
Tengah malam, Nabila terbangun dari tidurnya, ia merasa sangat lapar, karena belum ada makan semenjak siang, mungkin karena efek obat yang di beri dokter, Nabila cepat sekali tertidur, bahkan tidak bisa lagi menunggu kedatangan suaminya yang sudah jauh-jauh membawakannya cilok.
Nabila melihat ke arah nakas, yang terdapat kantong plastik putih berisi dua porsi cilok, yang sudah di bawa Aditya dari rumah Bang Jaya.
" Maafkan aku ya Mas, aku ketiduran, itu pasti cilok yang aku mau " ucap Nabila sembari memandangi suaminya.
Nabila mengambil kantong plastik itu, kemudian memakan habis dua porsi cilok sekaligus, walaupun sudah tidak hangat lagi, Nabila tetap habis memakannya.
" Alhamdulillah, cilok Bang Jaya memang yang terbaik, anak - anak bunda sudah kenyang kan sekarang, kalau begitu kita tidur lagi ya " ucap Nabila sembari meng elus-elus perutnya sendiri.
Ketika subuh, Aditya dengan penuh kasih sayang, membangunkan Nabila dari tidurnya, karena Aditya ingin mengajak istrinya untuk sholat subuh berjamaah.
" Sayang.. ayo bangun.. " ucap Aditya sembari meng elus-elus pipi Nabila.
Nabila membuka kedua matanya secara perlahan, dan tersenyum melihat wajah suaminya yang tampan.
" Cup " ucap Aditya mencium bibir Nabila sekilas.
" Ayo bangun sayang, ini sudah subuh, kita sholat sama-sama"
" Iya Mas "
Aditya menggendong Nabila menuju kamar mandi, membantu Nabila untuk berwudhu dan menggendong kembali Nabila ke atas ranjang rawatnya.
Dengan telaten Aditya merapikan rambut istrinya, kemudian memakaikan Nabila mukena, Aditya menangkup wajah Nabila dan mencium kening Nabila cukup lama.
" Kamu sangat cantik sayang " ucap Aditya.
"Mas juga tampan " ucap Nabila tersenyum manis kepada suaminya.
Mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan posisi Nabila yang masih di atas ranjang rawatnya, melakukan sholat sembari duduk, dan Aditya berada di depan Nabila, siap menjadi imam sholat.
Selesai sholat, Aditya melipat sajadah nya dan menaruhnya di dalam tas, kemudian Aditya kembali duduk bersama Nabila.
Nabila meraih tangan suaminya, dan mencium punggung tangan Aditya, Aditya membalas dengan mencium kening Nabila kemudian membenamkan kepala Nabila di dadanya dan memeluknya.
" Sayang "
" ada yang ingin Mas katakan sama kamu "
" Ada apa Mas"
" Hmm.. kemarin pagi, mantan istri Mas datang ke kantor dan menemui Mas"
Nabila mendongakkan kepalanya ke atas menatap suaminya.
" Mantan istri Mas yang waku itu " ucap Nabila.
__ADS_1
" Untuk apa dia menemui Mas Adit? "tanya Nabila dan kembali membenamkan kepalanya di dada Aditya.
" kamu ingat kan, waktu kita pernah bertemu dia, dia membawa seorang anak laki - laki "
"Iya Mas aku ingat "
" Dia datang menemui Mas bersama anak itu, dan bilang kalau... kalau... kalau anak itu adalah anak ku "
" Apa Mas " ucap Nabila kemudian melepaskan pelukannya dari Aditya.
" Jangan marah ya sayang " ucap Aditya takut jika Nabila akan marah mendengar penjelasannya.
" Aku tidak marah Mas, aku pun tidak berhak marah kalau memang itu anaknya Mas Adit, tapi kenapa mantan istri Mas itu baru mengatakannya sekarang? "
Aditya mulai menceritakan semua yang terjadi kemarin pagi di kantornya, begitu pula dengan Ameliya yang memintanya untuk melakukan tes DNA, Aditya juga menceritakan semua itu kepada Nabila.
" Terus Mas, Mas mau melakukan tes DNA itu?"
" Tidak sayang, Mas tidak akan melakukan itu, dan tidak akan pernah, karena Mas yakin jika anak itu bukan anaknya Mas, karena dengan jelas Ameliya itu berselingkuh dari Mas, tidak mungkin jika ia tidak pernah melakukan hubungan badan dengan selingkuhannya itu, pasti itu anak dari selingkuhannya "
" Tapi Mas, kalau anak itu benar anak Mas gimana? "
" Tidak sayang, Mas yakin jika Ameliya sengaja melakukan itu hanya karena ingin menghancurkan rumah tangga kita, Mas sudah menyuruh Haris untuk menyelidiki semuanya "
Nabila tidak tau harus mengatakan apa, ia memikirkan ucapan suaminya yang mengatakan jika mantan istrinya itu hanya ingin menghancurkan rumah tangga mereka, Nabila ikut mengkhawatirkan hal itu.
