
Karena terlalu panik, Rona melajukan kendaraannya cukup cepat, dan membunyikan klakson mobilnya berkali - kali begitu ada mobil yang berjalan lambat di depannya.
" Budeg.. " panggil Rona
" Budeg.. kamu ni memang budeg ya " teriak Rona.
" Ehh.. ia Mas... Hiks.. Hiks.. " ucap Risa berpura - pura menangis.
" Kau masih di sana, tunggu sebentar lagi aku datang " ucap Rona.
" Iya Mas.. Hiks.. Hiks.. " ucap Risa sembari tersenyum namun suaranya menangis.
Jarak yang seharusnya di tempuh 30 menit untuk sampai ke Rumah Risa, kini hanya dalam waktu 15 menit, Rona telah sampai di taman itu, Rona memarkirkan mobilnya sembarang arah dan bergegas turun.
" Budeg.. kamu dimana " ucap Rona sembari celingak celinguk melihat sekeliling taman.
" Aku di sini Mas, di belakang Mas "
Rona menoleh ke belakang, Risa terlihat melambai-lambai kan tangannya, dan Rona berlari ke arah Risa.
" Bagaimana, kamu baik - baik saja kan, apa orang - orang jahat itu sudah pergi " ucap Rona dengan raut wajah panik dan berjongkok di depan Risa.
Risa hanya tersenyum dan terus menatap wajah Rona.
" Kenapa menatap ku seperti itu, dan kenapa senyam - senyum "
" Mas khawatir sekali ya sama aku " ucap Risa.
Kevin melihat wajah Risa yang tidak terlihat habis menangis, kemudian ia melihat sekelilingnya, lumayan banyak orang yang lalu lalang, ada yang sekedar lewat, dan ada juga yang sedang lari pagi.
" aahh sial.. aku di kerjain " batin Rona.
" Kamu tu ya... " ucap Rona kesal dengan tingkah Risa.
" Kamu sengaja ngerjain aku "
" Hahahahaa.. makanya jangan galak - galak jadi orang " ucap Risa sembari tertawa.
Rona langsung berdiri dan berniat meninggalkan Risa yang masih tertawa.
" Mas galak.. mau kemana, jangan tinggalin aku, kaki ku sakit ni Mas " ucap Risa.
" Gak usah bohong "
" Kalau yang ini beneran Mas, kaki aku terkilir ni " ucap Risa.
Rona tidak menghiraukan Risa, dan Risa berusaha bangkit mengejar Rona, namun ia kembali merasa sakit di kakinya.
" Aww... sakit " pekik Risa.
Rona membalikkan tubunya, ia melihat Risa yang sedang memegangi kakinya.
__ADS_1
" Dari raut wajahnya, sepertinya kakinya benar - benar terkilir " batin Rona.
Rona kembali berjalan ke arah Risa, ia langusng menggendong Risa ala Bride style, Risa terkejut dengan apa yang di lakukan Rona, ia hanya diam dan menatap wajah Rona yang datar. Dan tanpa sadar Risa mengalungkan kedua tangannya di leher Rona.
" Awas kalau kamu bohong " ucap Rona lalu berjalan menggendong Risa menuju Kursi kosong yang ada di taman.
Deg... Deg... Deg..
suara jantung Rona yang berdegup kencang begitu mencium aroma parfum Risa, ia juga sedikit gugup karena Risa merangkul kan kedua tangannya di leher Rona, dan juga membenamkan kepalanya di dada Rona.
Risa juga sebenarnya sama seperti Rona,degup jantungan berdetak tidak karuan, ia belum pernah di gendong oleh laki -laki, dan Rona lah yang pertama.
" Kenapa jantung ku jadi gak karuang gini detaknya " batin Rona.
Rona menurunkan Risa dari gendongannya begitu sampai di kursi panjang yang ada di taman.
" Duduk " ucap Rona jutek.
" Baru aja ada adegan romantis, eh galaknya ke luar lagi " batin Risa sembari memanyunkan bibirnya.
Rona bukannya duduk di samping Risa, ia kini berdiri di depan Risa, lalu ia berjongkok di depan Risa.
" Eh.. Mas galak mau ngapain " ucap Risa begitu melihat Rona ingin melepas sepatunya.
" Aku mau liat kaki kamu, katanya terkilir "
" Hmm.. gak u..u..sah Mas.. gak usah " ucap Risa gugup, karena Rona berada di depannya sembari ber jongkong begitu.
