
" Ini ambil "
" Apa ini Pak "
" Itu pakaian untuk mu " ucap Aditya sembari kembali duduk di bangku sofa.
Nabila beranjak dari duduknya, ia ingin turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, Nabila ingin segera membersihkan tubuhnya karena hari sudah mulai malam dan Aditya melirik sejenak ke arah Nabila yang berusaha turun dari tempat tidur.
Baru dua langkah berjalan, Nabila merasa sedikit pusing di kepala nya dan berhenti sejenak, tanpa aba - aba Aditya berdiri dari bangku sofa dan mendekat ke arah Nabila kemudian langsung menggendong nya dan membawa nya ke kamar mandi.
" Hah.. Pak.. Pak..turunkan saya Pak " ucap Nabila menolak.
Aditya tidak menghiraukan ucapan Nabila, dan terus membawa nya ke kamar mandi. Sampai di depan kamar mandi, Aditya menurunkan tubuh Nabila dari gendongan nya dan membuka kan pintu kamar mandi untuk Nabila.
" Saya bisa jalan sendiri Pak ke kamar mandi, gak usah di gendong gitu " ucap Nabila kesal sembari memanyunkan bibirnya karena Aditya tiba - tiba saja menggendong nya.
" Gak usah keras kepala, masih susah jalan gitu sok - sok gak butuh bantuan "
" Nah, ngapain bengong, mau di bantuin mandi sekalian "
" Gak.. gak.. saya bisa sendiri Pak "ucap Nabila yang kedua pipinya sudah merah seperti tomat merasa malu mendengar ucapan Aditya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Aditya tersenyum bahagia melihat tingkah Nabila, ia senang bisa mengerjai Nabila dan membuat nya malu.
Didalam kamar mandi, Nabila mencoba mengatur nafasnya, menetralkan detak jantungnya yang sedari tadi berdetak kencang ketika di gendong oleh Aditya.
" Astaga.. pipi ku kok merah kayak tomat gini "
" Huh.... Pak Aditya.. ngeselin banget sih jadi orang "
Setelah ngomel - ngomel sendiri gak jelas dan detak jantungnya sudah kembali normal, Nabila memulai ritual mandinya, ia mulai membasahi tubuhnya pelan, menghindari air agar tidak mengenai tangan sebelah kanannya yang masih tertancam selang infus.
Di luar, Aditya sedang asyik memainkan ponselnya, tiba - tiba terdengar suara ponsel Nabila yang berdering beberapa kali, Aditya hanya melihat sekilas kemudian mengabaikannya, namun ponsel Nabila berdering kembali, Aditya yang penasaran pun bangkit dari duduknya kemudian melihat siapa yang sedang menelpon Nabila.
Aditya nampak kesal melihat ponsel Nabila yang bertuliskan nama Bara yang sejak tadi memanggil, setelah berhenti berdering, terlihat ada sebuah chat masuk dan itu pun dari Bara.
Kebetulan ponsel Nabila tidak terkunci, dan tanpa berpikir lagi Aditya segera membuka isi pesan dari Bara.
***Nabila, gimana keadaan mu.. kenapa tidak menjawab telpon dariku, aku hanya ingin tau kamu sudah boleh pulang atau masih di rumah sakit sekarang, kalau masih di rumah sakit, aku akan segera kesana untuk menemani mu.
Oh ya Bila, aku merasa tidak tega meninggalkan mu bersama bos mu itu tadi, sepertinya dia bukan orang baik***.
" Ck.. berani sekali menilai ku seperti itu " ucap Aditya.
Kemudian Aditya segera membalas isi pesan dari Bara dan langsung mengirimnya.
Ting.. suara pesan masuk di ponsel Bara, dengan secepat kilat Bara membuka isi pesan itu.
Aku sudah pulang, aku baik saja, kamu gak perlu ke rumah sakit Bara.
Bara merasa lega karena Nabila membalas pesan nya dan sudah pulang, paling tidak ia tidak khawatir lagi jika Nabila berduaan bersama Aditya di rumah sakit.
Baiklah bila, kalau kamu udah sehat, aku akan ajak kamu jalan - jalan.
__ADS_1
Demikian lah balasan pesan terakhir Bara untuk Nabila, Aditya langsung menghapus semua pesan dan panggilan tak terjawab dari Bara.
Dengan santai, Aditya kembali menaruh ponsel Nabila di atas meja dan kembali duduk di atas sofa.
Selesai mandi dan mengeringkan tubuhnya, Nabila baru teringat jika tadi ia lupa membawa totebag berisi pakaian yang ia tinggal di atas ranjang rawat nya.
" Pakaian ku masih di luar.. aduh gimana caranya aku ambil.. masak aku keluar gitu aja pake handuk "
Nabila membuka pintu kamar mandi pelan, mengeluarkan sedikit kepalanya untuk melihat keadaan di luar, dan ternyata Aditya masih duduk di atas sofa dan Nabila kemudian menutup kembali pintu kamar mandi.
" laki - laki dingin itu masih aja di situ, mau gak mau harus minta tolong sama dia "
Nabila mencoba menutup kepala nya dengan handuk sampai menutupi lehernya juga, ia kembali membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepala nya saja sedikit untuk memanggil Aditya.
