucap Amelia sembari memegang lengan Aditya.


" LEPASKAN, jangan menyentuh ku " ucap Aditya sembari melepaskan tangan Ameliya yang memegang tangannya.


Aditya terus saja berjalan dan meninggalkan Ameliya, sehingga Ameliya harus memutar otaknya mencari cara agar Aditya mau berbicara dengannya.


" ADITYA TUNGGU!! " teriak Ameliya, membuat beberapa karyawan di sana melihat ke arah Ameliya.


" Hei.. hei teman-teman.. lihat itu bukannya mantan istrinya bos kita " ucap salah satu karyawan yang ada di sana.


" Kamu boleh mengabaikanku, tapi tolong jangan abaikan anakmu ini Aditya! " ucap Ameliya dengan lantang dan sedikit keras.


Mendengar ucapan Ameliya, Aditya menghentikan langkahnya, kemudian berbalik dan berjalan menuju ke arah Ameliya.


" Yes, rencana ku berhasil " batin Ameliya


" Kau sudah gila Ameliya, apa yang kau katakan "


" Hiks.. Hiks.. "


" Kau boleh mengabaikanku Dit, tapi tidak bisakah kau lihat anak yang di sampingku ini, dia adalah ANAKMU"


Mata Aditya melotot mendengar ucapan Ameliya, begitu pula dengan Haris dan beberapa staf yang ada di sana, mereka semua terkejut mendengar ucapan Ameliya.


" Kau memang gila Ameliya, itu tidak mungkin " ucap Aditya kemudian pergi meninggalkan Ameliya.


" Shittt... sial..kenapa hatinya belum juga luluh " batin Ameliya.


Sembari berjalan ke ruangannya, Aditya melirik ke arah beberapa staffnya yang sedang memperhatikannya, melihat tatapan horor bosnya itu, semua staf karyawan Aditya di sana menundukkan kepala mereka.


Ameliya tidak menyerah, ia menyusul Aditya yang sudah berada di ruangan kerjanya.


" ehh.. ehh.. buk.. mau kemana.. tidak boleh langsung masuk begitu " ucap Lula beranjak dari duduknya dan mengejar Ameliya yang sudah terlanjur masuk ke dalam ruangan kerja Aditya.


" Pak maaf, ibu ini memaksa.. " ucapan Lula terhenti begitu melihat Ameliya.


" astaga, ini kan bu Ameliya, apa yang dia lakukan di sini " batin Lula.


Aditya dan Haris menoleh ke arah Ameliya, tanpa di suruh, Haris beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Ameliya, berniat untuk mengusir Ameliya dan anaknya itu.


" Maaf Bu, lebih baik anda pergi sekarang " ucap Haris.


" Tidak, aku tidak akan pergi sebelum Aditya mendengar penjelasan ku "


" Sudah Ris, biarkan dia berbicara " ucap Aditya tiba-tiba.


Mendengar itu, Ameliya merasa sangat senang, akhirnya ia punya kesempatan untuk berbicara dengan Aditya.

__ADS_1


" Lepaskan aku " ucap Ameliya kepada Haris yang sejak tadi memegang lengannya.


Ameliya dan anaknya berjalan ke arah Aditya yang sedang duduk di kursi kerjanya.


" Dit, aku tau ini semua menurutmu tidak masuk akal, tapi cobalah kah tatap anak yang di sampingku ini, dia adalah anakmu "


" itu tidak mungkin Ameliya, kita sudah bercerai dan bisa saja anak itu, anak dari laki-laki selingkuhan mu itu kan "


Aditya mengehela nafas panjang mendengar ucapan Ameliya itu, sedangkan Lula menatap tidak percaya.


Haris memberi kode kepada Lula agar segera keluar dari ruangan, dan akhirnya Lula keluar dari ruangan itu.


" Aku tau mungkin kamu terkejut Dit, tapi itulah yang sebenarnya, Hiks.. Hiks.. " jelas Ameliya sembari menangis.