" Sayang " ucap Aditya meraih jemari tangan Nabila dan menggenggamnya.
" Mas mencintaimu, sangat.. sangat mencintaimu, Mas tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kita dan menghancurkan rumah tangga kita, Mas ingin kamu fokus dengan calon bayi kita sekarang, Zahira, dan juga Hafidz, Mas tidak ingin kamu memikirkan hal lain "
" Ya Mas, aku juga sangat mencintai Mas " ucap Nabila kemudian memeluk Aditya.
" Ya Allah, baru saja aku dan Mas Aditya mendapat berita bahagia, dan sekarang harus menghadapi cobaan ini, kuatkan aku " batin Nabila.
******
Risa sengaja tidak masuk kuliah hari ini, karena ingin menjenguk Nabila di Rumah sakit, pagi - pagi sekali Risa sudah bangun dan bersiap.
" Mama, Papa, Risa mau ke Rumah sakit jenguk Nabila "
" Ehh tunggu sebentar "
" Kenapa Ma " ucap Risa yang sudah berdiri di depan pintu.
" Duduk dulu, Mama sama Papa mau bicara "
Risa menghela nafas panjang, berbalik badan dan menghampiri kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Ada apa Ma, Pa, pasti ngebahas perjodohan lagi kan "
" Kok kamu tau " ucap Mama Risa.
" Ya iyalah Ma, sudah bisa di tebak, gak usah ngebahas tentang perjodohan lagi ya Pa, Ma, toh udah jelas juga kalau cowok yang di jodohin sama Risa itu juga gak Terima sama perjodohan ini, jadi gak usah di paksakan lagi kan " ucap Risa.
" Risa juga gak suka Ma sama dia, dia tu gak ngehargain orang tua, Mama liat sendiri kan waktu itu, Risa kasian Ma liat kedua orang tua nya, sudah jauh-jauh ke rumah kita, bawain kita makanan, dan ini itu, sudah nunggu lama di rumah kita, di telepon iya sebentar lagi datang, sebentar lagi, ehh ujung-ujungnya gak jadi datang, Mama sama papa juga udah repot-repot masak itu ini, tapi dia gak datang"
" Tapi Sa, dia kan dah bilang waktu itu dia gak bisa datang karena lagi ada operasi dadakan, dia kan dokter Sa, pasti gak bisa ninggalin gitu aja tanggung jawabnya, itu nyawa orang Sa "
" Palingan alasan dia aja Ma, dokter di sana kan banyak " ucap Risa kesal.
" Kalau dia memang gak Terima perjodohan ini, paling gak ngehargain kedua orang tuanya dan juga Mama sama Papa, datang aja kek dulu ke Rumah kita, ngomong baik-baik kalau gak Terima sama perjodohan ini, bukannya pake alasan bawa - bawa nyawa orang lagi "
" Risa pamit ya Pa, Ma " ucap Risa kemudian pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
" Bagaimana ni Pa "
" Tenang Ma, nanti kita cari cara lain " ucap Papa Risa dan di balas anggukan oleh istrinya itu.
" Huh Mama sama Papa kenapa ngebet banget jodohin aku sama laki-laki itu, pagi-pagi udah bikin kesal aja " ucap Risa sembari masuk kedalam taksi.
Flashback on
Risa sangat kesal karena beberapa bulan yang lalu ia dan keluarga sudah bertemu dengan kedua orang tua laki-laki yang rencananya akan di jodohkan dengan nya, rencananya jika sudah bertemu dengan kedua orang tua dan juga laki-laki itu, ia akan berbicara baik-baik dan menolak perjodohan nya.
Namun, laki-laki itu tak kunjung datang, Risa bertambah kesal ketika melihat Mama nya yang sudah masak dan repot - repot dari pagi sampai sore harus kecewa karena tidak bertemu dengan lelaki itu.
Risa juga kasihan terhadap kedua orang tua lekaki itu, karena mencoba menahan malu di depan kedua orang tua Risa, akibat ulah anaknya yang tidak kunjung datang.
Flashback off
Sesampai di Rumah sakit, Risa langsung menuju ke lantai 3 ruang VVIP no 1,sesuai isi chat Nabila kepada Risa ketika Risa kemarin bertanya dimana Nabila di rawat.
" Nah itu dia ruangannya " ucap Risa begitu melihat pintu kamar rawat yang bertulis kan VVIP no 1.
Risa berlari ke arah kamar rawat Nabila, dan tidak menyadari dari sisi kanan juga ada seseorang lelaki yang ingin masuk kedalam ruang rawat Nabila.
BRUKK
" Aww " pekik Risa terjatuh karena ia berlari lumayan kencang dan menabrak tubuh tegap dan kekar yang juga bersamaan ingin masuk ke dalam kamar rawat Nabila.
" Kamu " ucap Rona melihat ke arah Risa.
" Kamu " ucap Risa mendongakkan kepalanya dan melihat Rona.
**Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar ya..
Terima kasih sudah selalu setia menunggu cerita kuu☺**