Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 91


__ADS_3

Harapan Bima berbanding terbalik dengan apa yang ia inginkan, hampir semua orang yang berada di ruangan itu mempercayai Aditya, apalagi setelah Aditya menjelaskan semua kepada mereka, dan mereka masih mempertahankan kerja sama mereka, dan tidak sedikit dari mereka memberi semangat kepada Aditya.


Bima berusaha menyembunyikan perasaan kesalnya itu di hadapan semua orang, terutama Aditya, ia tidak ingin terlihat jika ialah dalang dari semua ini, bekerja sama dengan Ameliya untuk mendapatkan apa yang masing - masing mereka inginkan.


Bima ingin menghancurkan perusahaan dan citra Aditya di semua orang, sedangkan Ameliya bisa mendapatkan kembali Aditya. Itulah kesepakatan yang mereka jalin bersama.


Flashback on


Hati Bima begitu sakit mendengar pernikahan Aditya dan Nabila, Bima tidak kehabisan akal, ia menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Ameliya mantan istri Aditya.


Setelah mendapat informasi mengenai Ameliya, Bima sangat senang karena mengetahui jika saat ini hanya hidup berdua dengan anak nya dengan mantan suami yang kedua yang bernama kevin, dan saat ini hidup Ameliya sangat susah dan juga terlilit hutang.


Disana lah kesempatan Bima untuk meracuni pikiran Ameliya, Bima datang sendiri kekediaman Ameliya, dan pada saat itu kebetulan beberapa preman suruhan rentenir tempat Ameliya berhutang datang dan menemui Ameliya untuk menagih hutangnya.


Dan saat itulah Bima datang menawarkan diri untuk membayar semua hutang Ameliya dan juga membantu memenuhi kebutuhan Ameliya.


" Terima kasih sudah membantu membayar hutangku "ucap Ameliya.


" Itu semua tidak gratis, aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku " ucap Bima.


" Apa yang bisa ku lakukan? " ucap Ameliya.


" aku ingin kau menghancurkan kehidupan Aditya " ucap Bima.


" Aditya? " batin Ameliya.


" Aditya mantan suami ku itu, tidak.. aku tidak akan melakukan itu, sudah cukup aku menyakiti nya dulu, dan tidak akan lagi ku ulangi " ucap Ameliya.


" Aku akan membayar hutangku kepadamu nanti, menjadi babu mu seumur hidupku pun aku mau, asalkan jangan menyuruhku untuk mengganggu hidup Aditya "


" Apa kau tau jika besok hari pernikahan Aditya? " tanya Bima.


" Tidak, aku tidak tau, kalaupun benar aku juga ikut bahagia akan hal itu " ucap Ameliya yang sebenarnya mencoba menahan rasa sakitnya mendengar Aditya ingin menikah lagi.


" Benar kau ikut bahagia? apa kau tidak ingin jika Aditya kembali ke pelukan mu " ucap Bima mulai meracuni pikiran Ameliya.


Ameliya termenung mendengar ucapan Bima, sebenarnya di dalam lubuk hatinya terdalam, ia juga ingin kembali ke pelukan Aditya, apalagi setelah pertemuan nya malam itu dengan Aditya.


" aku akan pergi, ini kartu nama ku, jika kau berubah pikiran, segera hubungi aku " ucap Bima memberikan sebuah kartu nama kepada Ameliya dan pergi dari sana.


Ameliya menarik nafas panjang, ia kembali masuk kedalam rumah nya, dan semalaman memikirkan apa yang sudah Bima katakan kepadanya.


Dan keesokan harinya, begitu melihat berita pernikahan Aditya dan Nabila, hati Ameliya kembali sakit, rasa ingin memiliki Aditya pun kembali timbul, ia menangis sejadi - jadi nya di dalam kamar, dan saat itu ia melihat kartu nama Bima yang masih tergeletak di atas nakas.


Cukup lama Ameliya memandangi kartu nama itu, dan akhirnya Ameliya meraih ponselnya kemudian mencoba menghubungi Bima. Dan saat itulah Ameliya sepakat untuk bekerja sama dengan Bima.


Flashback off


Bima akhirnya kembali ke kantornya dengan perasaan kesal, upaya nya kali ini kembali gagal. Dan ia berusaha untuk mencari cara lagi agar bisa menghancurkan hidup Aditya.


" Pak Aditya " ucap Pak Iwan salah satu kolega bisnis Aditya.


" Iya ada Pak Iwan? " tanya Aditya.


" Bisa kita berbicara sebentar di dalam Pak? " ucap Pak Iwan membawa Aditya kembali masuk ke dalam ruang rapat yang sudah tidak ada lagi orang di sana, hanya Aditya, Haris dan juga Pak Iwan.


" Begini Pak Aditya, saya ingin menceritakan sesuatu, ini mengenai Pak Bima " ucap Pak Iwan.


" Bima? " ucap Aditya tekejut begitu pula dengan Haris.