" Waktu kejadian itu, baru seminggu kita bercerai, tiba-tiba aku mengalami mual - mual dan juga pusing Dit, lalu aku mencoba memeriksa keadaan ku kepada dokter, dan dokter bilang aku hamil"


" Aku memang berselingkuh dengan laki-laki itu Dit, tapi ia hanya sebatas teman jalanku di luar, aku tidak pernah berhubungan terlalu jauh dengannya, apalagi sampai berhubungan badan, aku hanya melakukannya dengan mu Dit"


" Kalau memang dia anakku, kenapa kau tidak berusaha memberitahuku sejak dulu, kenapa baru sekarang Ameliya "


" Kau sangat sulit untuk di temui semenjak kejadian itu Dit,kau sangat menghindar dari ku, dan juga aku takut Dit, aku yakin kau pasti tidak akan mengakui anak ini, karena juga kesalahan ku waktu itu "


" Dan akhirnya aku memilih untuk merahasiakan ini semua, aku pindah ke luar kota bersama Papa dan Mama,dan mengasuh Aditya sendiri hingga Aditya berumur 3 tahun, semakin Aditya bertambah besar, ia selalu betanya mengenai sosok seorang ayah, aku pun tersadar jika seharusnya aku tidak merahasiakan ini kepada mu Dit"


" Dan setelah pertemuan kita malam itu, aku kembali merutuki kebodohan yang aku buat kembali, dan aku tersadar jika semua ini tidak harus aku sembunyikan lagi kepada mu Dit, mungkin Tuhan sengaja mempertemukan kita kembali agar Aditya bisa bertemu denganmu" jelas Amelia sembari menatap anaknya.


Aditya mulai luluh mendengar penjelasan Ameliya dan tatapannya beralih ke seorang anak yang saat ini berdiri di depannya.


" Ya Allah, apa benar dia anakku, aku masih belum bisa menerima semua ini " batin Aditya.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.."


" Aku bahkan memberi nama anak kita ini sama persis dengan namamu Dit, aku tidak berharap lebih darimu, aku hanya ingin Aditya tau tentang ayahnya, dan aku juga tidak lagi merahasiakan ini darimu"


" Tes DNA, seyakin itu kah Ameliya, apa benar dia anakku " batin Aditya.


" Tidak Ameliya, aku tidak akan melakukan Tes DNA atau apapun itu, aku tidak percaya denganmu "


" Lebih baik kau pergi sekarang "


" Hiks.. Hiks.. mau tega Dit, kau tidak mau mengakui anakmu ini"


" Sekarang pergilah, atau ku usir secara paksa"


Ameliya dan anaknya pergi dari ruangan Aditya, Aditya begitu sangat tertekan dan Shock dengan semua ini.


" Huh... ternyata Aditya tidak semudah itu percaya, liat saja nanti Dit, aku akan melakukan cara lain " batin Ameliya kesal.


Aditya masih shock dengan semua penuturan Ameliya, ia masih tidak percaya dengan semua ini.


" Maaf Tuan, apa Tuan baik-baik saja "


" Entahlah Ris, sebenarnya aku masih tidak percaya dengan semua ucapan yang Ameliya katakan tadi, tapi dia menawarkan Tes DNA kepada ku, bearti dia tidak berbohong Ris"


" Ya Tuan, tapi dia juga bisa berbohong Tuan "


" Benar Ris, aku ingin kau mencari tau mengenai kehidupan Ameliya setelah bercerai denganku hingga sekarang "


" Baik Tuan, dan.. bagaimana dengan Nyonya Nabila, apa Tuan akan memberitahunya"


" Aku akan memberitahunya Ris, aku tidak akan menyembunyikan apapun dari istriku "


" Baiklah Tuan, aku akan segera menyiapkan semuanya "

__ADS_1


*****


Menjelang sore hari, Nabila dan Risa baru usai dengan jadwal pertemuannya dengan dosen, Nabila begitu merasa lelah karena hampir seharian ia harus fokus dengan mata kuliahnya dan terus mendengarkan penjelasan dosen killernya itu.