" Oh.. jadi benar dugaanku ya, kamu bohong lagi kan, kaki kamu gak benar-benar terkilir kan " ucap Rona lalu bangkit dan ingin meninggalkan Risa.
Rona menatap lengannya yang di tarik oleh Risa, lalu tatapannya naik dan menatap wajah Risa.
" Kaki ku bener terkilir Mas, ya sudah liat aja " ucap Risa.
Rona menghela nafas panjang, lalu ia kembali berjongkok di depan Risa, membuka sepatu Risa dengan perlahan.
" Aduh.. aduh.. pelan - pelan sakit Mas " ucap Risa.
" apa yang ini yang sakit " ucap Rona.
" Iya Mas " ucap Risa.
perlahan Rona mengelus kaki Risa, Risa di buat merinding merasakan sentuhan dari tangan Rona. Dan...
KRAAKK..
" Aww... sakit... Hiks.. Hiks.. Hiks.. " pekik Risa sembari menangis karena Rona tiba - tiba saja menggoyang - goyang kan kakinya ke kanan dan kekiri, bahkan sampai terdengar suara.
" Sudah selesai " ucap Rona lalu duduk di samping Risa.
" Hiks.. Hiks. Hiks. sakit Mas " ucap Risa beneran menangis.
__ADS_1
" Makanya jangan suka bohong.. tu nangis beneran kan.. hahaha " ucap Rona sembari tertawa.
" Hiks... Hiks.. Hiks.. tega banget ni cowo, udah sakit gini di ketawain lagi, tapii aku juga sih yang salah udah bohong tadi " batin Risa.
" Sudah jangan nangis budeg, kayak anak kecil aja, coba kamu injakkan kaki mu, pasti udah gak sakit "
Risa menyeka air mata nya, dan mencoba berdiri dan menginjakkan kakinya.
" Gak sakit Mas, bener udah gak sakit " ucap Risa semringah dan meloncat - loncat di depan Rona.
" jangan loncat - loncat juga, ntar jatuh lagi " ucap Rona.
" hehehehe.. Mas hebat deh, makasih ya Mas " ucap Risa sembari tersenyum kepada Rona.
Rona mematung melihat senyum manis Risa, baru kali ini ia menatap Risa sembari tersenyum dengan jarak dekat.
" Mas, kok jadi melamun "
" Hah.. gak kok, oh ya kamu ngapain sih sebenarnya, dari mana dapat nomor ponselku, terus buat apa pakai bohong - bohong segala tadi "
" Jadi lupa jelaskan sama Mas.. begini Mas... " ucap Risa lalu menjelaskan semua dari awal kepada Rona.
" Kamu melihat Ameliya di sini " ucap Rona.
" Ya benar Mas, tepat di kursi yang kita duduki ini "
" Siapa laki - laki yang bersama nya, apa kevin ya? " batin Rona bertanya - tanya, selama beberapa minggu ini ia sudah mencoba mengintai rumah Ameliya namun tidak ada sosok kevin pun datang kesana.
" Oh ya Mas, aku punya foto mereka " ucap Risa merogoh ponsel yang ada di tasnya, tadi ia sempat memotret Ameliya dan Bima.
" Nih Mas "
Rona mencoba memperhatikan foto itu, ia masih kesulitan menebak siapa laki - laki yang bersama Ameliya itu karena laki-laki itu menutupi wajahnya dengan masker.
" Wajahnya sulit di kenali " ucap Rona.
" Tadi aku mau nyusul laki - laki itu Mas, tapi sempat kesandung batu, jadi kehilangan jejak deh " ucap Risa.
" ini sudah cukup kok di jadikan petunjuk, aku akan membicarakan hal ini dengan Aditya, nanti kamu kirim foto itu ke aku ya "
" Ternyata walupun budeg kamu gak bodo - bodo amat ya "
" Aku tu gak budeg Mas, kalau mau bilang aku pintar, ya bilang aja Mas, pake menghina segala lagi "ucap Risa sembari memanyunkan bibirnya.
" Bercanda budeg " ucap Rona mengacak - acak rambut Risa lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Risa.
" Mas Tunggu.. antarin aku pulang " teriak Risa sembari memperbaiki rambutnya yang di acak - acak Rona.
Rona terus saja berjalan sembari tersenyum, walaupun sempat kesal karena Risa sudah membuat panik dan juga akhirnya mengerjai nya, namun tingkah lucu dari Risa membuat hiburan sendiri untuk Rona.
**Bersambung..
__ADS_1
Sudah up 2 bab, aku mau tidur dulu ya..
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini.. 😘😘**