" Benar Pak, tadi sebelum Bapak hadir di ruang rapat, Pak Bima sempat berbicara hal yang buruk mengenai Bapak kepada saya dan juga beberapa kolega bisnis kita yang lain, ia juga mencoba menghasut kami untuk tidak mempercayai Bapak dan juga memutuskan kerja sama bisnis dengan Pak Aditya "


Aditya sangat kesal mendengar penjelasan Pak Iwan, apa yang ia pikirkan selama ini benar, Bima memang ada sangkut pautnya atas masalah yang ia hadapi.


" Saya sebenarnya tidak percaya dengan ucapan Pak Bima, karena jujur saja saya sudah lama mengenal Pak Aditya, saya yakin semua berita dan ucapan dari Pak Bima itu tidak benar, maka dari itu saya menyampaikan hal ini kepada Bapak, agar Bapak berhati - hati kepada Pak Bima, sepertinya Pak Bima itu tidak menyukai Pak Aditya "


" Terima kasih Pak Iwan, saya juga sudah lama mencurigai Bima, dan dengan informasi dari Bapak ini, saya menjadi lebih yakin "


" Sama - sama Pak Aditya, saya berharap semoga masalah Bapak cepat terselesaikan, kalau begitu saya pamit pulang " ucap Pak Iwan kemudian meninggalkan Aditya dan juga Haris.


" Kau dengar itu Ris " ucap Aditya.


" Ya Tuan, dugaan kita selama ini benar " ucap Haris.


" Kita sudah tau dalangnya Ris, sekarang kita hanya perlu mengumpulkan bukti, dan secepatnya kita harus menemukan lelaki selingkuhan Ameliya itu " ucap Aditya.

__ADS_1


" Baik Tuan "


*******


Nabila tampak gelisah, ia merasa kesepian di rumah, karena kedua anaknya sedang bersekolah, Sumi juga ikut bersama kedua anaknya, Suaminya pergi bekerja, sedangkan ia hanya bersama Bi Inah di Rumah dan juga beberapa bodyguard dan Pak Nanang yang berada di luar.


" Aku ngapain ya, sepi banget, mau ke Rumah Mama, Mama lagi di luar negeri pergi ke Rumah Salsa, mau telpon Risa, Risa juga pasti sedang sibuk kuliah sekarang "


" Padahal aku juga pengen turun kuliah, tapi Mas Aditya suruh aku untuk istirahat dulu " ucap Nabila.


Nabila meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Aditya, namun Aditya tidak mengangkat telepon darinya.


" Mas Aditya ngapain sih, sibuk kali ya "


Nabila melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 11 siang, dan sebentar lagi jam makan siang tiba, timbul niatnya untuk membawakan makan siang untuk suami tercintanya itu.


Nabila bersiap untuk ke kantor Aditya, sebelumnya ia sudah menyiapakan bekal makan siang untuk Aditya, yang sudah di masak oleh Bi Inah.


" Sudah siap Nyonya?" tanya bagas salah satu bodyguard kepercayaan Aditya.


" Sudah Pak ayo kita berangkat " ucap Nabila.


Sesampai di depan kantor suaminya, ternyata wartawan yang sudah menunggu Aditya sejak tadi pagi masih setia menunggu hingga siang ini di depan lobi kantor, dan membuat Nabila bingung harus bagaimana.


" Banyak wartawan Nyonya, apa kita pulang saja " ucap Bagas.


" Tidak usah Pak, Bapak turunkan saja saya di sini "


" Tapi Nyonya, saya tidak mau membiarkan Nyonya sendirian kesana " ucap Bagas.


" Gak pa-pa Pak, gak usah khawatir, Bapak lihat saya aja dari jauh, nanti kalau kita turun di sana, semua wartawan bisa - bisa menyerbu kita "


" Tapi Nyonya, Pak Aditya bisa memarahi saya kalau membiarkan Nyonya "


" gak pa - pa Pak, tunggu saja di sini " ucap Nabila meraih masker yang ia bawa di dalam tasnya dan memakai nya.


Nabila turun dari mobil dan perlahan melewati beberapa wartawan yang berada di depan lobi, mereka tidak menyadari jika Nabila sedang lewat di depan mereka.


Nabila menarik nafas panjang dan mengelus- elus dadanya begitu sampai di dalam, ia segera menuju ke lantai atas tempat suaminya bekerja.


" Mba Lula, apa kabar "


" Nabila, mba kangen, sudah lama gak ketemu, kirain siapa tadi Bil, Mba pangling liatnya, habis kamu pake masker segala "


" Iya Mba, soalnya tadi di luar banyak wartawan Mba "


" Bener Bila, mereka sudah dari tadi pagi di sana, yang sabar ya Bil, semoga masalah yang menimpa keluarga mu cepat terselesaikan " ucap Lula.


" Makasih ya Mba, kalau gitu aku masuk dulu " ucap Nabila dan di balas anggukan oleh Lula.


Nabila membuka pintu perlahan, dan di dalam Aditya tampak sibuk dengan laptop nya.


" Assalamu'alaikum Mas " ucap Nabila.