" Pak.. Pak.. " panggil Nabila pelan.
" Pak.. Pak.. " aduh ni orang budeg kali ya, kok ga dengar sih batin Nabila.
" PAK..PAK ADITYA " teriak Nabila dan alhasil mengejutkan Aditya.
" Ada apa, gak usah teriak - teriak "
" Boleh minta tolong " ucap Nabila sembari tersenyum.
" Hmm apa "
" Tolong ambilin pakaian saya yang itu ya Pak, tadi lupa bawa "
" Ambil sendiri " ucap Aditya sembari memainkan ponselnya tanpa melihat ke arah Nabila
" Ni orang aneh banget sih, tadi pake gendong - gendong aku segala ke kamar mandi biar aku gak jatuh, ini malah di suruh ambil sendiri tu pakaian di atas ranjang, gak jelas banget jadi orang " cibir Nabila kesal.
" Tolong ya Pak, kan saya gak mungkin keluar pakai handuk gini Pak, kalau gak bapak keluar dulu deh "
" Saya gak mau keluar "
BRAKK.. pintu kamar mandi di tutup keras oleh Nabila, Nabila benar - benar kesal dengan tingkah Aditya.
" Mau nya Pak Aditya apa sih, nyebelin.. " ucap Nabila.
Tok.. Tok.. Tok...
" Kenapa " ucap Nabila teriak dari dalam kamar mandi.
" Cepat buka, mau tidak pakaiannya, sebelum aku berubah pikiran "
Mendengar ucapan Aditya, Nabila segera membuka pintu kamar mandi dengan pelan dan hanya mengulurkan tangannya untuk mengambil totebag yang di berikan Aditya.
Setelah meraih totebag itu, tangan Nabila merasa berat untuk menariknya karena ternyata Aditya mencoba menahan totebag itu.
" PAK ADITYA... " teriak Nabila dan akhirnya Aditya melepaskan totebag itu dengan tersenyum penuh kemenangan karena senang sudah mengganggu Nabila.
Nabila menutup kembali pintu kamar mandi dan segera memakai pakaian nya sembari mulutnya tidak berhenti mengomel kepada Aditya.
__ADS_1
Selesai berpakaian, Nabila ingin keluar dari kamar Mandi,ia juga tidak lupa selalu memakai hijabnya, ia tidak mau memperlihatkan rambutnya karena baginya suami nya lah yang berhak untuk melihatnya nanti. Begitu membuka pintu ia terkejut melihat Aditya yang ternyata sedang berdiri tepat didepannya.
" Astagfirullahaladzim.. ihh bapak kayak setan aja tiba - tiba nongol di depan pintu "
" Sudah ngomel nya " ucap Aditya kemudian dengan sigap menggendong Nabila kembali menuju ranjang rawat nya.
" Bapak sudah.. gak perlu saya kan dah bilang bisa jalan sendiri Pak "
Aditya tetap tidak bergeming, ia mendudukkan kembali Nabila dengan hati - hati di atas ranjang rawat kemudian mengambil kotak makan yang sudah ia beli sebelumnya.
" Ayo makan " ucap Aditya sembari menyodorkan sesendok bubur ayam kepada Nabila.
" Saya bisa makan sendiri Pak "
" Gak usah membantah, kamu gak liat tangan kamu yang sebelah kanan di impus, memang bisa makan dengan tangan kiri "
" Bisa, sini sendok nya " ucap Nabila kemudian mengambil sendok yang ada di tangan Aditya.
Nabila terlihat lihai, dan menikmati suap demi suap bubur ayam yang ia masukkan ke dalam mulut nya.
" Hmm.. enak.. bapak mau " ucap Nabila menyodorkan sesendok bubur kepada Aditya.
" Gak, kamu aja yang makan "
" Ya sudah "
Tanpa di sadari Nabila, sebutir nasi terlihat menempel di bibir bawah Nabila, Nabila masih saja asyik mengunyah.
" Makan yang bener, jangan kayak anak kecil "
" Maksud bapak "
" Tu liat ada nasi nempel di bawah bibir kamu " ucap Aditya.
Nabila mencoba meraba - raba bibirnya untuk menemukan sebutir nasi yang menempel, melihat gerakan Nabila yang lambat, Aditya langsung mengelus pelan bibir bawah Nabila untuk menyingkirkan nasi yang menempel.
Deg..
Deg..
Tatapan kedua mata mereka tidak terhindari, sedetik.. dua detik.. tatapan itu semakin dalam..dan...
PLETAK..
" Aduh.. sakit " ucap Nabila sembari mengelus - elus jidatnya yang di tepuk pelan oleh Aditya.
" Makan yang bener, habis itu minum obat terus tidur " ucap Aditya kemudian meninggalkan Nabila menuju kamar mandi.
***Bersambung...
Duh.. duh.. gagal deh jadinya mau nyuapin Nabila makan..
Aditya untung cepat sadar ya, kalau gak bisa - bisa terjadi sesuatu nih... sabar - sabar ya Bang Aditya, halalin dulu deh Nabila nya.. gimana nih readers ku sayang...
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan singgah di kolom komentar ya man teman... 😍😍***