Sesuai perintah dari suaminya, Nabila berangkat menuju ke kantor Aditya, Nabila juga begitu merindukan Aditya.


" Assalamu'alaikum Mas " sapa Nabila kepada suaminya itu dan langsung memeluk Aditya.


" Waalaikumsalam sayang " balas Aditya sembari menyambut hangat pelukan dari istrinya.


Nabila menghirup aroma tubuh suaminya, entah mengapa sejak di kampus tadi Nabila ingin sekali pulang dan bertemu dengan Aditya, ia begitu merindukan suaminya, dan membuat pikiran nya tenang ketika mencium aroma tubuh suaminya.


Haris yang melihat kemesraan Aditya dan Nabila, memilih untuk keluar dari ruangan.


" Bagaimana keadaan mu sayang, apa kau masih pusing "


" Gak Mas, aku sudah baik - baik saja "


" Tapi kita harus tetap memeriksakannya ke rumah sakit ya"


" Gak Mas, aku sudah baikan kok " ucap Nabila, ia sengaja tidak ingin ke rumah sakit, sebelumnya ia sudah membeli alat tes kehamilan, ia ingin memeriksa sendiri di Rumah dan jika benar ia hamil, ia akan memberikan kejutan kepada suaminya itu.


" Ya sudah, Mas gak akan memaksa"


" Oh ya sayang, ada sesuatu yang ingin Mas bicarakan "


" Hmm Mas, nanti aja ya, aku lagi pengen Mas "


" Mau apa " tanya Aditya.


Tanpa menjawab pertanyaan suaminya, Nabila langsung menyambar bibir Aditya, Mel*matnya dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Aditya.


Aditya terkejut dengan sikap agresif istrinya itu, namun ia juga sebenarnya menginginkan ini, ia juga merindukan istrinya.


" Jadi ini yang kamu mau " tanya Aditya sembari menangkup wajah Nabila dengan kedua tangannya.


Nabila hanya membalas pertanyaannya suaminya dengan tersenyum kemudian memeluk Aditya.


Aditya melepas pelukan istrinya, kemudian mencium bibir istrinya dengan mesra. Aditya menggendong Nabila masuk ke kamar pribadinya dengan ciuman yang tak lepas dari keduanya.


Aditya menurunkan Nabila di atas ranjang, kemudian melucuti satu persatu pakaian istrinya, begitu pula dengan Nabila, kali ini Nabila mengambil alih permainan panas mereka.


Sekitar satu jam lamanya, percintaan mereka berakhir dengan ******* keras dari keduanya karena telah sama-sama mencapai kenikmatanya.


Setelah membersihkan diri, Nabila dan Aditya kembali ke ranjang, Nabila berbaring di dada suaminya, sedangkan Aditya berbaring sedikit tinggi dari Nabila sembari mengelus lembut rambut panjang indah Nabila.


" Sayang, tadi Ameliya datang menemui Mas di sini, dan kau tau, dia bilang jika anaknya itu adalah anaknya Mas"


" Mas tidak tau harus bagaimana sayang, Mas tidak percaya dengan yang di katakan Ameliya "


" sayang, apa kau mendengarnya "


Aditya menoleh ke arah Nabila, ternyata Nabila sudah tertidur pulas dalam pelukannya, Aditya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya kemudian mencium lembut pucuk kepala Nabila.


" Sayang.. sayang.. ternyata kau sudah tertidur, kenapa kau sangat manja beberapa minggu ini, tapi sikap mu ini membuat Mas semakin jatuh cinta kepadamu " batin Aditya.


**Bersambung..


Author gak kasih detail tentang aktifitas panas Aditya sama Nabila ya gaes,, silahkan menghalu sendiri.. 😂😂


author revisi ya gaes.. maaf kalau ceritanya agak mumet, tapi tunggu terus kelanjutannya ya☺


jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini... 😍😍**

__ADS_1


__ADS_2