Aditya menoleh ke sumber suara, dan melihat Nabila dengan gaya yang berbeda, dan menutupi wajahnya dengan masker.



" Sayang " ucap Aditya menghampiri istrinya dan langsung memeluk istrinya itu.


" Apa Mas merindukan ku " ucap Nabila mendongakkan kepala nya ke atas menatap suaminya itu.


Aditya membuka masker yang di pakai Nabila, dan nampak lah wajah cantik istrinya itu.


" Maaf Mas, jadi lupa sama masker ku "


" Kenapa kamu pakai masker? " tanya Aditya.


" Ini untuk menghindari wartawan yang ada di depan lobi Mas "


" Wartawan, astaga mereka ternyata belum pulang juga " ucap Aditya.


Aditya membimbing Nabila ke arah Sofa dan membawa Nabila duduk di pangkuannya.


" Kau sangat cantik hari ini " ucap Aditya.

__ADS_1


" Mas juga tampan, apa aku menggangu Mas Aditya "


" Tidak sayang, Mas justru merindukan mu " ucap Aditya memeluk Nabila.


" Mas sudah makan belum, ini sudah jam makan siang Mas "


" Belum " ucap Aditya menggelengkan kepalanya.


" Kalau gitu makan dulu Mas, aku sudah bawa makan siang untuk Mas "


"Mas gak mau, mau nya makan kamu " ucap Aditya.


" Apa Mas? "


"Gak pa-pa sayang,hmm tunggu sebentar di sini " ucap Aditya melepaskan pelukannya dari Nabila dan menurunkan Nabila dari pangkuannya, Aditya beranjak dari duduknya kemudian masuk kedalam kamar pribadi miliknya.


Selesai berganti pakaian, Aditya keluar dengan memakai kaos oblong berwarna putih, dan juga celana jeans pendek berwarna hitam.


Nabila tercengang melihat penampilan suaminya, ia langsung menghampiri Aditya, merangkul kan kedua tangannya di leher Aditya, kemudian mengecup mesra bibir suaminya itu.


Aditya melototkan kedua matanya melihat sikap agresif istrinya, biasanya ia yang duluan mencium bibir Nabila, namun kini Nabila mendahuluinya.


Aditya menarik ceruk leher Nabila dengan kedua tangannya, agar dapat memperdalam ciuman nya.


" Cup "


" Cup "


" Yuk kita jalan " ucap Aditya dan menghentikan ciumannya.


" Tapi Mas " ucap Nabila cemberut.


" jangan menggoda sayang, kau ingat kata dokter Rossa,kalau Mas tidak tahan gimana " ucap Aditya mengingatkan Nabila.


" Hmm baiklah " ucap Nabila masih dengan wajah cemberut.


" Kita mau kemana Mas "


" Jalan - jalan "


" Kan Mas harus kerja "


" kamu lupa Mas bosnya di sini, tidak ada yang akan memarahi Mas kalau Mas tidak bekerja "


Nabila terkekeh mendengar ucapan Aditya, Aditya mengambil masker di saku celananya kemudian memakainya.


Aditya juga meraih masker Nabila, dan memakai kan nya di wajah istrinya itu.


" Sekarang kita sudah serasi kan " ucap Aditya.


" Kita jemput anak - anak, dan setelah itu kita ajak mereka juga jalan - jalan " ucap Aditya kemudian menggengam jemari tangan Nabila.


" Berangkat " ucap Nabila.


" Kami keluar dulu, katakan aku tidak ada di kantor " ucap Aditya kepada Lula.


" Hah.. ba.. baik Pak " ucap Lula yang terkejut melihat Nabila dan Aditya keluar dari ruangan dengan pakaian yang tampak serasi.


Nabila melambaikan tangannya kepada lula, Lula juga membalas lambaian tangan Nabila, beberapa karyawan di sana juga tampak takjub melihat penampilan bos mereka yang terlihat seperti anak muda, tampak serasi dengan Nabila.


Nabila mengedipkan matanya dan menundukkan kepalanya ke beberapa staff karyawan Aditya, sedangkan Aditya hanya menatap mereka sekilas kemudian kembali fokus berjalan menuju lift.


" Lihat Bos kita, beda banget ya, serasi sekali dengan istrinya " ucap salah satu karyawan di sana.


" bener, walaupun di terpa masalah, mereka masih tetap romantis "


" Memang pasangan serasi "


Setelah sampai di bawah, Aditya dan Nabila mengendap-endap lewat jalur belakang yang terhubung langsung dengan area parkiran, Nabila dan Aditya menarik nafas panjang dan saling tatap begitu sampai di dalam mobil.


" Hahahaha... " tawa Nabila dan Aditya bersamaan.


" Seru ya Mas, kayak buronan aja, harus sembunyi - sembunyi " ucap Nabila.


Aditya hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, perlahan ia melajukan mobilnya menuju ke rumah mereka.

__ADS_1


**Bersambung..


Alhamdulillah bisa up 2 bab hari ini, Terima kasih tetap setia menunggu cerita dari ku.. 😘😘**


__ADS_2